
" Kenapa kak? Sisil suka semua baju pilihan kakak " ucap Sisil
" Kakak tidak punya uang sebanyak ini untuk membayarnya sayang " ucap Dewi
" Gak papa Kak kita beli semuanya aja, Ni..." ucap sisil memberikan kartu yang diambil dari dalam tas kecilnya
Dewi melihat kartu itu dan membolak balikkannya.
" Nanti kalau papimu marah gimana? " ucap Dewi
" Gak akan kak, papi malah suruh aku ngabisin uangnya, asal aku bahagia" ucap Sisil
" hmmm...baiklah " ucap Dewi
" Urusan om Agas marah nanti aja, yang penting sekarang aku gak malu karena gak bisa bayar ! " guman Dewi
Dewi berdiri kembali dan menyerahkan kartu itu pada sang kasir. Setelah urusan pembayaran selesai, Dewi mengajak sisil ke toko mainan.
" Sisil mau beli mainan apa?" tanya Dewi
" Sisil cuman mau beli boneka aja kak, yang besar itu " ucap sisil menunjuk sebuah boneka seukuran dengan tubuhnya
" Yang itu? " tunjuk Dewi
" Iya, menurut kakak cantikan warna apa? " tanya Sisil
" Kalau kakak suka yang coklat, karena warna favorit kakak...hehehe...." ucap Dewi sambil tertawa
" Tapi pink juga bagus " ucapnya lagi
" Ya udah, Sisil mau yang Coklat saja " ucap Sisil
Dewi Mengangguk, dan memanggil pramuniaga untuk mengambilkan boneka yang di pilih Sisil
__ADS_1
" Mbak, Tolong boneka itu yang coklat " ucap Dewi pada pramuniaga
" Dua ya mbak " ucap Sisil
Dewi menatap Sisil penuh tanda tanya
" Sisil mau beli dua? " ucap Dewi tak percaya
" Iya Kak, Sisil mau 2 " jawab Sisil
" Mau warna apa dik? " tanya pramuniaga pada Sisil
" Coklat Semua " jawab Sisil
" Buat apa beli 2 dengan warna sama dik, mending beda warna " ucap Dewi
" Sisil mau beli samaan, satu buat Sisil satu buat kak Deo " ucap Sisil
" Buat kak Dewi ? " tanya Dewi
" Tapi sayang, kak Dewi sudah besar kak Dewi gak butuh boneka itu " ucap Dewi
" Tapi Sisil mau berikan hadiah itu buat kak Deo " ucap Sisil
" Gak usah dik " ucap Dewi
Sisil terisak karena Dewi menolak untuk membeli boneka yang sama.
" Kamu kenapa sayang?" ucap seseorang tiba tiba
Dewi melihat kearah suara, dan mendapati Agas dengan nada cemas
" Papi ! " ucap sisil berhambur memeluk sang Papi dengan masih terisak
__ADS_1
" Kenapa Sisil wi ?" tanya Agas
" Kak Deo gak mau punya boneka samaan dengan sisil pi " ucap Sisil
" Tapi sayang, kak Dewi gak butuh boneka kak Dewi sudah besar " ucap Dewi
Dewi melihat label pada boneka yang harganya 1,6 juta per itemnya dan Dewi gak mungkin merelakan uang gajinya untuk membeli barang yang tidak bermanfaat baginya.
Sisil semakin mengeratkan pelukan sang Papi dan terisak makin keras
Agas melotot dan menatap Dewi memberi kode pada Dewi agar memenuhi permintaan sang putri
" hmmm...baiklah, Kak Dewi mau punya boneka samaan dengan Sisil tapi sisil bayarin dulu ya. Uang kak Dewi gak cukup kalau buat beli bonekanya sekarang" ucap Dewi
" Beneran kak? " tanya sisil
Dewi mengangguk dan sisil beralih memeluknya
" Yeeea...terima kasih kak " ucap Sisil bahagia
" Bisa habis percuma uang bonusku sebulan ini...." guman Dewi
Kemudian mereka pergi untuk membayarnya. Agas memberikan kartu yang di ambil dari dalam dompetnya pada sang kasir. Setelahnya mereka pergi ke tempat makan di dalam area mall tersebut.
" Wi, kamu gak usah pikirin uang boneka itu. kamu gak perlu menggantinya" ucap Agas saat mereka menunggu makanan datang
" Tugasmu hanya membahagiakan Sisil, semua yang ingin di beli sisil meski itu untuk kamu atau orang lain itu menjadi tanggunganku " ucap Agas
" Hmmm...tapi om" ucap Dewi merasa tidak enak
" Gak ada penolakan, karna uangku tak akan habis hanya untuk membahagiakan orang yang aku sayangi " ucap Agas
" Baiklah " ucap Dewi
__ADS_1
Agas meninggalkan mereka ke toilet sebentar setelah Agas menyelesaikan makannya. Sementara Dewi masih menyuapi Sisil makan.
" Hai wi ! " sapa seseorang mengagetkan Dewi