
Rachel memasuki City of Dreams Casino. Dia menyapa beberapa karyawan di sana. Rachel menghampiri salah satu meja.
"Hi Nona Rachel," sapa mr. Wong kepada Rachel.
"Hi mr. Wong, apa kau memenangkan permainan kemarin?" tanya Rachel.
"Tidak," jawab mr. Wong tidak semangat.
"Kenapa? Bukankah kau selalu menang?" sanjung Rachel.
"Kau lama tidak ke sini, jadi tidak tahu," sungut mr. Wong.
"Benar, nona Rachel jarang ke sini, mungkin sibuk menyiapkan pertandingan," sindir yang lain.
"Hah, sepertinya aku ketinggalan banyak informasi," rajuk Rachel.
"Ada pendatang baru di sini, seorang wanita, sejak dia mulai main dan sampai tadi malam ... Selalu saja dia yang memenangkan permainan," kesal mr. Wong. Dia termasuk orang yang dirugikan dengan kehadiran Selena.
"Apakah dia sehebat itu?" ledek Rachel.
"Mungkin jika bermain melawanmu, dia tentu saja kalah," puji mr. Wong.
"Lihat, itu dia datang!" tunjuk yang lain ke arah pintu masuk. Di mana Selena yang datang sendiri. Sejak kejadian kemarin Selena memutuskan untuk sendiri ke City of Dreams Casino. Astrid masih tidak mau berbicara padanya. Selena membiarkan saja, mungkin Astrid butuh waktu untuk menjernihkan pikirannya.
"Dia?" tunjuk Rachel kepada Selena.
"Ya, itu dia, apa kau kenal? karena mr. Kwok mengenalnya," ungkap mr. Wong.
"Tidak--aku tidak mengenalnya," balas Rachel.
Kenapa gaya berjalannya mengingatkan aku pada seseorang ya?
Selena menuju meja mr. Wong. Pemain di meja tersebut kesal karena Selena di meja mereka lagi.
"Apa anda, ingin bermain dengan kami, nona Rachel," ajak mr. Wong. Dia ingin pemain baru ini sadar diri bahwa dia bukan apa-apa?
"Baiklah. Aku akan mencoba ikut bermain," putus Rachel. Dia sedikit penasaran akan kemampuan wanita yang menjadi buah bibir ornag-orang ini. Selena hanya tersenyum kepada Rachel karena dia tidak mengenal Rachel.
Mereka bermain, babak pertama Selena dan Rachel masih sama-sama bertahan.
Boleh juga wanita ini? Aku merasa pernah bermain dengan seseorang yang memiliki gaya permainan seperti ini.
Rachel terus mengamati permainan Selena. Selena bermain dengan tenang. Selena tidak menyadari bahwa jika Rachel memperhatikannya. Rachel ingat sesuatu.
Apakah dia queen of gambler? Jika wanita ini queen of gambler, kenapa harus sekarang dia kembali? Ke mana dia selama ini? Aku harus menyelidikinya.
__ADS_1
Mereka terus bermain, entah kenapa Rachel tidak ingin kalah. Para pemain lainpun ikut tegang karena cukup lama mereka bermain dan para wanita ini belum menunjukan siapa yang akan menang?
"Nona, sebaiknya kau mundur karena yang kau lawan sekarang adalah pemenang pertandingan judi se-Asia," ejek mr. Wong kepada Selena. Dia berharap Selena mundur.
Berarti wanita ini pejudi internasional? Seharusnya aku tidak usah ikut main tadi.
Selena mencoba menenangkan diri, agar tudak gugup. Selama bermain di sini, baru kali ini dia mendapat lawan yang tangguh.
"Rachel!" sapa Kevin yang baru keluar dari ruang kerjanya. Kevin memang sering ke kasino karena tempatnya akan menjadi tempat diadakan pertandingan judi se-Asia.
Kevin menuju arah permainan Selena dan Rachel.
"Apa anda ingin ikut bermain juga, mr. Kwok?" tanya pemain yang lain.
"Apa kalian menyindirku? Kalian tahu aku tidak bisa bermain," terang Kevin. Kevin heran karena Sea akhir-akhir ini sering bermain di sini.
Apa terjadi sesuatu? Apa mereka tidak melaut lagi? Kevin ingin bertanya, tapi, itu tidak etis.
"Anda, aneh mr. Kwok, anda tidak bisa bermain judi tapi bisa mendirikan kasino yang sukses dan nomor satu di Hong Kong," puji mr. Wong.
"Hanya jiwa, bisnisku yang bagus," ucap Kevin. "Aku perhatikan kalian, sepertinya bermain dengan senang, siapa yang menang di babak pertama?" tanya Kevin lagi.
"Belum ada yang menang, dua wanita ini saling bersaing," jelas mr. Wong.
"Rachel, sebaiknya kau mengalah, kasihan mereka," saran Kevin.
"Kalau kami wajar anda kasihan mr. Kwok, tapi, anak baru ini, sepertinya cukup tangguh," jelas mr. Wong lagi.
Kevin memang telah mendengar tentang kehebatan Selena. Namun, menurutnya masih tahap biasa. Ternyata Rachelpun tidak bisa mengalahkannya dengan cepat. Berarti kemampuan Selena luar biasa.
"Rachel, ayo ikut aku, ada yang harus aku bahas," ajak Kevin.
"Tapi, permainan sedang berlangsung," protes mr. Wong.
"Tidak apa-apa, berarti Rachel dianggap fold," ujar Kevin. Selena hanya memperhatikan interaksi antara Kevin dan Rachel.
Apa wanita ini kekasih mr. Kwok? Beruntung sekali!
Selena kagum dengan Kevin karena bersedia membantunya saat Alung mencoba melecehkan Selena. Padahal Selena bukan siap-siapa.
"Sea, kau sebaiknya ikut pertandingan judi se-Asia," saran Kevin. Rachel tidak suka dengan kata-kata Kevin. Mereka keluar dari Casino diikuti Feng yang selalu setia ke manapun Kevin pergi.
Kevin tidak sengaja menabrak seorang wanita.
"Aw," jerit seorang wanita.
__ADS_1
"Maaf, aku tidak sengaja," ucap Kevin kepada wanita tersebut.
"Tidak apa-apa," jawab wanita itu.
Kevin melihat wanita itu dan berpikir pernah bertemu dengannya.
"Ayo, Bos," ajak Feng.
"Selena!"
Ucapan wanita itu membuat langkah Kevin berhenti.
***
Seorang wanita memasuki City of Dreams Casino. Dia memperhatikan sekeling berharap kali ini keputusannya mencari sepupunya, Selena membuahkan hasil. Enam tahun telah berlalu. Jika selena telah mati seharusnya mayatnya pasti ada.
Lilian telah memastikan setiap informasi orang hilang maupun penemuan mayat tanpa identitas. Tidak ada Selena di sana, sehingga ini menguatkan Lilian bahwa Selena masih hidup--entah di mana?
Lilian juga mencari di kasino-kasino kecil. Semua usaha Lilian lakukan. Erick Young, ayah Selena hampir menyerah. Dia sekarang mulai sering sakit, sehingga Lilian dan ibunya yang merawat Erick. Ibu Lilian adalah adik dari Erick, ayah Lilian telah meninggal saat Lilian SMA.
Lilian terus mengelilingi City of Dreams Casino. Tadi saat masuk dia sedikit mendapat masalah karena tidak sembarang orang masuk ke City of Dreams. Sementara Lilian ke sini hanya sesekali, kecuali saat masih bersama Selena. Itupun mereka memakai identitas samaran dan selalu memakai topeng.
"Aw," jerit Lilian saat seorang pria menabraknya.
"Maaf, aku tidak sengaja," ucap pria itu kepada Lilian. Sebenarnya itu bukan salah si pria. Lilian yang berjalan tidak melihat karena pandangannya menyapu orang-orang yang sedang bermain.
Pria tersebut berjalan bersama satu wanita dan satu orang pria bersamanya. Mungkin si wanita kekasihnya.
"Tidak apa-apa," jawab Lilian. Dia memperhatikan pria yang menabraknya, berpikir pernah bertemu dengan pria ini tapi di mana?
"Ayo, Bos," ajak pria yang lain.
Lilian kembali berjalan dan dia melihat Selena tengah bermain poker.
"Selena!" cicit Lilian. Namun. Masih bisa di dengar oleh orang yang berdiri dekatnya.
Lilian menghampiri meja Selana, Kevin yang mendengar Lilian mengucapkan nama Selena menjadi penasaran. Siapa wanita yang dimaksud Lilian.
🍒🍒🍒
Ye bentar lagi, Selena bertemu Lilian. Kevin ingat ga ya dengan Selena?
Ikuti terus ya!
Pekanbaru
__ADS_1
041122
09.00