One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
Mencari Astrid dan Hope


__ADS_3

"Su Yi telah di pindahkan ke Queen Marry Hospital," ujar Collin memberitahu.


"Kenapa di pindahkan?" tanya Selena khawatir.


"Menurut mereka fasilitas di sana lebih lengkap," balas Collin.


"Sebaiknya kita langsung ke sana saja," ajak Kevin. Dia melangkahkan kaki menuju parkiran rumah sakit. Tanpa menunggu aba-aba yang lain mengikuti Kevin.


"Apa kau membawa mobil sendiri?" tanya Lilian kepada Collin dengan berbisik.


"Ya, kenapa?" bisik Collin lagi. Mereke mengikuti Kevin dan Selena yang berjalan di depan.


"Kalau begitu, aku akan bersamamu," putus Lilian.


"Kenapa?" heran Collin.


"Apa kau tidak melihat mereka?" tunjuk Lilian. Collin memperhatikan Kevin dan Selena. Pasti Lilian segan berada di antara mereka.


"Aku mengerti," ujar Collin paham. "Aku parkir di sebelah sana," tunjuk Collin ke arah mobilnya terparkir.


"Aku akan ikut Collin, kalian pergi saja, nanti kita bertemu di rumah sakit," usul Lilian kepada Selena dan Kevin.


Selena dan Kevin menghentikan langkah dan membalikan badan.


"Kau tidak ikut kami?" tanya Selena.


"Kasihan, Collin hanya sendiri," elak Lilian. "Bye Selena." Lilian memberi kode kepada Collin untuk bergerak dan menuju mobil Collin terparkir.


"Ayo!" ajak Kevin. Mereka menuju mobil. Seperti biasa Kevin membukakan pintu mobil untuk Selena.


Kevin duduk di kursi kemudi dan melihat Selena belum memasang savety beltnya. Kevin berinisiatif untuk memasangkannya. Kevin mendekat ke arah Selena. Hal itu membuat Selena grogi dan jantung Selena berdegub kencang. Saat pertandingan judi saja dia tidak pernah segugup ini. Kenapa di depan Kevin, dia menjadi gugup?


Apa yang ingin dilakukannya?


Bunyi savety belt yang terpasang menyadarkan Selena, ternyata Kevin hanya memasangkan savety belt.


Apa yang kupikirkan?


Selena mengusap wajahnya, agar pikiran kotor keluar. Tapi, tiba-tiba tangan Kevin memegang wajahnya dan menariknya ke arah Kevin. Kevin sendiri mendekatkan tubuhnya ke Selena. Dia mencium Selena dengan lembut, membuat Selena terpedaya dan membalasnya.


Suara klakson mobil Collin menghentikan kegiatan mereka. Selena menjadi terkejut dan mendorong tubuh Kevin. Wajahnya memerah dan terasa panas. Kevin tersenyum melihat itu.


"Menikahlah denganku," bisik Kevin tepat di telinga Selena. Refleks Selena menganggukan kepala. Kevin mengusap rambut Selena dan mulai melajukan mobil.


Selena hanya diam, dia merasa canggung dan tidak tahu mau berbicara apa. Kevin meraih tangan Selena dan menggenggamnya. Selena menatap Kevin. Namun, Kevin hanya fokus menyetir.


Setelah melakukan perjalanan beberapa menit, mereka sampai di Queen Marry Hospital. Ternyata Lilian dan Collin telah berada di sana menunggu mereka.


"Kami telah bertanya dan ternyata Su Yi memang berada di rumah sakit ini," beritahu Collin.


"Kalau begitu, kita langsung ke sana saja," ajak Kevin. Dia menarik tanga Selena agar mengikutinya.

__ADS_1


Begitu sampai di kamar inap Su Yi, Selena memperhatikan jika ruangan itu adalah VVIP. Mereka semua heran karena ruangan Su Yi pasti mahal.


"Aku tidak tahu, jika Astrid mampu membayar kamar ini," ujar Collin.


"Siapa kalian?" tanya perawat yang menjaga Su Yi. Dia baru saja ke luar dari kamar mandi.


"Kami keluarganya, datang untuk menjengum," sahut Lilian.


"Apa Astrid dan Hope, ada?" tanya Selena hati-hati.


"Mereka baru saja pergi," balas perawat tersebut.


"Apa kau tahu mereka tinggal di mana?" tanya Selena lagi.


"Aku tidak tahu," jawab perawat.


"Jika kau bertemu mereka, tolong suruh menghubungi saya," ujar Kevin. Dia menyerahkan kartu namanya.


"Tunggu!" sahut Selena, dia mengambil kartu nama dari Kevin kemudian mengeluarkan pena dari tasnya. Selena menuliskan catatan 'Selena mencari kalian' kemudian mencoret nama Selena dan menggantinya menjadi Sea. Selena memberikan kartu tersebut kepada perawat.


"Tolong, berikan ini pada Astrid," pinta Selena.


"Baik," jawab perawat sambil mengambil kartu tersebut.


"Bagaimana keadan nenek Su Yi?" tanya Selena, dia memperhatikan Su Yi yang masih terbaring.


"Satu minggu lagi, dia akan dioperasi," jelas perawat.


Selena mengobrol sebentar dengan perawat. Kemudian mereka pergi dari ruangan Su Yi.


"Kalian pergilah, aku sebaiknya kembali saja, karena nanti malam aku kerja," balas Collin


Lilian menimbang apakah dia akan membiarkan Selena bersama Kevin? Apakah Kevin bisa menjaga Selena?


"Aku juga akan kembali ke apartment, aku mau istirahat," putus Lilian akhirnya. Dia yakin Kevin bisa menjaga Selena, yah, setidaknya Selena juga bisa bela diri. Toh ponsel Selena telah dipasangnya GPS.


"Kalau begitu kami makan dulu," putus Kevin, sebelum Selena berbicara. Dia melihat Selena akan membantah Lilian. Kevin merangkul Selena dan mengajaknya pergi.


"Kau bisa memberiku tumpangan 'kan?" bujuk Lilian.


"Tentu saja, sebaiknya kita juva makan dulu," tawar Collin. Dia telah pasrah saat Selena menolaknya waktu itu dan sekarang dia tahu bahwa bosnya pemilik hati Selena.


"Aku juga telah lapar," sahut Lilian. Merekapun berjalan menuju parkiran mobil.


***


Selesai makan siang di sebuah Restoran. Kevin mengajak Selena ke rumah orang tuannya.


"Kita akan ke rumah mamaku," putus Kevin.


"Jangan, aku belum siap!" tolak Selena.

__ADS_1


"Tenang saja, mamaku wanita yang baik dan dia akan sangat senang jika berkenalan denganmu," bujuk Kevin.


"Apa kau yakin?" tanya Selena memastikan.


"Tentu saja, dia telah lama menginginkan aku menikah," ungkap Kevin. Dia membelokan mobil memasuki jalan menuju rumah Eleanor.


"Tapi, tetap saja aku gugup," ucap Selena.


"Jangan khawatir, ada aku!" Kevin menenangkan Selena. Dia terus melajukan mobil hingga memasuki perkarangan rumah Eleanor.


Selena hanya pasrah saat Kevin memarkirkan mobil dan mengajaknya turun. Selena tidak bergerak dari kursinya. Kevin membuka pintu mobil.


"Ayo turun," ajaknya. Selena hanya diam, bokongnya seperti terpaku di kursi mobil.


"Aku gugup, tidak bisakah bertemu keluargamu, nanti saja, setidaknya sebulan lagi," harap Selena.


"Tidak aku ingin secepatnya kita menikah," ungkap Kevin.


"Tapi, kita baru saja berkenalan, apa kau yakin ingin menikah denganku?"


"Bagiku kita telah berkenalan selama enam tahun," jelas Kevin. "Apa kau mau turn sendiri atau aku harus menggendongmu?" ancam Kevin. Dengan terpaksa Selena turun dari mobil.


Mereka memasuki rumah, ternyata Eleanor sedang tidak di rumah, dia bertemu dengan teman-temannya. Selena lega karena calon mertuanya tidak di rumah. Namun, lega Selena hanya sebentar, Kevin justru ingin mereka menunggunya.


Ternyata tidak butuh waktu lama, Eleanor datang. Dia melihat Kevin dengan seorang wanita.


Siapa wanita itu? Apakah dia kekasih Kevin?


Eleanor bisa melihat tatapan cinta Kevin kepada wanita itu.


Ini tidak boleh dibiarkan, Kevin harus menikahi ibunya Hope.


"Mama!" panggil Kevin, saat melihat Eleanor datang.


"Sejak kapan kau datang?" tanya Eleanor tidak suka.


"Belum terlalu lama, Mama, aku ingin memperkenalkanmu dengan calon istriku," ujar Kevin bangga, dia yakin Eleanor akan sangat senang.


"Mama, tidak setuju,"


🍒🍒🍒


Nah loh?


Sambil nunggu aku update bisa mampir ke karya temanku ya.


...JERAT CINTA SI KEMBAR...



Pekanbaru

__ADS_1


151122


08.00


__ADS_2