One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
Selena Young adalah Queen of Gambler


__ADS_3

Erick tidak bisa tinggal diam, dia harus meminta penjelasan dari Selena dan Lilian.


"Selena! Apa maksudnya ini?" hardik Erick.


Selena dan Lilian yang melihat Erick menghampiri mereka menjadi terkejut. Seketika wajah mereka menjadi pucat pasi. Seolah-olah aliran darah tidak mengalir lahi dari tubuh mereka.


"Papa!"


"Paman!"


Serentak Selena dan Lilian. Kevin yang juga melihat kedatangan Erick juga bingung.


"Mr. Young!" sapa Kevin. Selena dan Lilian tercengang karena Kevin mengenal Erick.


"Ada yang bisa menjelaskannya kepadaku!" hardik Erick lagi dan mengabaikan sapaan dari Kevin.


"Papa, aku bisa jelaskan--,"


"Selena kau mengenal mr. Young?" potong Kevin.


"Diamlah Kevin!" hardik Selena, dia tidak ingin membuat ayahnya semakin murka.


"Kevin, sebaiknya kau jangan bicara dulu," bisik Lilian kepada Kevin. Hope yang melihat Erick marah tidak berani melihat. Dia menundukan kepala di leher Kevin dan memeluk Kevin erat.


"Tidak apa-apa, sayang, tenang saja!" bujuk Kevin menenangkan Hope.


"Lili, apa bocah itu anak Selena?" selidk Erick. Sementara Selena masih memikirkan cara yang tepat untuk memberitahu ayahnya.


Lilian hanya terdiam dan tidak menjawab, dia semakin gemetaran. Entah apa yang akan dilakukan Erick kepada mereka.


"Ya, anak ini putra kami!" jawab Kevin, karena tidak ada yang menjawab. Erick menjadi shock mendengar pengakuan Kevin.


"Papa, Maafkan aku, sebenarnya, aku telah memiliki anak," ungkap Selena akhirnya.


"Apa?" teriak Erick. Dia melayangkan tatapan membunuh kepada Selena. Dia tidak menyangka Selena berani berbohong padanya. Erick selalu mewanti-wanti Selena dan Lilian, agar jangan mudah percaya kepada laki-laki.


Bagi Erick anak dan keponakannya harus menikah, jika ingin merasakan surga dunia.


"Paman!" Lilian mencoba menenangkan Erick.


"Kau juga menutupi kesalahannya!" murka Erick.


"Papa, ini bukan salah Lili," bela Selena, dia tidak ingin papanya juga menghukum dan memarahi Lilian.


"Walaupun bukan salahnya, tapi, dia menutupi kesalahanmu. Sekarang, Papa tanya, apa kau telah menikah saat mengalami amnesia?" tanya Erick, dia mulai melembutkan suaranya.


"I-itu--,"


"Kami akan segera menikah, saya akan melamar putri anda, mr. Young," potong Kevin.

__ADS_1


"Jadi kau belum menikah dna telah memiliki anak berumur--berapa umur anak itu?" tanya Erick.


"Lima tahun," jawab Lilian.


"Jadi kalian kumpul kebo selama enam tahun?" tuduh Erick. Dia kecewa putrinya melakukan hal, seperti kebanyakan orang lain lakukan.


"Paman, mungkin Selena, tidak bermaksud seperti itu, saat itu dia mengalami amnesia, dan Paman tahu sendiri bahwa di sini itu adalah hal yang wajar. Jadi, aku rasa Selena tidak akan melupakan nasehatmu," bujuk Lilian, dia berbohong sedikit agar Erick tenang.


Kevin heran dengan alasan Lilian,. Namun, dia tidak ingin berkomentar apa-apa lagi. Dari pada wanita pujaan hatinya semakin dimarahi oleh ayahnya.


"Apa karena ini, kau memutuskan untuk tidak bermain lagi?" tanya Erick.


Selena melirik Kevin. Kevin heran dengan maksud pertanyaan Erick.


"Papa, jangan membicarakan hal itu di sini." pinta Selena. Dia tidak ingin Kevin memgetahui bahwa dia adalah pemain judi, queen of gambler. Kevin tidak menyukai jika Selena bermain judi.


"Kenapa?" Erick tidak suka karena dia pikir Selena terlalu bucin dengan Kevin. Sebagai seorang ayah, Erick cemburu karena anak perempuan yang biasanya hanya menurut kepadanya. Sekarang menurut kepada seorang pria yang baru enam tahun dikenalnya.


"Aku tidak bisa membahasnya sekarang," mohon Selena.


"Apakah ada yang kau sembunyikan, Selena?" tanya Kevin datar tapi tegas.


"Apa kau melarang putriku untuk bermain judi?" tuduh Erick secara langsung. Kevin teringat pembicaraannya yang melarang Selena untuk bermain.


"Ya!" sahut Kevin tanpa curiga.


"Apa kau tahu siapa putriku ini?" tanya Erick penuh teka-teki. Kevin teringat pembicaraan mereka tentang pengunduran diri queen of gambler.


Kevin menghindari wanita pejudi, tapi, dia justru mendapati ibu dari anaknya adalah queen of gambler. Orang nomor satu di dunia perjudian Asia.


"Apa kau queen of gambler, Selena Young?" tebak Kevin. Dia antara kagum dan sedikit kecewa. Namun, setelah dipikir, wajar saja Selena menjadi seorang pejudi, jika ayahnya saja snag legenda di dunia perjudian.


Benar-benar buah tidak jatuh jauh dari pohon.


"Ya," balas Selena datar.


"Kenapa kau tidak jujur?" tanya Kevin.


"Aku tidak akan menyerahkan Hope padamu," ancam Selena, mengabaikan pertanyaan Kevin. "Itu--kenapa aku tidak bisa menerima saat kau ingin menikahiku, aku takut kau tidak bisa menerima profesiku," ungkap Selena.


"Kau seharusnya jujur, padaku," kesal Kevin.


"Aku tidak bisa menceritakan kepadamu--kami belum mengetahui siapa dalang dibalik pembunuhanku," beber Selena.


"Kau mengancam putriku? Dan akan mengambil putranya?" tuduh Erick dengan kejam.


"Itu hanya--jika dia masih bermain judi," cicit Kevin, dia tidak sanggup melihat tatapan marah Erick yang seakan-akan bisa membunuhnya.


"Papa, tanpa Kevin meminta berhentipun, aku akan tetap berhenti karena aku telah menjadi seorang ibu," bela Selena.

__ADS_1


"Cih, apa bagusnya dia," sewot Erick, tadinya dia memang ingin putrinya menikahi Kevin. Tapi saat mengetahui bahwa Selena berubah karena Kevin, ada perasaan tidak rela. Karena biasanya Selena hanya mendengarkannya.


"Papa, aku akan menikahi Selena," ucap Kevin dengan percaya diri. Dia teringat Erick ingin mengenalkannya kepada putri dan keponakannya.


"Papa? Aku bukan Papamu," balas Erick dengan kesal.


"Maaf mr. Young, saya akan menikahi putri anda," ralat Kevin, dia terpaksa mengalah. Bagaimanapun Erick adalah calon mertuanya. Jadi Kevin harus bisa menyingkirkan egonya.


" Mr. Kwok--,"


"Cukup Kevin saja," potong Kevin. Bukankah jika dia menikahi Selena. Maka dia akan menjadi anak Erick juga. Jadi sebaiknya mulai mengakrabkan diri.


" Jadi Kevin. Aku tidak setuju kalian menikah. sebaiknya kita kembali ke Macau, Selena," putus Erick dengan tegas.


"Tidak bisa begitu, Papa. Bagaimana dengan putraku?" bentak Selena. Dia tidak akan berpisah dari anaknya.


"Kita akan membawanya," bujuk Erick.


"Aku tidak akan mengizinkannya. Dan kalian tahu aku bisa memenangkan hak asuh anak," ancam Kevin.


"Kau terlalu percaya diri, aku juga memiliki orang-orang yang berkuasa," sombong Erick.


"Tapi, tetap saja, aku yang akan menang? Apa Papa tidak tahu bahwa seorang anak akan lebih baik dirawat oleh ayah yang memiliki lingkungan baik," ejek Kevin. Secara tidak langsung Kevin memberitahukan bahwa, sebaiknya seorang anak tidak diasuh oleh ibu yang pejudi.


"Sudah aku katakan, aku bukan, Papamu!" bentak Erick semakin kesal.


"Papa, Hope, ngantuk. Ayo kita tidur," ucap Hope yang terbangun karena bentakan Erick. Ya, Hope memang tadi sempat tertidur dalam pelukan Kevin.


"Paman, sebaiknya besok kita bicarakan lagi, kasihan putra Selena," bujuk Lilian. Erick menjadi tidak tega melihat cucunya.


"Kau benar, sebaiknya kita istirahat dulu," ajak Erick.


Mereka menuju unit masing-masing.


"Jadi demi putranya, queen of gambler mengundurkan diri?" tebak seseorang yang mendengar perdebatan mereka.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Siapa sih orang itu? Tebak-tebakan yuks.


Silahkan mampir dulu ke karya temanku yah, please๐Ÿคญ


...GADIS BOGOR...



Pekanbaru


261122

__ADS_1


22.46


__ADS_2