One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
Keputusan Eleanor


__ADS_3

"Mama, tidak setuju," ucap Eleanor. Dia memandang Selena dari atas ke bawah, menilai Selena.


Cantik dan modis, tapi, dia telah memiliki sendiri pasangan untuk Kevin.


Kevin sendiri tidak percaya, jika Eleanor langsung menolak pilihannya. Dia melirik Selena yang salah tingkah. Selena antara ingin pergi dan tinggal. Jika pergi dia merasa tidak sopan, tetap tinggal dia tidak mau mendengar perdebatan ibu dan anak.


"Apa maksud, Mama? Bukankah Mama, ingin aku segera menikah?" heran Kevin. Penolakan Eleanor diluar prediksinya. Bukankah Eleanor selalu bertanya kepada Kevin, siapa kekasihnya dan memintanya untuk segera menikah. Bahkan Eleanor selalu mencarikan calon untuknya.


"Ya, itu benar, tapi, Mama telah memiliki calon sendiri untukmu," putus Eleanor. Kevin yang mendengar jawaban itu menjadi tidak senang.


"Apa maksud, Mama? Aku tidak akan menikahi wanita pilihan, Mama. Aku punya pilihan sendiri," tolak Kevin.


"Kalau begitu, Mama, tidak mengizinkanmu menikah," ancam Eleanor. Jika dulu, mungkin Kevin akan senang dengan ucapan Elenaor. Tapi, sekarang dia telah menemukan Selena Youngnya.


"Mama, tidak bisa begitu, aku yang akan menjalankannya," tolak Kevin. Dia harus membujuk Eleanor. "Apa Mama tidak ingin memiliki cucu," pancing Kevin. Dia ingat tujuan Eleanor segera menikahkannya adalah karena teman-temannya telah memiliki cucu.


"Tentu saja Mama ingin punya cucu, tapi, dengan wanita pilihan, Mama," tolak Eleanor. Dia telah memiliki cucu, jadi dia tidak peduli lagi jika Kevin tidak menikah. Dia harus bisa menyatukan cucunya dengan ibu dan ayah kandungnya.


"Mama!" teriak Kevin. Selena menggosok lengan Kevin untuk menenangkannya.


"Sudah, tidak apa-apa, mungkin Mama lagi sedang tidak mood," bujuk Selena kepada Kevin.


"Siapa yang mengizinkanmu untuk memanggilku Mama," sewot Eleanor.


"Mama!" tegur Kevin. Tidak biasanya Eleanor seperti itu dan setidak suka itu kepada seseorang.


"Kenapa? Kau mau membelanya?" tantang Eleanor. Tadi saat dia turun dari mobil dan melihat mobil Kevin terpakir. Eleanor sangat senang, dia ingin membicarakan tentang Hope kepada Kevin. Namun, perasaannya berubah saat melihat membawa wanita.


"Mama, kenapa, sih? Tidak seperti biasanya?" selidik Kevin.


"Mama, baik-baik saja, sebaiknya kita berbicara di tempat lain," usul Eleanor.


"Sebaiknya, saya pergi saja," pamit Selena. Dia melangkahkan kaki. Namun, tangannya ditarik oleh Kevin.


"Kau tetap di sini," perintah Kevin. Selena menjadi dilema. Dia merasa tidak enak dengan Eleanor, apalagi melihat tatapan Eleanor yang seperti ingin membunuhnya.


"Apa kau yakin? Mama tidak ingin membuatmu malu di depan wanita pilihanmu," ancam Eleanor. Sebenarnya apa yang ingin dibicarakan Elenaor?


"Kenapa aku mesti malu?" ujar Kevin santai.

__ADS_1


"Baiklah, Mama akan memberitahu tentang anakmu dengan seorang wanita," ungkap Eleanor. Kevin langsung melirik Selena, begitupun Selena.


Apa Kevin laki-laki playboy yang sembarangan menanam benihnya? Jika dipikir-pikir lagi kejadian mereka sepertinya Kevin dengan gampang bercinta dengan wanita meskipun wanita itu baru ditemuinya.


Apa ada wanita yang mengaku telah memiliki anak dengan Kevin?


Melihat pandangan menuduh dari Selena. Akhirnya Kevin mengalah dan harus berbicara dengan Eleanor, tentang anak yang dimaksud Eleanor. Kevin tidak ingin Selena menjadi salah paham. Mereka baru saja berkenalan dan memulai semua dengan baik.


"Mama benar, sebaiknya kita berbicara di ruangan lain," bujuk Kevin. Dia menuju ke arah Eleanor.


"Kenapa? Bukankah tadi bagimu tidak masalah, jika Mama beberkan di sini?" sindir Eleanor.


"Mama, jangan mulai, aku tidak tahu tentang anak yang Mama maksud, jadi sebaiknya kita membicarakannya di tempat lain saja," Kevin merangkul Eleanor. "Kau tunggu di sini, aku hanya sebentar dan jangan salah paham!" ujar Kevin sambil melihat ke arah Selena.


"Tentu saja aku akan salah paham," selidik Selena. Kevin kembali ke arah Selena.


"Kau harus percaya bahwa aku bukan pria seperti itu," bujuk Kevin.


"Kau lupa, kita baru mengenal?" sindir Selena. Eleanor tersenyum, sepertinya akan gampang memisahkan mereka.


"Tidak, semua hanya salah paham, aku yakin Mamaku pasti tidak tahu, aku bisa buktikan." Kevin masih mencoba membujuk Selena.


"Jangan ke mana-mana!" ulang Kevin lagi. Selena hanya menganggukan kepala.


Kevin dan Eleanor menuju ruang nonton.


"Apa maksud Mama tentang anakku?" tanya Kevin tidak sabaran saat mereka telah berada di ruang keluarga. Perasaan Kevin dia saja baru mengetahui bahwa dia memiliki anak bersama Selena tadi pagi.


Lalu wanita mana lagi yang mengaku memiliki anak dengannya. Kevin bukan pria yang gampang meniduri wanita tanpa pengaman. Hanya dengan Selena karena dia tidak merencanakannya. Dan saat pertama melihat Selenapun Kevin memang telah tertarik padanya.


"Ya, seorang wanita telah melahirkan anak untukmu, jadi kau harus menikahi wanita itu," perintah Eleanor. Dia harus berhasil untuk menikahkan Kevin dan Selena.


"Apa Mama mempercayainya begitu saja? Tanpa menyelidikinya?" ejek Kevin karena merasa Eleanor terlalu terburu-buru memutuskan. Apa Eleanor tidak berpikir bahwa bisa saja wanita itu hanya menipunya?


"Tentu saja, Mama percaya, bukti telah jelas, hasil DNAnya ada," ungkap Eleanor.


Kevin tidak percaya begitu saja, apakah wanita yang mengaku telah melahirkan anaknya ini--siapa tahu hanya sindikat penipu?


"Apa Mama yakin hasil test tersebut tidak palsu?" yakin Kevin.

__ADS_1


"Tentu saja, dan itu kenapa Mama ingin kau menikahi wanita itu dan berbahagia dengan anakmu, Berilah keluarga yang utuh kepada anak itu," bujuk Eleanor. Dia duduk di kursi nonton. Kevin mengikuti Eleanor dan duduk di sampingnya.


"Mama, aku telah berjanji untuk menikahi--,"


"Pokoknya Mama tidak setuju, kau harus menikahi wanita pilihan Mama!" hardik Eleanor. Dia kembali berdiri dan menuju kamarnya.


"Mama, dengarkan dulu!" teriak Kevin. Dia menarik tangan Eleanor agar berhenti.


"Kau telah mendengar keputusan Mama, Mama tidak akan merestuimu menikahi wanita itu!" teriak Eleanor. Suaranya sedikit menggema karena terlalu kesal berdebat dengan Kevin. Dari dulu Kevin selalu saja tidak menurutinya.


"Pelankan suara, Mama. Aku tidak ingin--," Kevin memberi tanda diam kepada Eleanor.


"Mama tidak peduli, dia bukan menantu idaman Mama," potong Eleanor belum sempat Kevin melanjutkan ucapannya.


"Tapi, setidaknya Mama harus memikirkan perasaannya," bujuk Kevin.


"Untuk apa, Mama harus peduli, dia saja tidak peduli," sahut Eleanor. "Sudahlah, Mama, mau istirahat, bawa wanita itu pergi sekalian," ucap Eleanor tanpa peduli.


"Mama, please, cobalah untuk menuruti keinginanku, setidaknya berkenalanlah dulu dengannya," rayu Kevin. Eleanor membalikan badan. Kevin merasa senang, akhirnya Eleanor melunak dan mau mendengarkannya. Kevin mengikuti Eleanor menuju ruang tamu. "Terima kasih Mama mau berkenalan dengannya," ucap Kevin tulus.


"Siapa bilang Mama mau berkenalan, Mama justru ingin mengusirnya," ujar Eleanor dengan kesal. Kevin menyusul Eleanor takut Eleanor memarahi Selena.


"Kalian!"


🍒🍒🍒


Apa yang terjadi? Semoga kali ini up tidak lama reviewnya.


Sambil nunggu author update perjalanan cinta Selena dan Kevin. Silahkan mampir ke karya teman author juga ya!


...CINTA SEJATI HOT DUDA...



Pekanbaru


151122


15.13

__ADS_1


__ADS_2