
Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Selena dan Kevin. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘
🍰🍰🍰
"Sea, kami berangkat, kau baik-baik di rumah ya!" Astrid melangkah ke luar dengan membawa peralatan menangkap ikan dan juga bekal mereka.
Selena melihat Su Yi yang kesusahan memasang kancing mantelnya. Selena membantunya. Selena meraih salah satu peralatan yang dipegang Astrid.
"Mau apa kau?" Tanya Astrid.
"Aku ingin membantu membawanya ke luar." Sahut Selena.
"Tidak, jangan yang ini, ini sangat berat, ini saja, kau baru melahirkan." Astrid memberikan bekal kepada Selena.
Astrid dan Su Yi mendorong perahu hingga ke tengah. Selena melambaikan tangan saat mereka pergi.
Selena mencoba untuk tidur, baru saja tertidur. Selena merasakan seseorang mencoba menyingkap blousenya. Selena pikir dia bermimpi, dia tetap tidur.
Namun, tangan yang mencoba menyingkap blousenya, mulai nakal memegang aset kembar Selena. Wanita itu reflexs bangun. Alangkah kagetnya Selena saat melihat bos Alung mencoba melecehkannya.
"Apa yang anda lakukan di rumah kami?" Selena langsung bangkit dari ranjang. Bos Alung hanya tersenyum genit.
"Ayolah Sea, tidak usah jual mahal, apa kau mau hidup miskin terus?" Rayu bos Alung, dia mendekati Selena dan mencoba meraih wajah Selena. Selena mundur ke belakang. Mentok. Bos Alung semakin mendekat, Selena mulai ketakutan. Di rumah hanya ada dia sendiri dan bayi berusia tiga bulan. Selena keluar dari kamar menuju ruang tamu.
Bos Alung mengejar dan mencoba memeluk Selena. Entah kenapa Selena bergerak reflexs dengan menendang kaki bos Alung. Membuat Alung menjadi kesal. Alung menjambak rambut Selena membuatnya tertarik ke belakang. Reflex Selena memutar tubuhnya dan meraih tangan Alung, kemudian memutarnya. Terjadi perkelahian, Selena heran kenapa dia bisa bela diri. Siapa dia sebenarnya?
Alung kewalahan menghadapi Selena. Alung memanggil anak buahnya yang menunggu di luar. Dua pria dengan badan kekar masuk. Mereka juga mencoba memegang Selena. Namun, Selena tidak mudah dikalahkan. Jika di kapal pesiar penyerangnya lebih dari sepuluh orang, bisa dia hadapi. Apa lagi jika hanya bertiga.
Selena melakukan perkelahian dengan mereka. Perkelahian tidak seimbang. Bos Alung sekarang hanya menjadi penonton karena tadi Selena sempat melukai asetnya.
Selena terjatuh, anak buah Alung mencoba menginjaknya. Selena bergulir ke kanan menghindari kaki salah satu anak buah Alung. Selena kembali berdiri, dia memasang kuda-kuda untuk menangkis serangan dari anak buah Alung.
Tengah sibuk melawan, tiba-tiba Selena merasakan sakit di perutnya.
"Argh!" Teriak Selena. Dia memegang perutnya. Selena mengeluarkan darah di kakinya.
Melihat Selena mengeluarkan darah di kakinya. Alung dan anak buahnya ke luar dari rumah. Collin yang akan berangkat bekerja melihat mereka lari tunggang langgang, menjadi penasaran. Collin berlari menuju rumah Astrid. Alangkah kagetnya Collin melihat Selena terduduk di lantai sambil memegang perutnya. Darah mengalir di kaki Selena.
"Sea!" Teriak Collin, dia langsung menggendong Selena dan membawanya ke mobil.
"Bayiku." Selena mengingatkan Collin bahwa Hope sendiri di kamar.
Collin kembali masuk ke rumah dan membawa bayi Selena.
Mereka menuju rumah sakit, Selena menggendong bayinya. Sementara Collin menyetir dengan kecepatan tinggi.
"Collin, aku sebenarnya tidak apa-apa, tidak perlu ke rumah sakit," ujar Selena.
__ADS_1
"Kau harus diperiksa, kau berdarah," jawab Collin. Selena hanya pasrah membiarkan Collin membawanya ke rumah sakit. Setidaknya dokter bisa memeriksa luka akibat berkelahi.
"Bagaimana keadaannya, dok?" tanya Collin tidak sabaran.
"Tidak apa-apa dia hanya mengalami menstruasi," jelas dokter. Collin bersyukur Selena baik-baik saja. Karena inilah Selena tidak ingin dibawa ke dokter karena dia tahu dia mendapatkan menstruasi saat berkelahi dengan anak buah Alung.
"Bayinya?" Collin khawatir jika bayi Selena juga sakit.
Dokter memeriksa bayi Selena. "Bayinya juga tidak masalah," ujar Dokter. "Sebaiknya dia menginap satu malam karena lukanya cukup parah, perutnya ditendang, sebaiknya dia di scan ... Saya tinggal dulu, " Dokter keluar dari ruangan Selena.
"Sebaiknya kau istirahat, aku akan menjagamu," perintah Collin.
Selena mencoba kembali memejamkan mata dan beristirahat.
Dini hari,
Astrid dan Su Yi pulang dari melaut, jam menunjukan pukul empat pagi. Su Yi kaget mendapati rumahnya tidak di kunci. Dia shock melihat rumah berantakan akibat perkelahian Selena dan anak buah Alung. Su Yi semakin terkejut saat melihat tetesan darah di lantai.
"Sea!" Panggil Su Yi, dia berlari ke kamar yang di tempati Selena dan Hope. Kamar tersebut kosong. Su Yi mencari ke dapur dan kamarnya masih sama, kosong.
Astrid yang masuk ke dalam rumah dan melihat Su Yi panik menjadi heran.
"Nenek. Ada apa?" Astrid tidak memberhatikan rumah yang berantakan karena membawa peralatan menangkap ikan.
"Rumah berantakan, ada darah di lantai ... Sea dan Hope tidak ada," jawab Su Yi cemas.
"Di kamar tidak ada?"
"Tidak."
Mereka mencari Selena dan Hope di luar, siapa tahu Selena sedang di luar. Kecemasan menerpa Su Yi dan Astrid. Apa lagi mengingat kondisi Selena yang baru melahirkan dan Hope yang masih bayi tiga bulan.
Handphone Astrid berdering, itu dari Collin.
"Ya!" jawab Astrid dengan nada panik.
"Sea, berada di rumah sakit, aku telah mengirim pesan padamu," cerocos Collin dengan nada kesal karena Astrid tidak membalas pesan maupun manerima teleponnya.
"Rumah sakit mana?"
"Tempat Sea melahirkan." Astrid langsung mematikan telepon.
"Nenek, Sea ada di rumah sakit, aku akan ke sana sekarang." Beritahu Astrid, dia langsung meninggalkan Su Yi.
"Apa yang terjadi?" teriak Su Yi. Namun, Astrid telah menuju jalan.
Astrid menyusuri lorong rumah sakit, kemudian bertanya kepada perawat yang bertugas kamar rawat pasien atas nama 'Sea'.
__ADS_1
Setelah mendapatkan ruangan Selena. Astrid kembali berlari menuju ruangan itu. Astrid membuka pintu.
"Kenapa dengan Sea?" tanyanya dengan nafas yang masih memburu. Astrid berusaha mengatur nafasnya dan menenangkan detak jantung.
"Sepertinya bos Alung dan anak buahnya melakukan sesuatu kepada Sea ... Membuat Sea terluka," jelas Collin.
"Bagaimana bayinya?"
"Bayinya baik-baik saja dan Sea harus di periksa intensif," jelas Collin. Astrid melihat Selena yang tertidur bersama putranya.
"Ya," jawab Astrid singkat dia duduk di kursi.
"Apa Selena telah mengingat siapa dirinya dan keluarganya? Apakah dia menikah?" Collin telah menaruh hati pada Selena. Jika Selena menikah maka dia akan patah hati.
"Kami tidak tahu, Sea masih tidak ingat, bagaimana kami bisa tahu kehidupan masa lalunya."
"Kau benar!"
"Jadi Alung dan anak buahnya yang melakukan ini?" Geram Astrid. Bersyukur Collin datang tepat waktu.
"Ya, saat aku akan berangkat kerja, aku melihat bos Alung dan anak buahnya keluar dari rumah kalian dengan panik,"
🍒🍒🍒
Hi sambil nunggu queen of gambler update. Silahkan baca karya author yang lain ya.
...I WANNA YOU, MY COLD BOY
Blurb...
DIA ADALAH GADIS POPULER DI SEKOLAH, INCARAN SEMUA PRIA, NAMUN DIA MENYUKAI PRIA CULUN PALING TIDAK DI KENAL YANG SELALU MEMPERLAKUKANNYA SEPERTI SAMPAH !!
Berkali - kali Nabila menyatakan perasaan dan memberikan perhatian untuk Nathan, namun dengan dingin Nathan menolak bahkan dengan kata - kata pedas, bahkan membuat Nabila malu.
Saat identitas Nathan terbongkar, dimana dia ternyata adalah pewaris NFL company, bukan anak sopir seperti yang diketahui semua orang di Sekolah. Nabila mulai menjauh dan menyerah untuk menjadi kekasih Nathan. Nabila memilih berpacaran dengan Cakra.
Nathan merasa kehilangan Nabila saat Nabila menjauhinya. Nathan ingin merebut Nabila dari sisi Cakra.
Berhasilkan Nathan mendapatkan Nabila kembali?
Bersediakah Nabila menerima Nathan yang sering mengabaikan dan menyakitinya?
Pekanbaru
241022
__ADS_1
11.54