
"Bibi, kenapa Mama belum pulang juga?" tanya Hope pagi harinya. Biasanya saat dia bangun Selena telah berada di rumah sakit.
"Entahlah, Bibi juga tidak tahu," jujur Astrid. Astrid sempat berfikir pasti Selena menghabiskan malam bersama Collin.
Lagian Selena wanita dewasa yang tidak harus dicemaskan jika belum pulang.
"Bibi, Hope mau Mama di sini," rengek Hope menarik-narik tangan Astrid.
"Hope kita tunggu saja, mungkin sebentar lagi mamamu di sini," bujuk Hope. Selena memang tidak memiliki handphone. Di rumah hanya Astrid yang memiliki. Hope cemberut, dia menaiki brangkar Su Yi dan memeluk Su Yi. Astrid tahu pasti Hope merajuk. Astrid ingin bertanya kepada Collin tapi dia gengsi dan masih marah pada Collin.
Ah sudahlah sebentar lagi pasti dia datang.
Astrid mengajak Hope untuk mencari sarapan.
"Hope, mau ikut Bibi?" ajak Astrid.
"Ke mana?" tanya Hope.
"Mencari sarapan," sahut Astrid.
Hope turun dari brangkar Su Yi dan menggandeng tangan Astrid. Mereka membeli sarapan di sekitar rumah sakit. Astrid sesekali menyapukan pandangan ke sekeliling. Siapa tahu Selena turun dari mobil Collin.
Setelah sarapan Astrid membelikan cemilan untuk Hope. Selena selesai pulang dari bermain selalu menyerahkan uang kepada Astrid. Dan membawa beberapa modal untuk bermain kembali. Uang Collin telah di bayar di hari pertama bermain.
Aneh, tidak biasanya Sea pergi tanpa kabar.
Sampai sorepun Selena tidak kembali, Astrid mulai khawatir.
Apa Sea langsung ke Casino?
Astrid teringat Selena pernah diculik oleh anak buah Alung. Malam hari Astrid mencoba menghubungi Collin. Siapa tahu Collin tahu keberadaan Selena.
"Halo, Astrid," jawab Collin
"Collin, apa Sea bersamamu?" tanya Astrid, meskipun gengsi. Namun, tidak ada pilihan lain.
"Tidak, kemarin jadwal offku, ada apa?" tanya Collin.
"Sea belum kembali dari semalam," terang Astrid.
"Aku akan mencoba mencari tahu dan mengabarimu secepatnya," sahut Collin.
"Terima kasih." Astrid memutuskan sambungan.
"Bibi, Mama, ke mana?" rengek Hope lagi.
"Bibi, juga tidak tahu, sayang," jujur Astrid. "Kita tunggu kabar dari paman Collin, ya," bujuk Astrid.
Collin yang sedang di City of Dreams Casino, bertanya kepada rekan-rekannya.
"Jo, apa kemarin Sea bermain?" tanya Collin kepad Jo.
"Ya," balas Jo singkat.
"Apa dia berbicara dengan seseorang?" tanya Collin lagi.
__ADS_1
"Aku tidak memperhatikannya, sebaiknya kau tanyakan kepada tim yang bermain dengannya semalam ada mr. Wong," usul Jo.
Collin melihat mr. Wong yang baru datang. "Mr. Wong, kau tahu Sea, gadis yang sering menang akhir-akhir ini?" Mulai Collin.
"Ya, tentu saja," balas mr. Wong.
"Apa kau lihat dia berbicar dengan siapa?"
"Dengan mr. Kwok dan seorang wanita, tapi aku tidak kenal dengan wanita itu, sepertinya dia bari sekali ke sini," jelas mr. Wong. "Oh iya, wanita itu juga mengikuti Sea keluar," lanjut mr. Wong
"Siapa?" tanya pengunjung lain yang mengenal mr. Wong.
"Itu, Collin bertanya tentang nona penjudi yang beberapa hari ini menang," terang mr. Wong
"Oh dia, kemarin saya lihat dia berdebat dengan seorang wanita, mereka bahkan berkelahi, aku baru tahu ternyata wanita baru itu hebat juga, selain pandai bermain, dia juga pandai bela diri," ungkap si pria. Colkin merasa cemas. Dia ingat Selena pernah takut bahwa ada yang ingin membunuhnya.
Apakah wanita itu yang ingin membunuhnya?
"Terima kasih!" Collin langsung pergi dan melihat CCTV. Dia penasaran dengan wanita yang dimaksud. Collin mengamati wajah wanita tersebut. Tetap saja Collin tidak kenal dengannya.
Sepulang kerja Collin langsung menuju rumah sakit.
"Astrid, aku trlah mencari tahu tentang menghilangnya Sea." Collin menjelaskan kepada Astrid.
"Apa kau menemukannya?" tanya Astrud khawatir. Seharusnya jika Collin menemukan Selena, tentu dia telah membawa Selena ke sini?
"Belum. Namun. Aku mendapatkan informasi bahwa Sea berdebat dengan seorang wanita dan mereka berkelahi," terang Collin. Astrid ketakutan, diapun ingat bahwa Sea, tidak mau menghubungi polisi karena sepertinya ada yang ingin membunuhnya. Apakah wanita tersebut yang ingin membunub Sea?
"Apa yang akan kita lakukan sekarang," cemas Astrid.
"Tenanglah, aku akan mencoba mencarinya lagi." Collin berusaha menenangkan Astrid.
"Tidak, Mama hanya ada keperluan, Hope jangan khawatir ya," bujuk Astrid.
"Bagaimana keadaan nenek Su Yi?" tanya Collin.
"Besok dia akan di rujuk ke Hong Kong Hospital," jawab Astrid.
"Kenapa?" tanya Collin heran karena menurutnya rumah sakit itu adalah rumah sakit besar.
"Karena peralatan di sini kurang memadai, aku masih bingung bagaimana kami membayar rumah sakit ini ... Sementara Sea--" Astrid tidak meneruskan kata-katanya. "Menghilang," bisik Astrid ke telinga Collin. Collin paham jika Astrid tidak ingin Hope mendengarnya.
"Aku akan berusaha menemukan Sea, secepatnya," bisik Collin. "Sebaiknya, aku pulang, aku ingin istirahat, tadi aku langsung ke sini," terang Collin.
"Terima kasih, kau mau membantu kami," ucap Astrid.
"Kau adalah adikku,' ucap Collin. Astrid sedih mendengarnya. Sepertinya Collin benar-benar tidak menganggapnya wanita.
Aku harus bisa melupakannya.
Collin meninggalkan ruang inap Su Yi.
***
"Bagaimana hasilnya?" tanya Eleanor kepada dokter yang memeriksanya
__ADS_1
"Kali inipun hasilnya bagus, kau termasuk wanita sehat di usiamu," jelas Dokter.
"Aku sempat khawatir karena beberapa hari ini aku mengalami setress," ungkap Eleanor. Dokter yang merawat adalah temannya.
"Kenapa? Apa karena Kevin masih belum mau menikah?" tebak Dokter.
"Yah, seperti yang kau ketahui, dia sangat sibuk bekerja, padahal aku telah memilih beberapa gadis untuknya," terang Eleanor.
"Biarkan saja, saat dia bertemu wanita yang disukainya, pasti dia akan menikah," bujuk Dokter.
"Tapi kapan dia bisa berjumpa wanita jika perhatiaannya hanya kepada pekerjaan," ejek Eleanor. "Ya, sudahlah, aku pergi dulu," pamit Eleanor kepada temannya.
Eleanor keluar dari ruang dokter yang biasa memeriksa kesehatannya. Ya, Eleanor memang rutin melakukan medical check up sekali enam bulan.
"Hope jangan berlarian di rumah sakit!" teriak seorang wanita kepada anaknya. Namun, si anak tetap saja berlari dan menabrak Eleanor dan anak tersebut terjatuh di depan Eleanor.
"Aduh sakit!" ringis si anak, berdiri dan memegang bokongnya yang sakit.
"Makanya jangan lari-larian," marah Astrid kepada Hope.
"Kevin," cicit Eleanor saat melihat wajah Hope yang sangat mirip dengan Kevin saat seusia Hope.
"Ya," balas Hope.
"Minta maaf, sama nenek ini," tunjuk Astrid kepada Eleanor.
"Maaf, Nek," sesal Hope.
Apakah Kevin diam-diam telah menikah?
Tapi tidak mungkin, melihat pakaian anak ini yang menurut Eleanor tidak layak. Tapi anak ini sangat mirip dengan Kevinya.Sebaiknya aku cari tahu.
"Tidak apa-apa," jawab Eleanor.
"Nyonya maafkan anak saya," pinta Astrid.
Jadi wanita ini ibu si anak?
"Kami permisi dulu," pamit Astrid.
🍒🍒🍒
Horee, Hope bertemu neneknya.
Apa yang akan dilakukan Eleanor?
Bagaimana dengan Selena ya?
Ikuti terus ya.
Sambil nunggu yuks mampir ke karya teman author ya.
Pekanbaru
__ADS_1
051122
18.15