
Hi happy Monday, seperti biasa aku ingatkan kalian buat VOTE dan berikan buat momnya Selena dan Kevin. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘
🍰🍰🍰
"Sebaiknya kalian jangan mengganggu kami!" teriak Astrid, dia masih membekap Hope dan menempelkan tangan di telinga Hope, supaya dia tidak mendengarnya.
"Belum pernah," jawab Selena.
"Sebaiknya kita duduk. Pesankan ice creamnya mr. Li.," sahut mr. Khoo kepada Feng.
"Kalian mau rasa apa?"
"Vanila," ujar Kevin dan Hope serempak. Semua memandang Kevin dan Hope. Feng merasa pernah membelikan ice cream vanila dulu untuk Kevin, di tempat ini.
Astrid sedikit merasa Hope mirip dengan mr. Kevin. Tapi tidak mungkin mr. Kevin adalah ayah Hope? Dan lagian kenapa Kevin tidak mengenal Selena jika mereka ada hubungan. Mungkin hanya kebetulan saja Hope mirip dengan Kevin.
"Coklat," ucap Selena.
"Strawberry," ujar Astrid.
"Saya campur coklat dan strawberry," ujar mr. Khoo.
Feng menuju tempat pemesanan. Sea mengajak Hope duduk di sampingya. Kevin ikut duduk di meja yang sama. Akhinya Astrid dan Kepala Desa duduk di meja lain.
Feng meletakan ice cream sesuai pesanan dan duduk di kursi bersama Astrid dan kepala desa. Mereka memandang Selena dan Kevin. Mereka seperti melihat satu keluarga.
"Apa hanya aku yang berpikir bahwa mereka terlihat seperti keluarga?" celetuk Astrid yang menyendok ice cream dan memasukannya ke mulut.
"Tidak, aku juga merasa seperti itu," jawab mr. Khoo.
__ADS_1
"Ya, kalian benar, karena aku juga merasakan hal yang sama." Feng memandang bosnya bergantian dengan Hope. Andai Feng memiliki foto masa kecil Kevin, pasti Feng akan segera tahu bahwa Hope seperti foto copy Kevin kecil.
"Sayang sekali, Sea tidak ingat siapa dirinya," celetuk Astrid sambil menghela nafas kasar.
"Maksudnya?" Feng sedikit penasaran.
"Ya, Sea, mengalami--,"
"Ayo pergi, aku baru ingat kalau ada janji dengan ibuku." Kevin memotong pembicaraan Astrid. Padahal Feng sangat penasaran, terutama dengan kemiripan Hope dengan Kevin.
"Baik." Feng berdiri.
"Kalian nikmati saja ice creamnya."
"Terima kasih, Papa," ujar Hope tanpa sadar membuat Kevin berhenti. Cuma dia pikir dia salah dengar.
"Hope, jangan sembarangan berucap, papa," tegur Selena.
"Dia orang baik, Hope mau dia jadi papa Hope," ujar Hope tanpa merasa bersalah.
***
Kevin memasuki rumah orang tuanya. Dia langsung menuju ruang keluarga, di sana Eleanor, ibu Kevin tengah menonton siaran gosip bersama Rachel.
"Ma!" panggil Kevin. Eleanor dan Rachel melihat arah suara Kevin.
"Oh, kau sudah pulang, duduk sini," ajak Eleanor, sambil menepuk kursi di sebelahnya agar Kevin duduk di sana.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Rachel.
__ADS_1
"Baik," jawab Kevin.
"Dari mana, sayang?" Eleanor memastikan kedatangan Kevin.
"Dari desa Venetia,"
"Oh desa untuk project Fresh from the Sea?" tanya Rachel.
"Ya ... bagaimana dengan persiapan pertandinganmu?" Kevin duduk di samping ibunya
"Masih lama, ini sedang mempersiapkannya." Rachel memberikan minuman kepada Kevin.
"Kev, besok malam mau ya, ketemu sama anak teman Mama?" tanya Eleanor, dia mulai khawatir dengan usia Kevin yang telah mencapai tiga puluh tiga tahun.
"Besok, Kevin akan ke kasino, Ma," elak Kevin.
"Besok kamu ke kasino? Aku juga," beritahu Rachel.
"Ya, tahun ini pertandingan judi se-Asia, di City of Dreams Casino. Memangnya kau tidak tahu?" tanya Kevin.
"Sebenarnya kami, para peserta akan diberitahu sebulan sebelum acara dan ini masih lama," jelas Rachel.
"Seharusnya aku tidak memberitahumu ... By the way, tentang queen of gambler, apa kau pernah bertemu dengannya?"
"Tentu saja, setiap pertandingan, aku akan selalu bertemu dengannya. Hanya saja wajahnya tetap tidak ada yang tahu. Dia dan asistennya selalu memakai topeng dan penjagaan mereka sangat ketat," jelas Rachel lagi. Dia mengambil remote.
"Bagaimana kalau tahun ini dia muncul?"
🍒🍒🍒
__ADS_1