
Erick masih belum bisa menerima bahwa Selena telah memiliki anak. Dia juga belum memberikan restu untuk Kevin menikahi Selena.
Satu bulan telah berlalu sejak Erick mengetahui tentang Selena memiliki anak. Erick memaksa Selena untuk tinggal di apartment mereka bukan bersama Kevin.
Kevin keberatan, dia tidak setuju. Namun, Selena meminta agar Kevin mengalah dulu. Selena dan Lilian akan membujuk Erick.
Pertandingan judi se-Asia akan seera diadakan dalam waktu dua minggu lagi. Persiapan acara membuat Kevin sibuk. Meskipun detik-detik acara Kevin dan Erick semakin sering bertemu. Tapi, Erick terkesan menghindari Kevin. Dia bahkan hanya berbicara dengan Kevin jika hal itu penting saja. Ekin Cheng menjadi heran dengan perubahan hubungan mereka.
"Apa terjadi sesuatu di antara kalian?" selidik Ekin. Saat ini mereka masih rapat untuk persiapan di ruangan Kevin di kantor pusat, bukan di City of Dreams Casino.
"Tidak ada," jawab Kevin dan Erick serentak. Semakin membuat Ekin penasaran.
"Oh iya, mr. Young, apakah putri anda jadi anda jodohkan dengan Kevin?" tanya Ekin lagi. Mungkin dengan membahas ini Erick akan menjadi lebih bersahabat lagi.
"Putriku terlalu baik untuk dia," sindir Erick.
"Aku rasa, hanya aku pria yang cocok untuk putrimu," balas Kevin. Ekin bertambah dibuat bimbang, bukannya jadi lebih baik. Mereka justru perang kata-kata.
"Kau terlalu percaya diri, Kevin Kwok," ejek Erick.
"Bukan percaya diri, tapi, memang kami cocok, anda saja yang tidak bisa menerimanya," hina Kevin lagi.
"Atau mr. Young, kau telah mendapatkan calon lain buat putri dan keponakan anda?" Ekin menyeruput kopi yang telah disediakan oleh sekretaris Kevin.
"Ya,"
"Tidak mungkin," balas Kevin dan Erick serentak. Ekin terkejut dengan jawaban mereka sehingga membuat dia tersedak kopi.
"Sepertinya ada sesuatu yang terjadi di antara kalian," selidik Ekin. Karena sikap Erick dan Kevin yang aneh menurutnya.
"Tidak," serempak jawaban Kevin dan Erick lagi. Semakin menambah kecurigaan Ekin.
"Kalian benar-benar aneh," tawa Ekin. "Sebaiknya kita kita membahas kelanjutan pertandingan saja," putus Ekin.
***
Selena dan Lilian tengah mengajak Hope makan siang. Mereka makan di Restoran yang ada di ujung jalan menuju apartment. Hope telah pernah mereka ajak makan di sana dan Hope menyukainya. Makanya sekarang mereka makan lagi di sana.
Sejak siuman, Su Yi belum boleh diiazinkan untuk pulang karena kondisinya masih butuh perawatan ektra. Apalagi usia Su Yi yang sudah sangat sepuh membuat masa penyembuhannya lebih lama.
Mereka baru saja selesai menjenguk Su Yi. Astrid sedikit sibuk dengan pekerjaan barunya. Dan Astrid hanya bisa mengunjungi Su Yi pada akhir pekan.
"Hope mau apa?" tanya Lilian
__ADS_1
"Hope mau dim sum dan tom yam," jawab Hope, anak itu memang sedang suka-sukanya dengan tom yam.
"Aku mau La ji Zi dan Won ton," ujar Selena. Dia memang sedang ingin makanan khas China dua itu. La ji Zi merupakan hidangan yang sangat cocok bagi pecinta makanan pedas.
La ji Zi berarti ayam pedas kering, dan berbentuk daging ayam yang dipotong dadu dan digoreng kering.
Selama digoreng ditambahkan pula cabai Sichuan kering, pasta kacang pedas, paprika Sichuan, bawang putih, dan jahe.
Selain itu biji wijen panggang dan irisan daun bawang sering digunakan untuk menghias hidangan.
Sedangkan Won Ton atau yang lebih dikenal dengan nama pangsit adalah daging cincang yang dibungkus tepung terigu berbentuk lembaran.
Won Ton diolah dengan cara direbus dan disajikan bersama sup atau digoreng seperti kerupuk. Selain daging cincang isi dari Won Ton juga bisa berupa udang atau sayuran.
Bumbunya sendiri seperti kecap asin, saus tiram, dan minyak wijaen.
Entah kenapa Selena menginginkan makanan tersebut.
Lilian memesan makanan kepada pelayan. Mereka makan dengan tenang. Selesai makan mereka kembali ke apartment. Lilian melajukan mobil dengan santai karena jarak dari Restoran dan apartment tidak terlalu jauh.
Liliqn memarkir mobil dan mereka keluat dari mobil. Tiba-tiba segerombolan orang yang memakai topeng menyerang mereka.
"Lilian, awas!" teriak Selena kala seorang pria yang mencoba menusuk Lilian. Bersyukur Lilian bisa menghindarinya.
"Hope, masuk ke dalam mobil, Mama, tidak ingin Hope terluka," perintah Selena, di sela-sela perkelahiannya. Hope dengan patuh kembali ke mobil. Namun, sayang Hope langsung di culik dan di masukan ke dalam mobil. Melihat target mereka telah di dapat gerombolan orang-orang yang menyerang Selena dan Lilian langsung kabur dan secepat kilat masuk ke dalam mobil. Salah satu dari mereka melemparkan surat kepada Selena.
"Hope!" teriak Selena dan Lilian.
"Ayo kejar mereka," ajak Selena. Dia berlari menuju mobil. Diikuti oleh Lilian.
"Sial, mereka menusuk ban mobil kita," kesal Lilian, dia menendang ban yang kempes. Bukan hanya satu, tapi keempat ban mereka tusuk. Sepertinya kejadian hari ini telah di rencanakan.
Selena berlari mencoba mengejar mobil yang membawa Hope tersebut.
"Hope!" teriak Selena keluar dari parkiran mencoba mengikuti mobil itu. Lilian berlari di belakangnya.
"Selena, tidak ada gunanya, sebaiknya kita oihat surat yang dilemparkan mereka tadi," saran Lilian.
"Lalu, Hope?" isak Selena, dia takut terjadi sesuatu kepada putranya.
"Makanya, kita cari tahu, apa mau para penculik itu?" ajak Lilian.
Dia mencari surat yang tadi dijatuhkan para penculik Hope.
__ADS_1
"Lihat," tunjuk Lilian kepada surat yang diambilnya.
"Coba buka," cecar Selena tidak sabaran. Dia penasaran sekaligus ketakutan akan keselamatan sang putra.
'KAU HARUS KEMBALI BERMAIN DIPERTANDINGAN JUDI SE-ASIA DAN KALAH DI BABAK TERAKHIR, JIKA INGIN PUTRAMU SELAMAT, QUEEN OF GAMBLER'
Itu adalah isi surat dari penculik Hope.
"Apakah ini adalah surat dari orang yang ingin membunuhmu enam tahun yang lalu?" curiga Lilian.
"Entahlah, tapi sepertinya ya, dan dia telah mengetahui siapa aku sehingga dia menculik Hope," terang Selena.
"Itu artinya kau harus ikut bermain dan saat penentuan juara pertama dna runner up, kau harus kalah," ujar Lilian. Dia masih memegang surat itu. "Jadi apa yang akan kita lakukan?" tanya Lilian kembali.
"Aku akan menghubungi Kevin segera dan memberitahunya," sahut Selena, dia mengambil tasnya yang tadi jatuh saat bertarung. Lilian pun memungut tasnya.
"Aku akan menghubungi Paman," tawar Lilian.
"Apa itu artinya kau akan kembali bermain?" tanya Lilian sebelum menghubungi Erick. "Bukankah, Kevin melarangmu untuk bermain?"
"Mau tidak mau aku akan kembali bermain, diizinkan atau tidak oleh Kevin. Mereka menculik putraku Lilian," marah Selena.
"Aku rasa, pasti Kevin akan mengizinkan karena ini menyangkut nyawa putranya juga," ujar Lilian
🍒🍒🍒
Bagaiman nasib Hope?
Apakah Kevin akan mengizinkan Selena kembali bermain?
Siapa dalangbpenculikan Hope?
Sambil nunggu, ayo baca karya temanku dulu ya Ladies.
...BERTAHAN TERLUKA...
Pekanbaru
281122
23.39
__ADS_1