
Grand Final pertandingan judi se-Asia akhirnya dimulai. Selena keluar dari kamarnya. Dia menggunakan gaun model sabrina dengan panjang sampai mata kaki. Namun, memiliki belahan hingga paha. Gaun tersebut dipenuhi dengan payet-payet, membuat gaun itu terkesan elegan dan mewah. Selena juga memakai high heel 7 cm berwarna senada dengan gaunnya.
Kevin menatap Selena tak berkedip, dia kagum dengan penampilan Selena yang memesona. Erick memukul kepala Kevin, agar mengalihkan perhatiannya dari Selena.
Kevin menghampiri Selena dan mencium pipinya. Niat, Kevin tadinya adalah mencium bibir Selena. Namun, baru melangkah saja, dia telah mendapat pelototan dari Erick. Kevin harus bisa menjaga sikap agar Erick segera mengizinkan mereka menikah.
"Kau sangat pempesona dan menawan," bisik Kevin, setelah mencium pipi Selena.
"Terima kasih, kau juga sangat tampan dengan jas itu," balas Selena.
"Ayo, kita harus segera pergi," ajak Erick, menarik dasi Kevin. Dia masih belum memberikan restu untuk Kevin menikahi Selena.
"Tidak perlu menarik dasiku, papa Mertua. Aku bisa berjalan sendiri," protes Kevin. Dia menarik dasinya kembali.
Kevin dan Erick akan berangkat duluan. Selena akan berangkat bersama Lilian.
"Lili, apa kau sudah selesai?" teriak Selena.
"Sebentar lagi, aku pakai parfum dulu," jawab Lilian.
Tidak lama, Lilian membuka pintu kamarnya dan keluar. "Let's go, mari kita beri mereka pelajaran," ajak Lilian, dia melangkah keluar dari unit apartment mereka.
Mereka menuju parkiran, Lilian melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
Selena dan Lilian memasuki City of Dreams Casino. Kevin dan Erick telah duluan di sana.
Selena dan Kevin telah mengetahui hubungan Astrid dan Feng. Kevin sempat memukuli Feng karena telah menyakiti Astrid.
Selena dan Kevin, tidak bisa berbuat apa-apa karena Astrid belum sadarkan diri. Mereka tetap harus meminta persetujuan Astrid, untuk memisahkan mereka dan memang sebaiknya Astrid sendiri yang menyelesaikan masalah diantara mereka.
Selena mengedarkan pandangannya, dia melihat Rachel yang tengah bercengkrama dengan pemain asal Jepang. Rachel melirik sekilas kepada Selena. Dia tersenyum mengejek kepada Selena, seolah-olah memberitahu bahwa, dia akan mengalahkan Selena.
Selena masih memakai topeng bersama Lilian. Saat memasuki City of Dreams tadi, kamera yang menyiarkan siaran langsung sempat menyorot kedatanga Queen of Gambler bersama asistennya.
__ADS_1
Pembawa acara mengatakan sampai grand final ini, akankah identitas Queen of Gambler akan terbongkar?
Pengantin baru Nyonya Lung dan suami Kitty Pong juga menghadiri acara Grand Final pertandingan judi se-Asia di City of Dream Casino. Begitu juga dengan bos Alung dan beberapa warga desa Venitia juga ikut menonton. Kepala desa, Eddie Kho juga datang dia diundang secara khusus oleh Kevin.
Bos Alung melihat mantan istrinya yang menggandeng suami barunya. Bos Alung merasa cemburu, Apalagi kehidupan bos Alung menjadi berubah sejak diceraikan istrinya. Karena memang nyonya Lung yang lebih kaya dari bos Alung sendiri.
"Sayang, ayo kita duduk di sana," ajak nyonya Lung kepada suami barunya dengan manja.
"Ayo!" mr. Pong menggandeng tangan istrinya, menuju tempat duduk mereka. Mereka telah memesan tempat duduk paling depan dan harga kursi mereka cukup mahal.
Beberapa Stasiun TV swasta di Hong Kong menyiarkan acara pertandingan tersebut secara live.
"Mr. Khoo!" sapa Kevin, begitu melihat kepala desa Venetia datang.
"Mr. Kwok, apa kabar, cukup lama kita tidak bertemu, sejak pembukaan Fresh from the Sea," ungkap Mr. Khoo.
"Yah, anda bisa lihat sendiri, saya sangat sibuk," balas Kevin. Dia mengajak mr. Khoo untuk duduk.
"Bisa saya pahami, mengingat City of Dreams sebagai tuan rumah, dan tentu saja, anda harus memastikan semua berjalan lancar," ujarnya.
Mereka lanjut mengobrol sampai acara di mulai.
Host memberitahukan bahwa grand final pertandingan judi se-Asia akan segera di mulai. Bandar mulai membagikan kartu, pertanda pertandingan telah di mulai dan sedang berlangsung.
Selena melihat kartunya, lumayan. Selena menunggu Rachel yang memimpin permainan sesuai instruksi mereka. Selena tidak ingin membuat Rachel maupun Ekin, curiga bahwa Selena telah mendapatkan putranya.
Rachel memperhatikan kartu Selena yang terbuka yaitu kartu hati J dan K, sedangkan kartu yang dimiliki Rachel yang terbuka adalah kartu sekop Q dan J.
Semua penonton menunggu dengan tegang, mereka telah mempertaruhkan uang mereka untuk memilih Queen of Gambler sebagai pemenang pertandingan judi se-Asia tahun ini.
Seseorang membisikan sesuatu kepada Ekin, "Yang memilih Queen of Gambler sebagai pemenang telah mencapai 89 %," bisik pria itu.
"Bagus, pantau terus perkembangannya," senyum Ekin, dia telah membayangkan pundi-pundi uang yang akan memenuhi rekeningnya.
Si pria meninggalkan Ekin. Ekin mendekati Erick.
__ADS_1
"Menurut, anda, siapa yang akan menang mr. Young?" pancing Ekin.
"Jika, harus jujur, aku tentu akan mendukung Queen of Gambler. Namun, tidak dipungkiri bahwa Rachel juga bukanlah lawan yang mudah bagi Queen of Gambler," terang Erick. Erick telah mengamati gaya bermain Rachel dan menurut hematnya, Rachel jika dilatih olehnya akan sangat bisa mengalahkan Queen of Gambler
"Anda, benar, Nona Rachel bermain sangat bagus, lawan yang bisa mengalahkannya hanya Queen of Gambler," ujar Ekin. Padahal dalam hatinya telah memikirkan bahwa bagaimanapun Queen of Gambler, harus tetap kalah, jika ingin anaknya selamat. Kecuali dia tidak peduli terhadap anaknya.
Pertandingan terus berlangsung, Selena terus mengikuti permainan Rachel. Detik-detik waktu pertandingan akan berakhir.
Host menghangatkan suasana yang tegang menunggu hasil. Setidaknya kelucuan yang dibuat oleh Host mengurangi kekakuan pada para penonton.
Rachel tersenyum dengan puas saat mendapatkan kartu terakhir yang bagus dari bandar. Rachel membuka semua kartunya, dia yakin telah menang.
"Straight flush," ujar Bandar.
"Straight flush," beo Host, "Bagaimana dengan kartu Queen of Gambler, apa kartu yang dimilikinya!" teriak Host.
Semua penonton baik yang langsung menyaksikan di City of Dreams Casino maupun mereka yang menonton siaran langsung dari rumah juga menanti dengan cemas. Akan sangat sulit bagi Queen of Gambler mengalahkan Rachel, si Black Rose of Gambler.
"Sepertinya Queen of Gambler, akan kalah, kecuali dia mendapatkan keajaiban," ucap Ekin kepada Erick dengan percaya diri.
"Kau benar, Rachel adalah lawan yang tangguh bagi Queen of Gambler," sahut Erick. Diapun tidak bisa memprediksi kartu yang ada pada Queen of Gambler. Seperti yang dikataka Ekin hanya keajaiban yang bisa membuatnya menang.
Akankah Selena atau Queen of Gambler dapat mengalahkan Rachel?
🍒🍒🍒
Bab selanjutnya End ya
Sambil nunggu aku up silahkan mampir ke karya temanku ya!
...SUAMIKU BUKAN MILIKKU...
Pekanbaru
__ADS_1
101222
23.43