
Astrid berada di bus, entah kenapa dia memilih bus menuju desa Venetia, setelah selesai memeriksakan diri ke dokter kandungan. Mungkin Astrid rindu dengan rumah lamanya. Sepanjang perjalanan Astrid terus menatap foto USG bayinya. Astrid mengusap perutnya yang masih rata.
"Apa yang akan kita lakukan?" gerutu Astrid pada bayinya.
Bagaimana masa depannya nanti, apa yang akan dia katana kepada Su Yi serta teman-teman di kantornya? Dan terutama bagaimana agar Feng tidak perlu tahu? Atau sebaiknya dia minta pendapat Feng saja? Bagaimana jika Feng menyuruh Astrid menggugurkan kandungannya. Astrid tidak akan mau melakukannya. Bagaimanapun anak ini adalah darah dagingnya.
"Pemberhentian pantai Venetia!" seru kondektur bus, membuyarkan lamunan Astrid.
Astrid turun dari bus, dia menghirup udara malam pantai Venetia.
"Kenapa aku merasa sangat lama meninggalkan tempat ini?" desah Astrid.
Dia berjalan menuju rumah lamanya.
"Astrid!" panggil nyonya Wang yang juga baru turun dari bus.
"Nyonya Wang, apa kabar?" sapa Astrid ramah. Nyonya Wang adalah tetangganya setelah rumah Collin.
"Baik, lama tidak berjumpa, bagaimana keadaan nenek Su Yi, Sea dan Hope?" tanya nyonya Wang berbasa-basi. Padahal selama ini nyonya Wang tidak pernah peduli dengan mereka.
"Nenek, masih di rawat di rumah sakit, sedangkan Sea dan Hope baik," jawab Astrid. Astrid tidak menjelaskan bahwa Sea atau Selena telah bertemu dengan keluarganya.
"Syukurlah," lega nyonya Wang. "Oh, iya, apa kau tahu Astrid?" pancing nyonya Wang. Mereka mengobrol dari halte menuju rumah.
"Apa?" heran Astrid.
"Suami Kitty Pong, menceraikan Kitty dan mengusirnya!" beritahu nyonya Wang. Astrid tidak begitu kaget akan hal itu karena dia telah mengetahui perselingkuhan Kitty dengan bos Alung.
"Bagaimana putranya?" cemas Astrid. Dia ingat Ciao, putra Kitty Pong yang berumur tujuh tahun. Anak itu adalah teman Hope, meskipun dia sering membully Hope. Tetap saja dia masih anak-anak dan butuh kasih sayang orang tuanya. Astrid ingat Hope, apakah nantinya anak Astrid juga mengalami kisah seperti Hope?
"Putranya, Ciao tetap sama suaminya Kitty, hanya Kitty saja yang diusir. Apa kau tidak penasaran kenapa Kitty dicerai dan diusir suaminya?" pancing nyonya Wang.
Astrid sebenarnya telah tahu, tapi, tidak mungkin dia memberitahu nyonya Wang bahwa saat terbongkarnya perselingkuhan Kitty dan bos Alung, Astrid ada di sana.
"Ya, apa itu?" tanya Astrid pura-pura penasaran.
"Kau tahu! Selama ini kita berpikir bahwa Sea adalah selingkuhan bos Alung. Ternyata bukan, selingkuhan bos Alung adalah Kitty dan nyonya Lung sendiri yang menggrebek mereka," terang nyonya Wang.
"Anda, tahu dari mana?" tanya Astrid penasaran.
"Nyonya Lung, sendiri yang mengatakannya kepada anggota sosialitanya. Dan kau tahu gosip cepat tersebar. Jadi semua warga telah mengetahuinya," ungkap Nyonya Wang.
"Lalu, sekarang Kitty kemana?" tanya Astrid.
__ADS_1
"Sepertinya dia kembali ke rumah orang tuanya," jawab nyonya Wang.
"Kasihan sekali mereka," cicit Astrid.
"Mungkin itu hukuman bagi nyonya Lung karena menjahati kalian dulunya, terutama Sea," sesal nyonya Wang. Mereka terus berjalan. "Hanya saja, ada yang aneh menurut saya." nyonya Wang mencoba berpikir.
"Apa?" penasaran Astrid. Dia menghentikan langkah kemudian menghadap nyonya Wang.
"Kau tahu, nyonya Lung juga mengusir dan menceraikan suaminya!" ungkap nyonya Wang lagi.
"Dia mengusir dan menceraikan bos Alung?" beo Astrid. Astrid tidak percaya akan hal itu.
"Ya, dan sekarang bos Alung tinggal di rumah satunya lagi. Parahnya lagi kau tahu, nyonya Lung akan menikah dengan suaminya Kitty," beber nyonya Wang.
Astrid tidak percaya dengan berita yang baru saja didengarnya.
"Apa? Apa, anda yakin nyonya Wang?" tanya Astrid memastikan. Siapa tahu nyonya Wang hanya membuat gosip.
"Benar, dia telah mengundang warga desa Venetia, sekitar satu minggu lagi pesta pernikahan akan diadakan. Meskipun anak-anak nyonya Lung tidak setuju," ungkap nyonya Wang.
"Beruntung sekali nyonya Lung mendapatkan daun muda," celetuk Astrid.
"Ya kau benar, malahan kami jadi curiga. Apakah itu bentuk balas dendam mereka?" curiga nyonya Wang.
"Oh iya. Saya lihat rumah kalian telah dibangun dan sangat mewah, mengalahkan rumah nyonya Lung. Saya juga mendengar rumor bahwa mr. Kwok yang membiayai pembangunan rumah kalian. Apakah itu benar?" selidik nyonya Wang. Jika benar, dia akan punya bahan gosip untuk disebarkan ke warga Venetia dan dia juga ingin mengorek informasi dari Astrid, kenapa mr. Kwok mau membangunkan rumah untuk Su Yi?
"Maaf, nyonya Wang, rumah anda telah sampai," tunjuk Astrid ke rumah nyonya Wang. Sekalian dia ingin menghindari pertanyaan dari nyonya Wang. Dengan kesal nyonya Wang memasuki rumahnya.
Sementara Astrid melewati rumah Collin, Astrid melihat mobil Collin masih terparkir.
Apakah Collin belum berangkat kerja?
Astrid memandang rumah yang sedang dibangun kira-kira tiga bulan lagi rumah tersebut akan selesai. Tiga bulan lagi berarti kehamilan Astrid akan memasuki empat bulan. Dan perutnya akan mulai kelihatan.
Apakah warga akan bisa menerimanya? Baru juga warga mengetahu scandal sebenarnya, masa Astrid membuat scandal baru?
"Astrid!" sapa Collin yang keluar dari rumah dan melihat Astrid sedang berdiri di depan rumah Su Yi yang belum selesai dibangun. Para pekerja telah beristitahat, besok mereka akan memulainya lagi. "Ternyata benar, itu kau." Collin berjalan menuju ke arah Astrid.
"Collin!" panggil Astrid. Dia memandang Collin dan anehnya perasaan Astrid menjadi biasa saja. "Apa kau akan pergi bekerja?" tanya Astrid berbasa-basi.
"Ya, sejam lagi jadwalku," balas Collin.
"Bagaimana kabarmu? Apa kau masih marah padaku?" tanya Collin penuh harap agar Astrid telah memaafkannya. Collin memperhatikan penampilan Astrid yang telah berubah. Astrid menjadi lebih cantik dan kulitnyapun tidak secoklat dulu.
__ADS_1
"A-aku baik, tidak aku tidak marah, bagaimana kabarmu?" alih Astrid. Dia menghindari tatapan Collin darinya.
"Syukurlah, seperti yang kau lihat, aku baik. Kau tinggal dimana?" tanya Collin penasaran.
"Oh, itu aku telah bekerja di Fresh from the Sea," alih Astrid. Dia tidak mungkin memberitahu Collin bahwa dia tinggal dengan Feng.
"Apa ada masalah?" tebak Collin karena dia bisa melihat kesedihan yang disimpan Astrid.
Ada apa dengan Astrid? Apakah dia mengalami hal buruk?
"Ti--tidak, aku baik-baik saja," sahut Astrid, dia semakin gugup.
"Aku yakin, kau menyembunyikan sesuatu, katakan Astrid, apa yang terjadi padamu? Siapa tahu aku bisa membantumu?" bujuk Collin. Dia meraih tangan Astrid dan menggenggamnya. Hal itu membuat Astrid semakin sedih, tanpa sengaja Astrid meneteskan air mata. Buru-buru, dia mengambil tissu dari dalam tasnya dan tanpa Astrid sadari foto USG juga jatuh.
"Apa ini?" Collin mengambil foto tersebut.
🍒🍒🍒
Semoga Collin bisa membantu Astrid dan Astrid kembali kepada Collin.
Kalian tim
Astrid 💓 Feng
Astrid 💓 Collin
Silahkan koment di kolom koment ya.
Sambil nunggu, silahkan mampir ke karya temanku dulu ya, wajib🤭
...JAMUR,...
...JANDA MUDA DIBAWAH UMUR...
Pekanbaru
291122
__ADS_1
18.26