
"Kenapa kalian keluar dari sana?" curiga Erick Young. Membuat Selena dan Lilian terkejut. "Bukannya kau bilang Selena pergi makan?" Tatap Erick kepada Lilian kemudian Selena.
"I-tu, Papa, tetangga kami ini memasak makanan yang banyak, dan dia mengajakku makan," bohong Selena. "Papa, kapan sampai?" Dia merangkul lengan Erick dan mengajaknya masuk kembali ke dalam apartment. "Apa Papa sudah makan?" tanya Selena. Mereka duduk di kursi tamu.
"Sudah, sebelum ke sini, Papa, telah makan," jawab Erick. Jantung Lilian tidak berhenti berdetak, dia takut ketahuan Erick atau takut Erick curiga dan kembali bertanya.
"Kau pergi makan, dan tidak membawakan untuk Lili?" tanya Erick.
"Tidak perlu, Paman, aku telah lebih dulu makan dari Selena." Lilian tidak sepenuhnya bohong karena dia memang telah makan.
"Papa, kenapa ke Hong Kong?" tanya Selena basa-basi. Meskipun secara garis besar Lilian telah memberitahu bahwa Erick ada urusan di Hong Kong.
"Papa, ada urusan, ini tentang pertandingan judi se-Asia. Panitia acara ingin mengundang Papa untuk membuka pertandingan, jadi konsepnya nanti alumni akan memulai permainan persahabatan sebelum pertandingan dimulai," jelas Erick.
"Kapan dan di mana, Papa, bertemu mereka?" tanya Selena.
"Besok di City of Dreams," balas Erick. "Lili, ambilkan untuk Paman minum," suruh Erick. Lilian dan Selena yang saling melirik karena terkejut Erick akan ke City of Dreams.
"Baik, Paman." Lilian ke dapur dan mengambilkan air mineral.
"Kau sendiri bagaimana? Apakah telah menemukan keluarga yang menampungmu?" tanya Erick.
"Ingatanku telah beransur pulih, Papa," balas Selena.
"Apa? Kau telah ingat kejadian enam tahunmu? Ini, Paman." Lilian menyerahkan botol berisi air mineral kepada Erick.
"Ya, sedikit demi sedikit, belum semuanya, aku ingat rumah keluarga yang menampungku terbakar," jelas Selena.
Apakah ini saatnya dia memberitahu bahwa dia memiliki anak?
"Lalu, di mana mereka sekarang?" tanya Erick.
"Besok aku akan mencaritahunya, aku ingin memastikan sesuatu," elak Selena. Dia belum sanggup memberitahu ayahnya tentang Hope.
"Segera selesaikan dan cepat kembali," tegas Erick. "Ngomong-ngomong bagaimana dengan pertandingan judi tahun ini? Papa akan menjawab undangan untuk kau maju kedalam pertandingan," bujuk Erick.
"Papa, tentang itu--aku tidak ingin ikut bermain lagi," cicit Selena. Lilian dan Erick menatap Selena heran.
"Kenapa?" serempak Lilian dan Erick.
"Itu karena aku tidak yakin dengan kemampuanku lagi setelah enam tahun tidak bermain," elak Selena memberikan alasan. Padahal karena dia takut dengan ancaman Kevin. Selena tidak ingin berpisah dengan anaknya.
"Jangan sembarangan, Papa, tahu kemampuanmu, tanpa berlatihpun kau akan menang," puji Erick.
"Papa, terlalu tinggi menilaiku, aku tidak bisa seperti dulu lagi," jelas Selena.
"Kalau kau ragu, Papa, akan melatihmu kembali," tawar Erick. "Pertandingan kali ini akan diadakan di City of Dreams," info Erick.
__ADS_1
Apa di City of Dreams? Bakal ketahuan Kevin jika di sana pertandingan diadakan. Aku harus mencari cara untuk tidak ikut.
"Paman benar, Sel, kau bisa berlatih dengan Paman," rayu Lilian. Dia juga sudah kangen kembali ke arena permainan, meskipun bukan dia yang bermain. Selena menendang kaki Lilian dan memberinya kode, untuk membantunya. "Tapi, aku rasa Selena ada benarnya juga, Paman, dia pasti belum siap karena terlalu lama fakum," bela Lilian untuk Selena.
"Banar Papa, aku tidak suka lagi untuk bermain," bujuk Selena.
"Terserah kau saja, mungkin kau bisa kembali bermain dua tahun lagi," ucap Erick.
"Papa, sebenarnya, aku ingin mundur dari dunia judi!" terang Selena ragu.
"Apa? Kenapa?" tanya Erick.
"I--tu, aku tidak bisa menjelaskannya, hanya saja sejak aku amnesia, aku tidak ingin lagi bermain," jelas Selena.
"Apa kau akan mengumumkan untuk berhenti?" tanya Lilian.
"Papa yang akan melakukannya untukku," pinta Selena karena saat dia mulai terjun ke dunia judi. Ericklah yang membukakan pintu, maka saat mundur seharusnya Erick juga yang melakukannya.
"Baiklah, ada bagusnya juga jika kau mundur dan menjalankan hari dengan normal. Papa, telah mengatur dua pria untuk berkenalan dengan kalian," ucap Erick.
"Apa maksud, Paman?" heran Lilian.
"Kalian harus segera menikah, jadi Paman telah mencarikan jodoh untuk kalian dan mengatur pertemuan," urai Erick. "Papa, akan tidur dulu., tunjukan kamar yang mana yang Paman akan tempati, Lili?" Erick langsung berdiri. Lilian mengarahkan Erick menuju kamarnya.
***
"Halo," jawab Seleรฑa. Dia tidak melihat siapa yang menghubunginya.
"Mama, di mana?" tanya Hope diseberang sana.
"Hope, Mama ada keperluan, mungkin satu minggu Mama tidak tinggal di sana," beritahu Selena.
"Hope tidak mau, Hope mau Mama sekarang, jika tidak Hope tidak akan mandi," ancam Hope.
Selena segera bangun, dia berencana mengganti pakaiannya.Tidak ada. Selena baru ingat bahwa dia telah memindahkan pakaiannya ke apartment Kevin.
Selena keluar dan melihat bahwa kamar Lilian dan ayahnya masih tertutup. Selena segera keluar dan memasuki unit apartment Kevin. Selena segera menuju kamar Hope.
"Hope!" panggil Selena. Kevin tengah membujuk Hope agar mandi.
"Mama, kenapa Hope tidur di kamar ini? Dan Mama kemana?" cecar Hope, dia langsung memeluk Selena.
"Kemarin malam, kamar Papa kotor jadi Hope dipindahkan," bohong Selena.
"Betulkan yang Papa katakan." kesal Kevin. Dia tadi juga memakai alasan itu untuk membujuk Hope dan tidak berhasil.
"Ayo Hope, pergi mandi, Mama akan menyiapkan pakaianmu," perintah Selena. Hope segera menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Bagaimana Papamu? Apakah dia telah kembali ke Macau?" tanya Kevin.
"Belum, dia akan bertemu teman-temannya," beritahu Selena. Selena ragu untuk memberitahu Kevin jika Papanya akan ke City of Dreams. Jika dia memberitahu hal itu, tentu akan menjadi pertanyaan bagi Kevin.
"Jadi kapan kau akan memperkenalkan kami?" tanya Kevin.
"Nanti, aku akan memperkenalkan kalian, sekarang bantu aku agar Hope tidak mencariku, aku tidak bisa tinggal di sini selama papa di apartment kami," rayu Selena.
"Baiklah, aku akan mencobanya, aku akan mandi dan bersiap-siap ke kantor." Kevin menuju kamarnya.
Selena memakaikan pakaian untuk Hope. Setelah itu dia juga mandi dan berganti pakaian. Selena mengambil beberapa pakaiannya.
"Hope pergi sarapan dengan Papa, Mama ada keperluan," bujuk Selena. Hope hanya mengangguk patuh.
Selena meninggalkan apartment Kevin dan kembali ke unitnya.
"Oh, kau dari luar? Papa kira kau masih tidur, ayo kita pergi sarapan," ajak Erick. "Coba lihat, apakah Lili telah selesai?" suruh Erick.
Selena menuju kamar Lilian dan mengajaknya untuk sarapan.
"Aku titip ini di kamarmu," sahut Selena.
"Apa itu?" tanya Lilian.
"Beberapa pakaianku," jawab Selena. "Ayo keluar, sebelum Papa memarahi kita," ajak Selena.
"Sebaiknya kita makan di lantai bawah saja," usul Lilian.
Mereka menuju lantai bawah apartment yang memang memiliki Restoran.
Mereka memesan sarapan dan makan dengan tenang.
"Mama!"
๐๐๐
Nah loh, Erick udah punya calon sendiri untuk Selena dan Lilian.
Jangan lupa mampir ke karya teman author ini ya!
Pekanbaru
241122
23.37
__ADS_1