One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
Kebablasan


__ADS_3

Feng yang memang penasaran beberapa minggu ini, akhirnya ******* bibir Astrid dengan rakus. Astrid hanya pasrah karena dia juga menginginkan Feng menyentuhnya.


Feng membalikan tubuh Astrid hingga posisi menjadi terbalik. Sekarang Feng yang berada di atas tubuh Astrid. Feng mencium leher Astrid, saat Feng mencoba membuka kancing baju Astrid. Listrik kembali menyala, membuat kesaradaran Feng dan Astrid kembali.


Feng bangkit dan berdiri dari tubuh Astrid. Dia memberikan tangannya untuk membantu Astrid berdiri. Rambut dan pakaian Astrid telah acak-acakan.


"Ayo kita pergi!" ajak Feng. Dia memungut ponselnya yang jatuh.


"Apakah rusak?" tanya Astrid, sambil merapikan rambut dan pakaiannya. Bagaimanpun ponsel Feng jatuh karena Astrid.


"Tidak apa-apa," jawab Feng. Mereka meninggalkan ruangan kantor.


Feng membukakan pintu untuk Astrid. Mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing. Malu? Tentu saja. Astrid merutuki kebodohannya.


Apakah Feng akan menganggapnya murahan?


Meskipun hal tadi adalah pengalaman pertama bagi Astrid. Pergaulan Astrid sangat terbatas, dia di desa Venetia tidak banyak pria lajang yang dapat dijadikan kekasih. Apalagi, Astrid yang saat itu hanya melihat Collin.


Feng melajukan mobil dengan pikiran masih mengingat kejadian tadi. Feng sedikit lega karena Astrid tidak marah. Dan Feng dapat merasakan Astrid membalas ciumannya meskipun kaku.


Apa itu pengalaman pertamanya? Tapi, tidak mungkin mengingat usianya bukan gadis belia. Astrid berumur dua puluh tujuh tahun.


Feng menghentikan mobil saat mereka telah sampai. Feng membukakan pintu untuk Astrid.


"Ayo turun," ajak Feng, saat melihat Astrid hanya diam. Astrid yang tengah melamun menjadi terkejut.


"Oh, sudah sampai?" Astrid malu sendiri karena masih saja menghayal.


Apa Feng menyukainya? Atau hanya karena situasi yang membuat mereka berciuman?


Astrid turun mengikuti Feng, mereka menaiki lift dan menuju unit Feng. Feng menekan password dan begitu pintu terbuka, Astrid langsung masuk.


Astrid melepas sepatu dan mengganti dengan sendal santai. Astrid berjalan ke dalam. Dia mematung di ruang tamu. Feng yang masuk heran karena melihat Astrid berdiri diam. Feng melihat ke arah tatapan Astrid.


"Anita!" seru Feng saat melihat seorang wanita dengan pakaian sexy telah berada di ruang tamunya.


"Aku ke sini seperti biasa, apa kau lupa ini tanggal berapa?" sindir Anita. "Tapi, sepertinya kau telah punya pasangan untuk menemanimu malam ini," ejek Anita. Dia melirik Astrid dari atas sampai bawah.

__ADS_1


"Astrid!" cicit Feng. Astrid hanya diam, dia bingung, dia ingin masuk ke dalam kamarnya. Entah mengapa kakinya seperti dipaku dan tidak bisa digerakan.


"Boleh juga wanita barumu ini, apakah sekarang aku tidak dibutuhkan lagi?" ulang Anita.


"Siapa dia?" Akhirnya Astrid bertanya karena penasaran. Bagaimana wanita ini bisa masuk ke apartment Feng.


Apa dia kekasih Feng? Jika Feng memiliki kekasih, kenapa dia mencium Astrid seperti tadi. Astrid bahkan menjadi berharap.


"Oh, tenang saja, aku hanya wanita yang selalu di sewa Feng, dan setiap bulan di tanggal ini, aku selalu ke apartmentnya. Kau tahu pria butuh melepaskan--,"


"Diamlah, Anita!" potong Feng. Memotong ucapan Anita yang tanpa malu. Tapi, dia tidak bisa disalahkan juga karena memang itu pekerjaannya.


"Apa sekarang gadis ini akan menggantikan tugasku?" ejek Anita lagi tanpa memperdulikan Feng.


"Ya, mulai sekarang kau dipecat menjadi pemuasnya," jawab Astrid sebelum Feng menjawabnya.


Feng melirik Astrid, apa maksud Astrid, apa Astrid tidak waras?


"Baiklah, yang penting kau jangan lupa mentransfer uangku meskipun aku belum memberikan service. Jangan lupa uang pensiunnya. Sekarang aku bisa mengambil pelanggan lain," ucap Anita. Dia memang hanya melayani satu pria dengan kontrak tertentu, karena para pria yang menyewanya adalah laki-laki yang tidak ingin mendapatkan penyakit.


Kevin dan Feng adalah pria seperti itu. Mereka akan memeriksa wanita yang akan mereka pakai, jika bersih maka akan diajukan kontrak bahwa selama bersama mereka si wanita tidak boleh dengan pria lain. Feng dan Kevin akan membuat jadwal dia bersama wanita tersebut. Seperti sekarang ini adalah jadwal Anita memuaskan Feng.


Astrid menatap Feng tidak percaya, dasar laki-laki, umpat Astrid.


"Pergilah, dia akan membayarmu sesuai perjanjian kalian," usir Astrid, entah keberanian dari mana dia mengusir Anita yang notabene adalah wanita yang akan menyenangkan Feng.


"Apa yang kau katakan? Apa kau sudah gila?" hardik Feng kepada Astrid. Apa dia tidak salah dengar, bahwa Astrid akan menggantikan tugas Anita.


"Ya, aku memang sudah gila." Astrid membalikan badan dan menghadap ke arah Feng.


"Sebaiknya aku segera pergi, kalian selesaikan saja masalah kalian, jangan lupa menstransferku," pamit Anita. Dia meninggalkan apartment Feng.


"Astrid!" panggil Feng. "Apa kau sadar dengan yang kau katakan?" Feng mendekati Astrid.


"Ya, biarkan aku jadi wanita pemuasmu." Astrid menjinjitkan kaki dan menarik kepala Feng agar mendekat kepadanya. Astrid mencium bibir Feng dengan brutal. Namun, kaku.


Astrid berpikir diluar kendalinya, entah kenapa dia tidak rela jika Feng bersama wanita itu. Sehingga membuat Astrid nekad mengatakan hal tadi.

__ADS_1


Feng yang memang telah menginginkan Astrid membalas ciuman itu. Feng menggendong Astrid ke dalam kamarnya. Dia membuka pakaiannya dengan tergesa dan saat dia akan membuka pakaian Astrid.


"Kau bisa mengatakan mundur sekarang, karena jika aku telah memulainya, maka kau tidak bisa berhenti," tegas Feng.


"Aku tidak akan mundur," tantang Astrid. Dia telah siap melepas keperawanannya. Meskioun terlambat, setidaknya dia melakukannya dengan pria yang disukainya.


Mereka melakukannya, setelah puas Astrid menuju kamar mandi Feng. Dia menarik pakaian yang terkena noda darah dna mencucinya di kamar mandi. Astrid lupa menekan tombol kaca kamar mandi, sehingga Feng bisa melihat apa yang dilakukan Astrid.


"Tidak apa-apa, Astrid, kau tidak boleh menyesal," ucap Astrid menenangkan diri. Dia baru sadar dengan hal gila yang terjadi dan setan apa.yang merasukinya.


Apa nenek akan memarahinya?


Feng yang mendengar gerutuan Astrid hanya tersenyum sambil memandang wanita itu membersihkan noda darah dibajunya.


Feng merasa beruntung, dia akan membuat Astrid betah bersamanya. Sampai dia bisa membujuk Astrid untuk menikah dan melupakan si Collin itu.


"Semua akan baik-baik saja, jangan cemas, tidak akan terjadi apa-apa," ulang Astrid kembali. Dia memperhatikan bajunya dna puas noda darah telah hilang.


Astrid mengisi air panas untuk mandi, dia memasuki bathtube dan membenamkan kepalanya di dalam sana. Feng yang tidak tahan dengan tingkah Astrid, akhirnya masuk ke dalam kamar mandi dan bergabung dengan Astrid.


"Apa yang kau lakukan? Pergilah, aku mau mandi," usir Astrid. Feng mengabaikannya.


"Aku bisa membantumu membersihkan diri," bujuk Feng sensual.


🍒🍒🍒


Kebablasan deh mereka.


Ini udah bab ketiga hari ini, kalian wajib kasih author kopi, pisau dan nonton iklan 10 ( pemaksaan 🤭 )


Silahkan mampir ke karya teman author, WAJIB ya!


...ISTRI YANG TAK DIANGGAP...



Pekanbaru

__ADS_1


251122


19.00


__ADS_2