
Selena, Kevin dan Hope memasuki sebuah Restoran. Pelayan menyambut mereka dan mengarahkan mereka ke meja yang akan mereka duduki.
Hope melihat Astrid yang sedang makan bersama Feng. Hope melepaskan tangan dari genggaman Kevin. Dia langsung berlari menuju Astrid.
"Hope!" panggil Kevin, saat Hope berlari. Awalnya Kevin tidak melihat siapa yang menjadi tujuan Hope berlari. Setelah melihat Astrid dan Feng, Kevin paham.
"Di sana ada Astrid dan Feng," beritahu Kevin kepada Selena. Selena memperhatikan arah tunjuk Kevin.
"Apakah mereka menjalin hubungan?" tanya Selena.
"Entahlah, aku juga tidak tahu," jawab Kevin, dia mengajak Selena menuju arah Feng dan Astrid.
"Bibi!" sapa Hope dan langsung merangkul tubuh Astrid. Astrid terkejut karena Hope tiba-tiba memeluknya.
"Hope!" panggil Astrid. "Dengan siapa kau ke sini?" tanya Astrid, dia membalas pelukan Hope.
"Sama Mama dan Papa," tunjuk Hope kepada Selena dan Kevin yang berjalan ke arah mereka.
Feng juga melihat ke arah tunjuk Hope dan memang Kevin dan Selena ada di sini. Feng bingung karena tidak ingin Kevin dan Selena bertanya bagaimana bisa dia bersama Astrid.
"Feng, kalian makan di sini juga?" tanya Kevin.
"Eh, iya, Bos," balas Feng salah tingkah. Semoga saja Kevin tidak bertanya tentang dia yang bersama Astrid.
"Astrid!" sapa Selena kepada Astrid, dia memeluk tubuh Astrid. Selena seperti telah berpisah dari Astrid dan baru bertemu kembali. Ya, ingatan Selena telah kembali.
Astrid heran dengan perlakuan Selena.
"Sea maksudku Selena, ada apa?" heran Astrid.
"Aku telah mengingat kalian kembali," papar Selena.
"Benarkah? Aku senang mendengarnya," balas Astrid, dia membalas pelukan Selena.
"Bagaimana kalian bisa bersama?" curiga Kevin.
"I--tu," serempak Feng dan Astrid. Astrid telah melepaskan pelukan Selena.
"Kami bertemu di kantor, Astrid ternyata melamar pekerjaan untuk Fresh from the Sea," jelas Feng. Semoga Kevin tidak curiga. Tapi, kenapa dia harus takut, jika Kevin mengetahui bahwa dia dan Astrid tinggal bersama?
"Kau melamar di sana? Aku akan menghubungi manager HRD agar kau di terima," usul Kevin.
"Maaf mr. Kwok, tidak usah, saya ingin diterima bekerja karena memang saya pantas mendapatkannya," larang Astrid.
Feng semakin salut terhadap Astrid, dalam kondisinya sekarangpun dia tidak ingin memanfaatkan kebaikan Kevin.
"Baiklah, aku hormati keputusanmu," balas Kevin.
"Kau tinggal di mana sekarang?" tanya Selena. Terakhir mereka bertemu, Astrid memberitahu bahwa dia telah mendapatkan rumah kontrakan. Dan saat kunjungan Selena di weekend ke rumah Eleanorpun, Astrid telah pindah.
"Oh, i--tu," gugup Astrid. Tidak mungkin dia bilang bahwa dia tinggal bersama Feng. Apalagi dia juga tidak tahu, apakah Feng mengizinkannya memberitahu orang lain bahwa dia tinggal bersama Feng. Astrid melirik ke arah Feng, meminta bantuannya. Feng balas melihat Astrid.
"Dia tinggal bersama temannya," sela Feng. Astrid kecewa, ternyata Feng tidak ingin orang-orang tahu bahwa mereka tinggal bersama.
__ADS_1
"Bagaimana kau tahu?" curiga Kevin.
"Tadi aku sempat bertanya padanya," kilah Feng.
"Oh, syukurlah, aku mencemaskanmu," ungkap Selena.
"Aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir," ucap Astrid menenangkan Selena.
"Aku tahu, kau adalah wanita kuat, kalian adalah wanita yang membuatku salut," puji Selena.
"Kami telah selesai makan, Bos, anda makanlah," dalih Feng. Mereka harus segera keluar dari situasi ini, sebelum Kevin dan Selena memberikan banyak pertanyaan.
"Apa kalian akan pergi?" tanya Kevin.
"Ya, aku harus ke rumah orang tuaku," bohong Feng.
"Astrid, aku ingin menjelaskan kembali tentang kejadian saat itu, kau harus percaya, aku tidak menyukai Collin," beber Selena. Dia ingat belum menyelesaikan masalah ini dengan Astrid.
Feng dan Kevin yang mendengar nama seorang pria, menjadi waspada.
"Siapa Collin?" tanya Feng.
"Apa Collin menyukaimu?" tanya Kevin, yang serempak bertanya dengan Feng.
"Ya, aku tahu, kau tenang saja, aku tidak marah," ucap Astrid, mangabaikan pertanyaan kedua pria tersebut.
"Aku senang mendengarnya," lega Selena, dia kembali memeluk Astrid sebentar.
"Apakah Collin ini bandar di City of Dreams?" tanya Feng lagi. Collin yang dia kenal hanya Collin itu.
"Selena, apa Collin menyukaimu?" ulang Kevin.
"Ya," jawab Selena singkat.
"Lalu?" lanjut Kevin.
"Lalu, apa?" heran Selena.
"Apa kau menjadi orang ketiga dalam hubungan Astrid dan Collin?" terka Kevin.
"Tentu saja tidak, Astrid menyukai Collin dan Collin justru menyatakan suka padaku, dan aku menolaknya, apa kau puas?" kesal Selena.
Astrid yang berharap perasaannya terhadap Collin tidak diketahui Feng, hanya bisa pasrah saat Selena membeberkannya.
"Aku akan menegur Collin, agar tidak mendekatimu," putus Kevin.
"Itu tidak perlu, aku rasa dia sadar diri," bela Selena.
"Papa, Mama, kita kapan makan?" tanya Hope polos. Dia hanya memperhatikan orang-orang dewasa tersebut berbicara dan akhirnya berdebat.
"Maafkan, Mama, sayang, ayo kita pesan makanan," ajak Selena.
"Sebaiknya kami juga pergi," sahut Feng. Dia menarik tangan Astrid. Terus terang Feng kesal mengetahui Astrid memiliki pria yang disukainya. Tapi, nilai plusnya mereka belum menjadi sepasang kekasih. Feng harus bisa membuat Astrid menyukainya.
__ADS_1
"Ya, kami akan makan dulu," jawab Kevin. Dia mengikuti Selena dan Hope. Selena menghentikan langkahnya, dia ingat belum memiliki nomor ponsel Astrid.
"Astrid, berapa nomor ponselmu?" pinta Selena. Astrid menyebutkan nomornya dan Selena mencatatnya dan langsung menghubungi Astrid. "Itu nomorku, kau simpanlah," ucap Selena.
"Bye, Bibi," ujar Hope melambaikan tangan dan meninggalkan Astrid dan Feng.
Feng memanggil pelayan dan meminta bill. Feng membayar dan mereka keluar dari Restoran. Feng berpikir, apa pria seperti Collin yang disukai Astrid. Namun, menurut Feng dia lebih dari Collin.
Astrid hanya mengikuti Feng dari belakang, dia juga merasakan perubahan sikap Feng.
Apa Feng marah? Tapi kenapa dia marah?
Feng yang biasanya membukakan pintu mobil untuk Astrid, sekarang tidak lagi. Feng langsung masuk ke kursi mengemudi. Astrid masuk ke dalam mobil. Astrid melirik Feng. Namun, pandangan Feng kaku ke depan.
"Apa kau marah?" tanya Astrid tidak tahan karena Feng mengabaikannya.
"Untuk?" tanya Feng datar.
"Entahlah, aku hanya merasa kau kesal dan marah, apakah itu karena aku?" Astrid menatap ke arah Feng. Feng melihatnya sekilas.
"Apa yang kau sukai dari Collin?" tanya Feng, dia penasaran.
"Dia baik dan pria yang aku kenal hanya.dia," ungkap Astrid.
"Hanya itu?" yakin Feng.
"Kami tumbuh bersama dan dia selalu membantuku," balas Astrid lagi.
"Bagaimana denganķu?" tanya Feng.
"Kenapa denganmu?" heran Astrid.
"Bukankah aku juga baik?" cecar Feng.
"Ya," balas Astrid mengakui, jika bukan karena Feng, dia tidak tahu harus tinggal di mana? meskipun rumah Eleanor bisa menjadi alternatif baginya. Namun, pasti itu akan sangat tidak nyaman bagi Astrid.
"Lalu, Apa kau akan menyukaiku?"
🍒🍒🍒
Cie.. Cie, Feng gercep ini🤭
Aku mau up lagi tapi kalian wajib nongon iklan dan kasih kopi ya😘
Sambil author up, kalian wajib mampir ya ke karya teman author ya.
...DIKEJAR DUDA...
Pekanbaru,
241122
__ADS_1
08.08