
Setelah melakukan pembayaran biaya pengobatan Su Yi dan menyewa jasa perawat untuk Su Yi. Eleanor membawa Astrid dan Hope ke rumahnya.
Astrid dan Hope terpukau dengan rumah mewah Eleanor. Eleanor tinggal sendiri di rumah sebesar ini? Tentu saja dia kesepian, pikir Astrid.
"Ayo masuk," ajak Eleanor. Astrid dan Hope mengikuti Eleanor. Mereka menuju ke kamar yang akan ditempati Astrid. Eleanor memang telah menyiapkan dua kamar untuk Astrid dan Hope. Dia memerintahkan pelayan untuk membersihkannya, meskipun kamar itu memang setiap hari dibersihkan.
"Hope, hati-hati jalannya, jangan sampai perabotan, Nenek baik hati pecah," bisik Astrid kepada Hope. Hope yang tadinya ingin berlari mengurungkan niatnya.
"Nah, ini kamar untuk Astrid," ucap Elenaor membuka sebuah kamar begitu mereka sampai di kamar tersebut.
"Wah, kamarnya besar sekali ya, Bi!" teriak Hope dengan senang hati.
"Ayo, kita ke kamar Hope," ajak Eleanor.
"Hope, dapat kamar juga?" tanya Hope memandang Eleanor kemudian Astrid. Dia tidak percaya bakalan punya kamar sendiri.
"Sebaiknya, Hope tidur bersama saya saja, Nyonya," usul Astrid. Dia khawatir jika Hope punya kamar sendiri, Astrid tidak bisa mengawasinya. Itu akan sangat berbahaya, bisa-bisa perabotan Eleanor menjadi rusak.
"Tidak apa-apa, siapa tahu Hope ingin punya kamar sendiri," tolak Eleanor. "Bagaimana Hope? Hope mau punya kamar sendiri?" tanya Eleanor. Hope melirik Astrid, meminta persetujuan.
"Hope boleh punya kamar sendiri, tapi Hope jangan membuat kamar jadi berantakan ya?" tawar Astrid.
"Hope janji, Bibi," ujar Hope sambil memberikan jari kelingkingnya kepada Astrid. Astrid membalas denga jari kelingking juga.
"Kalau begitu, ayo kita lihat kamar Hope." Eleanor berjalan menuju kamar di samping kamar Astrid.
Hope dan Astrid kembali dibuat tercengang kamar Hope sama besarnya dengan kamar Astrid. Bahkan di dalam kamar tersebut ada tenda untuk bermain anak-anak dan juga mainan.
Hope berlari ke dalam kamar tersebut, dia memasuki tenda kemudian keluar lagi dan menaiki ranjang. Hope melompat-lompat bahagia di atas ranjang yang besar.
"Hope!" tegur Astrid. Hope langsung terdiam dan turun dari ranjang.
"Biarkan saja, Astrid ... namanya juga anak-anak," tegur Eleanor kepada Astrid. "Ini lemari pakaian Hope, ayo letakkan pakaian Hope ke dalamny," suruh Eleanor.
Astrid membuka tas kecil mereka yang berisi hanya masing-masing tiga helai pakaian mereka serta peralatan mandi. Eleanor menjadi sedih melihat keadaan itu. Bagaimana mungkin, dia hidup bergelimangan harta, cucunya justru menderita.
"Nenek baik hati kenapa menangis," tanya Hope saat melihat Eleanor meneteskan air mata.
"Oh bukan, Nenek tidak menangis, mata Nenek kemasukan debu," bohong Eleanor. Astridpun melihat ke arah Eleanor.
"Apa anda sakit, Nyonya," khawatir Astrid.
"Tidak, aku baik-baik saja, apakah barang-barang kalian hanya itu?" tanya Eleanor memastikan.
"Ya, semua barang-barang kami habis terbakar, hanya baju yang dipakai saja tersisa, untung sebelum menghilang Sea memberi saya uang untuk membeli pakaian, tapi kami harus berhemat," terang Astrid.
__ADS_1
"Bagaiman kalau kita ke Mall dan shoping," ajak Eleanor.
"Apa, Nyonya ingin ke Mall?" tanya Astrid. Siapa tahu Eleanor ingin shoping. Namun, malas pergi sendiri.
"Ya, saya ingin berbelanja, kalian mau 'kan menemani saya? Dengan catatan kalian harus mau berbelanja juga," bujuk Eleanor.
"Hope mau, Bibi, Hope belum pernah ke Mall, Ciao bilang Mall itu banyak mainan dan makanan," cerocos Hope.
"Ayolah Astrid, jangan kecewakan anak ini," tunjuk Elenaor kepada Hope. Hope langsung memasang poppies eyes. Astrid tidak tega.
"Baiklah, ayo kita pergi," sahut Astrid.
Mereka menuju ke Mall terbesar di Hong Kong. Sengaja Eleanor mengajak mereka ke sana agar Hope senang. Ini adalah pertama kalinya bagi Hope ke Mall. Jadi Eleanor ingin memberikan kesan terbaik buat Hope.
Mereka menuju pakaian orang dewasa Eleanor memilihkan pakaian untuk Astrid.
"Bagaimana dengan ini?" tanya Eleanor.
"Tidak usah, Nyonya," tolak Astrid. Dia merasa segan dengan semua kebaikan Eleanor.
"Oh, ayolah Astrid, aku telah berjanji untuk membeikan kaliam pakaian," bujuk Eleanor.
"Kami, tidak apa-apa, Nyonya ... pakaian itu masih bisa dicuci setelah dipakai." Astrid masih berusaha menolak kebaikan Eleanor dengan sopan.
"Jangan Nyonya, saya akan memilih beberapa pakaian," putus Astrid.
Setelah membeli pakaian untuk Astrid mereka lanjut membelikan pakaian untuk Hope. Hope sangat senang karena mendapatkan banyqk pakaian. Bahkan Eleanor juga membelikan beberapa mainan yang diinginkan Hope. Eleanor juga membelikan sepatu dan sendal untuk Astrid dan Hope.
Setelah puas berbelanja pakaian dan keperluan pribadi untuk Astrid dan Hope. Eleanor mengajak mereka makan malam di sebuah Restoran yang ada di dalam Mall tersbut.
"Silahkan lihat menunya," ucap Eleanor, menyerahkan daftar menu kepada Astrid dan Hope.
"Hope mau ini Nenek baik hati," tunjuk Hope kepada makanan dengam gambar dumpling dan bebek peking.
"Hope, jangan pesan banyak-banyak," tegur Astrid.
"Biarkan saja Astrid, mungkin dia memang menginginkannya," terang Eleanor..
"Apa Hope, bisa memghabiskan semuanya?" tanya Astrid lagi. Hope mengangguk kemudian menggeleng.
Akhirnya Eleanor tetap memutuskan memesan makana yang diinginkan Hope.
Mereka menikmati makanan dengan lahap terutama Hope. Dia bahagia bisa menikmati semua makanan itu.
Terakhir Eleanor memesankan ice cream untuk mereka. Hope sangat senang menerima ice cream tersebut. Tengah menikmati ice cream. Hope seperti melihat Selena. Hope refleks menggejar Selena.
__ADS_1
"Hope mau ke mana!" teriak Astrid begitu Hope turun dan berlari keluar dari Restoran. Astrid mengejarkan Hope yang celingak-celinguk.
"Sudah tidak ada," sahut Hope memelas.
"Apa yang sudah tidak ada?" tanya Astrid.
"Hope seperti melihat, Mama," ucap Hope pelan. Mungkin karena saking rindunya dengan Sea.
"Kenapa?" tanya Eleanor,
"Tidak ada," jawab Hope dengan murung
"Nenak, akan mengajak Hope ke supermarket, kita akan membeli cemilan," bujuk Eleanor.
"Benarkah?" senyum Hope kembali hadir.
Eleanor mengajak mereka ke supermarket Mall. Eleanor ingin membelikan cemilan untuk Hope. Eleanor dan Astrid sibuk memilih cemilan yang ingin dibeli.
"Hope, mau apa lagi?" tanya Eleanor.
"Ice Cream Vanila!" teriak Hope. Mereka menuju tempat ice cream.
Hope kembali melihat Selena dan mengejarnya. Eleanor dan Astrid tidak menyadari kepergian Hope. Mereka masih memilih ice cream apa lagi yang ingin dibeli.
Hope mengelilingi supermarket mencari Selena. Hope melihat Selena bersama seornag wanita. Mereka sedang memilih Coklat.
"Selena, ini sudah terlalu banyak coklat yang kau beli," protes Lilian.
"Tenang saja, aku bisa menghabiskannya," balas Selena.
"Mama!" panggil Hope kepada Selena.
🍒🍒🍒
Yes Selena sudah ketemu dengan Hope!
Jangan lupa koment dan kasih hadiah ya😘
Pekanbaru
091122
21.11
.
__ADS_1