OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
pengakuan Fadhil


__ADS_3

" Beneran wi? Kamu udah di terima kerja?" tanya Ani


" Iya An, habis UAN aku bisa langsung masuk kerja bahkan habis interview kemarin sudah dapat free 3 stell sragam " ucap Dewi


" Aku mau juga donk kerja " ucap Ani


" Bukannya kamu mau kuliah dulu? " tanya Dewi


" Ya, kalau kerjanya enak kayak kamu sih, mending kerja aja wi " ucap Ani


" Enak gaknya belum tahu An, kan belum di jalani " ucap Dewi


" Iya juga sih " ucap Ani


" Eh Wi, kalau kamu kerja di Surabaya berarti bisa sering ketemu lagi sama Bimo " ucap Ani


" Kata siapa? Surabaya itu luas An. Kalau Bimo gak di kasih tahu ya gak bakal ketemu " ucap Dewi


" Ya barang kali gak sengaja ketemu wi, secara Mall tempat kerjamu kan terbesar dan jadi mall favorit yang di kunjungi. Pasti tu si Bimo juga sering nongkrong di sana " ucap Ani


" Ya itu beda cerita An kalau tak sengaja ketemu" ucap Dewi


" Semoga dia tidak mencariku dan menemukanku di sana. agar aku bisa menemukan jodohku yang sesungguhnya " ucap Dewi


" Ya Semoga aja, kamu bisa menggaet cowok cowok yang lebih baik dari Bimo di sana" ucap Ani


" hahaha....tau aja An maksudku " ucap Dewi


" Bisa di tebak tu dari mukamu yang cengengesan saat ngomong ! " uvap Ani


" hahaha....kamu memang sobat ter..." ucap Dewi menagangkat dua jempol tangannya


" Wi, kamu beneran kan mau lupain Bimo?" tanya Ani


" Gak tahulah An, seiring berjalannya waktu pasti aku bisa lupain dia. Aku anggap aja kalau sudah putus meski Bimo gak mau putus " ucap Dewi


" Kamu sudah tahu kan kalau Bimo di jodohin sama anak teman Ayahnya?" tanya Ani


" Sudah An, kak Bagas bilang ke aku kapan hari waktu ketemu dan dia juga minta maaf sama aku " ucap Dewi


" Kak Bagas minta maaf sama kamu? untuk apa? " tanya Ani


" Iya, maaf untuk Bimo yang udah nyakitin aku, kak Bagas mewakilinya" jawab Dewi


" hahh....Bimo aja yang nyakitin kamu gak mau minta maaf malah kakaknya yang gak ikut bikin salah minta maaf " ucap Ani menepuk jidatnya


" Kamu denger gak? Kak Bagas nonjok Bimo saat Bimo pulang yang pertama? " ucap Ani bersemangat


" Gak ! Memang masalah apa? " ucap Dewi


" Gak jelas sih masalahnya, cuman tetangga depan rumahnya cerita kalau melihat Bimo adu mulut dengan Bagas tak lama Bagas menonjok Bimo sampai berdarah bibirnya" ucap Ani


" Prediksiku sih karena Kak Bagas belain kamu " ucap Ani


" gak mungkin lah An !" ucap Dewi


" Mungkin aja wi, kan kamu bilang sendiri Kak Bagas minta maaf atas nama Bimo. Kamu tahu sendiri kan watak Bimo yang gak mau di salahkan dan mau menang sendiri " ucap Ani


Mendengar jawaban Ani yang masuk di akal, Dewi manggut manggut sendiri namun seketika sadar dan tak mau ambil pusing

__ADS_1


" Hissttt....gak penting mikirin mereka. Gak usah bahas mereka lagi ah, Males " ucap Dewi setelah sadar dari lamunannya


" Kemarin aku dapat kiriman paket lo dari mas Riyo, aku udah cerita ke kamu belum? " ucap Dewi


Ani menggelengkan kepalanya mantap


" Mas Riyo ? " tanya Ani tak percaya


Dewi mengangguk dan tersenyum membayangkan Riyo yang dulu sering menggombalinya


" Wah, serius tu mas Riyo " ucap Ani


" Serius apanya?" ucap Dewi


" Serius masa depan kamu " ucap Dewi


" Sok tahu ! " jawab Dewi menjitak jidat Ani


" Sakit wi " ucap Ani memegang jidatnya


" Mas Riyo pasti serius cinta sama kamu, mending kamu sama mas Riyo aja wi " saran Ani


" Aku awalnya juga mikir gitu tapi takut ah...Long Distance dan terkenal Gombal takut terluka lagi hahaha" ucap Dewi


" Mas Riyo gombalnya sama kamu doang wi " ucap Ani


" Emang kamu tahu? " tanya Dewi


" Boro boro ngegombal bicara aja hemat. Irit banget tau gak ! " ucap Ani


" Hahaha, paling mas Riyonya lagi sariawan ! " ucap Dewi


" hahahaha...." tawa Dewi yang melihat Ani kesal


.


.


" Aku kasihan dengan ceweknya Bimo " ucap Fadhil


" Cewek yang mana? Selly maksud loe? " tanya Agus


" Bukan " jawab Fadhil singkat


" Terus cewek yang mana lagi? " tanya Agus


" Yang di desa" jawab Fadhil


" Memang kamu kenal? " tanya Agus


Fadhil mengangguk kemudian menyeruput kopi miliknya yang masih hangat


" Kenal Di mana? " tanya Agus


" Waktu aku di rumah pak Lik di kota B, aku sama sepupuku makan di cafe sekalian ketemuan sama Bimo yang sebelumnya chat aku ngajak ketemu " ucap Fadhil


" Nah, pas malam minggu itu cafe penuh, hanya tinggal satu tempat yang kosong, tapi pas di sana kita barengan sama si Dewi sama temannya " ucap Fadhil


" Dewi siapa? " tanya Agus

__ADS_1


" ya itu ceweknya Bimo " jawab Fadhil


" terus? " tanya Agus penasaran


" Dewi ternyata teman sekolah sepupuku, akhirnya kita duduk bareng " ucap Fadhil


Fadhil juga menceritakan saat Bimo datang dan semua obrolan mereka hingga Fadhil yang melihat Bimo menggenggam tangan Dewi di bawah meja saat hendak mengambil ponsel. Semua Fadhil ceritakan sama Agus.


Agus mengangguk nganggukkan kepalanya


" Jadi mereka backstreet? " ucap Agus


" Mungkin " jawab Fadhil


" Si Dewi Cantik gak?" tanya Agus


"Dewi Cantik, Cantik natural malah, kulitnya putih segar, matanya bulat, bulu matanya panjang, hidungnya mancung, tingginya juga semampai, Meski tanpa make up dia sudah sangat cantik " ucap Fadhil panjang lebar


Agus melonggo mendengar jawaban Fadhil yang panjang kali lebar masih di kali tinggi


hissttt seperti rumus volume balok saja. muji muji kecantikan cewek pula, kan aneh tau gak. Selama sahabatan sama Fadhil dia gak pernah lihat Fadhil kayak gini, nglirik cewek aja gak pernah apalagi muji muji


.


.


" Maklum dikit lah Gus, Fadhil lagi mengutarakan Volume hatinya " ucap para Readers


" Dukung Fadhil sama Dewi gak ya?" ucap Agus


" Dukung aja Gus, kasihan kan Fadhil kasihan Dewi juga gus ! " ucap para Readers


.


.


" Loe suka Dewi Dhil? " tanya Agus


" kata siapa? " Fadhil balik tanya


" Kata kata loe yang ngasih tahu kalau loe suka sama si Dewi " ucap Agus


Fadhil melamun, dia hanya kasihan dengan Dewi mendapat perlakuan dari Bimo seperti ini. Namun tak bisa di punggkiri sejak bertemu pertama kali di Cafe Fadhil merasa selalu ingin tahu dan ingin lebih dekat mengenal Dewi meski perasaan itu di tepisnya namun saat bertemu dengan Bimo Fadhil justru mengingat Dewi. Mungkinkah Fadhil sudah jatuh hati pada Dewi pada pandangan pertama?


" Woi....!!! " teriak Agus sambil melambaikan tangannya di depan wajah Fadhil


" Apaan sih " ucap Fadhil


" Cinta itu di ungkapkan bukan di lamunin" ucap Agus


" Jomblo dalam ketaatan itu lebih mulia dari pada bersama dalam kemaksiaatan " ucap Fadhil lirih


...Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokaatuh reader termanis.......


...Mohon dukungannya njih, Author masih terus belajar....🙏🏻...


...jangan lupa like, komen n Votenya juga...


...terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2