
"Lili, ini bukan seperti yang kau bayangkan," cemas Selena. Dia bingung bagaimana menjelaskan ini kepada Lilian. Jika dia saja tidak mengerti? Dia hanya bermimpi dan sekarang mimpi itu ternyata nyata.
"Tidak seperti yang dibayangkan? Kau jelas-jelas sudah ketahuan bersama pria dengan kondisi seperti ini," tunjuk Lilian kepada Selena kemudian berganti kepada Kevin. Selena yang hanya menutupi tubuh dengan selimut dan si pria setengah telanjang.
Bagaimana Lilian tidak berpikir atau membayangkan hal aneh? Fakta telah menampilkan buktinya.
Kevin sendiripun bingung kenapa dia bisa berada di kamar Sea? Kemarin malam rasanya dia ke Apartmentnya. Setelah Feng mengantarnya pulang.
Tadi malam setelah bertemu rekan bisnis dan rekan bisnisnya mengajak untuk minum-minum sebagai tanda berhasilnya kerja sama mereka.
Kevin mencoba untuk mengingat-ingat lagi kejadian semalam. Rasanya dia juga seperti bermimpi, bercinta dengan Selena Young. Lalu, kenapa Selena berubah menjadi Sea?
"Tapi, aku benar tidak tahu dengan apa yang terjadi, Lili, aku hanya merasa bahwa aku tertidur dan bermimpi," cicit Selena, seharusnya dia menambahkan bahwa dia bermimpi erotis dengan pria Dubai dan ternyata dia benar bersama pria itu.
"Jangan mengelak lagi Selena Young, kau jelas-jelas sudah ketahuan!" teriak Lilian menuduh Selena.
"Apa? Selena Young?" Kevin yang mendengar Lilian menyebut nama Selena Young, tidak percaya bagaimana Sea bisa menjadi Selena Young. Wanita yang dicarinya selema enam tahun ini. Nama tersebut tidak akan pernah Kevin lupakan meskipun wajahnya samar-samar dilupakan Kevin.
"Ya!" jawab Lilian. "Ada apa? Kenapa kau begitu terkejutnya mendengar nama itu?" tanya Lilian.
Selena hanya terdiam dia ingin membujuk Lilian dulu, agar jangan memberitahu ayahnya.
"Apa kau Selena Young pemilik ini?" Kevin mengeluarkan kalung dengan inisial SY yang selalu di simpannya. Lilian tidak percaya jika kalung itu bersama Kevin. Bagaimana bisa?
"Bagaimana bisa kalung itu ada padamu?" Lilian kemudian menatap tajam Selena, tanda menuduh dan meminta penjelasan?
"Mr. Kwok, sebaiknya kau keluar dulu, aku ingin berbicara dengannya," usir Selena kepada Kevin.
"Cukup Kevin saja, dan aku yang harus berbicara padamu, penting," putus Kevin.
"Aku yang ingin tahu, kenapa kalung Selena ada padamu?" cecar Lilian lagi.
"Karena dia meninggalkannya, di kamar setelah kami bercinta, dan dia kabur, bahkan saat aku melihatnya di Platinum Heritage, Dubai," ungkap Kevin.
Apakah Kevin ayah dari anak Selena? Karena dari cerita Collin Selena tidak menikah.
"Apakah, dia ayah dari putramu, Selena Young?" hardik Lilian.
__ADS_1
"Putra?" serentak Selena dan Kevin.
"Ya, pasti anak itu putra kalian!" tebak Lilian.
"Tunggu aku tidak mengerti, sebenarnya dia Selena Young atau Sea?" Kevin mencoba meminta penjelasan.
"Ya, dia orang yang sama," balas Lilian.
"Lalu, kenapa dia tidak mengenalku?" heran Kevin. Karena tidak mungkin Sea melupakannya karena baru beberapa bulan berlalu.
"Seperti yang pernah kau katakan dia amnesia, enam tahun yang lalu kami mencarinya, dan baru sekitar satu bulan yang lalu aku menemukannya, sayang dia tudak ingat denganku ... dia mengalami kecelakaan dan saat terbangun, dia tidak ingat kejadian enam tahunnya," jelas Lilian.
"Jadi seperti itu," paham Kevin. "Lalu, putra maksudmu? Apa Hope anakku?" tanya Kevin kepada Selena.
"Aku tidak tahu, bahkan kau tidak ingat pernah punya anak," ucap Selena.
"Selena jujur, apa yang kau ingat tentang pria ini? Aku telah bertemu dengan tetanggamu di desa Venetia, kau bahkan tidak menikah, keluarga yang menampungmu menemukanmu dan satu bulan setelah itu kau hamil, jadi bisa aku simpulkan bahwa kau bersama seseorang sebelum itu? Apa Stephen?" cecar Lilian lagi.
"Tidak, aku--saat di Dubai Stephen memberiku sesuatu dan aku bertemu Kevin dan kami--kau tahu maksudku, aku menghindarinya--agar kau tidak tahu," beber Selena menarik nafas.
"Jadi bisa dipastikan pria ini ayah anakmu," putus Lilian.
"Apa yang kau lakukan?" Lilian mendorong tubuh Kevin agar menjauh dari Selena.
"Bagaimana kau tahu namaku? Aku saja baru mengetahui namamu kemarin," heran Selena.
"Tentu saja--sekarang aku ingat, kau wanita yang memberi tahu nama Selena saat di balon udara, begitu kembali ke Hong Kong aku mencari tahu semua wanita Macau dengan nama Selena dan saat melihat foto pada identitas Selena Young, aku yakin kau orangnya, ditambah kalung ini," ungkap Kevin.
Lilian paham, jadi pria ini ternyata bertanggung jawab juga.
"Dan kau kenapa justru kabur darinya," selidik Lilian.
"Kau tahu sendiri, jika papa tahu. Matilah aku," jawab Selena.
"Aku akan menikahimu, sebelumnya kita harus mencari anakku," putus Kevin.
"Kenapa kau seenaknya memutuskan?" hardik Selena.
__ADS_1
Ponsel berbunyi lagi, mereka saling melirik. Selena melihat ponselnya bukan dia. Kevin mencari dan melihat bahwa Feng yang menghubunginya.
"Bos, aku telah berada di Apartmentmu. Tapi, kau tidak ada?" tanya Feng, dia heran karena semalam dia yakin mengantar Kevin. Mwskipun hanya sampai parkiran. Sesuai instruksi Kevin.
"Pergilah ke kantor dulu, aku sedang ada urusan penting ... Aku ingin kau mencari Astrid dan Hope," perintah Kevin.
"Kalau boleh saya tahu, untuk apa, Bos mencari mereka," tanya Feng hati-hati. Feng akan memberitahu kepada Eleanor.
"Kau tidak perlu tahu ... kerjakan saja yang aku perintahkan." Kevin menutup teleponnya.
"Kau tidak bisa memtuskan begitu saja!" teriak Selena lagi, begitu Kevin selesai berbicara di ponsel.
"Tentu saja, kau memiliki anak denganku ... dan jika aku tidak salah ingat, kita telah tidur bersama untuk kedua kalinya ... Kau bahkan menikmatinya," beber Kevin tersenyum. Kevin mencari kemejanya dan memakainya.
"Kau! Dasar mesum!" hardik Selena. Lilian hanya menjadi penonton perdebatan mereka.
"Kau memang harus menikah dengannya," putus Lilian menengahi. Kevin senang dengan pembelaan Lilian.
"Tapi kenapa aku harus meikah dengannya?" tolak Selena. Dia bahkan tidka mengenal pria ini, meskipun Selena akui, permainan Kevin sangat memuaskan.
"Agar paman tidak membunuh kita, dan semoga saja kejadian kedua ini tidak membuatmu hamil lagi," ujar Lilian. Selena memandang Kevin, berharap Kevin memakai pengaman kali ini.
"Aku tidak memakai pengaman," sahut Kevin seolah-olah mengetahui arti tatapan Selena.
"Pria macam apa kau--selalu saja tidak memakai pengaman," marah Selena. Dia ketakutan, jika pertama saja berhasil, apa yang kedua juga?
"Karena aku tidak ada rencana bercinta," bela Kevin.
"Stop, sebaiknya kita mulai, mencari anak kalian!" Lilian memutus perdebatan mereka.
"Kau benar, aku akan ke Apartmentku untuk berganti pakaian," ujar Kevin. Dia mencium bibir Selena sekilas dan keluar dari Apartment itu. Lilian hanya bisa memelot, jika dia membawa pistol pasti sudah menodongkannya ke kepala Kevin.
🍒🍒🍒
Bingung mau koment apa 👉👈 kalian aja yang koment dan kasih hadiah ya! Wajib! Author maksa pake 🔪🤭. Kabur ah 🏃♀️
Pekanbaru
__ADS_1
131122
07.59