OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Tempat kost


__ADS_3

Pov Dewi


Pagi ini aku datang ke Surabaya di temani mas Woro. Aku harus mencari tempat kos lebih dulu. Mas Woro membantu mencarikan tempat kos yang dekat dengan tempatku kerja. Mas Woro sebelumnya sudah minta bantuan pada mas Al dan mbak Uud yang juga sepupu kami.


Mereka menemukan tempat kos yang dekat dengan tempatku kerja. Hanya butuh menyeberangi sebuah jalan besar saja dan masuk dalam sebuah gang sempit yang hanya bisa di lalui oleh pejalan kaki saja sekitar 100 meter untuk sampai d tempat kostku ini.


Mas Woro membayar biaya sewa kost di muka untuk sebulan ke depan dengan uangnya.


" Thanks ya mas " ucapku


Mas Woro mengangguk, aku yang terharu karena mas Woro membayar uang kostku. Niatku kerja untuk mencari uang biar tidak merepotkan malah justru merepotkannya.


" Akan aku ganti saat aku gajian mas, Aku harus semangat kerjanya ! " gumanku dalam hati menyemangati diriku sendiri


Lamunanku di sadarkan oleh Ibu kost yang mengajakku naik ke lantai 2. Ibu kost membawaku ke kamar paling ujung dan menunjukkanku sebuah kamar.


" ini kamarnya dik, di sini ada satu penghuni lainnya yang juga bekerja di Mall yang sama " ucap ibu kost


" iya bu " ucapku


" Kebetulan anaknya masuk kerja, nanti kenalan sendiri ya namanya mbak Ana " ucap ibu kost


" Saya lihat Dik Dewi kepribadiannya mirip mbak Ana jadi ibu pikir mbak Ana nanti akan cocok dengan dik Dewi karena selama ini ibu tidak berani memasukkan anak lain di kamar mbak Ana " ucap ibu kost panjang lebar


" Di kamar depan ini juga kurang satu penghuninya tapi lebih baik dik Dewi di kamar ini saja dengan mbak Ana pasti cocok sama sama kalem " ucap ibu kost


" Iya bu " jawabku


Setelah membuka pintu kamar dengan kunci cadangan. Ibu kost mempersilahkan aku masuk untuk meletakkan barang barangku.


Dengan susah payah aku mengangkat satu tas besar dan sebuah rangsel di punggung dan memasukkannya ke dalam kamar.


Kamarku ada di lantai dua dan cowok di larang masuk karena kost ini hanya khusus cewek.


Ibu kost memberikan kunci kamar padaku dan pamit untuk pulang ke rumah


" Rumah ibu ada di bawah tadi ya, yang ada kios sembakonya kalau butuh apa apa jangan sungkan bilang ke ibu " ucap ibu kost ramah


" ya bu " jawabku


Ibu kost pergi dan aku mengikutinya setelah mengunci kamar lebih dulu. Aku kembali ke bawah menemui mas Woro yang masih menungguku di depan rumah ibu kost


" Gimana wi tempatnya? " tanya mas Woro


" Nyaman kak, bersih juga semoga Dewi betah " ucapku


" Kamu mau makan siang dulu?" tanya mas Woro yang melihatku letih


Aku mengangguk karena sebenarnya aku merasa lelah dan ingin segera istirahat. Tapi tak mungkin meninggalkan mas Woro di sini sendirian sedangkan aku malah istirahat di kamar kost.


Akhirnya mas Woro mengajakku kembali berjalan ke jalan besar, di sana ada pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya. Mas Woro mengajakku menikmati Soto Lamongan di salah satu warung.

__ADS_1


Setelah kenyang, Mas Woro pamitan untuk pulang kembali ke desa


" Mas pulang dulu wi, kamu hati hati jaga sholat jaga diri " ucapnya


" Iya mas " jawabku sambil mengangguk


Mas woro memberiku dua lembar uang seratus ribuan untuk pegangan katanya. Aku kembali terharu


" kenapa mau kerja malah merepotkan orang lain " pikirku dalam hati


Mas Woro tidak mengantarkanku kembali ke tempat kost, Kami berpisah di jalan besar, Mas Woro menunggu bus di halte tak jauh dari tempatku makan tadi sedangkan aku bergegas kembali ke kost berjalan sendirian.


Aku berjalan santai sambil tersenyum sesekali saat berpapasan dengan orang orang. Aku memang ramah untuk orang yang sudah ku kenal, tapi di sini seperti asing. Aku tersenyum dengan orang yang tidak aku kenal terasa hambar namun aku mencoba ramah pada orang asing.


Sampai di kost, aku berniat mandi dan membersihakan diri. Karena masih siang tempat kost ini sepi seperti tak berpenghuni. Kamar mandi berada di ujung lain kamarku. hanya ada satu kamar mandi yang menyatu dengan WC sementara ada 6 kamar disini tak terbayangkan jika pagi bagaimana antriannya.


Selesai mandi aku sholat dhuhur meski terlambat namun masih sempat. Aku mencari mukena yang ku bawa dari rumah dan sholat di kamar. Tak berapa lama adzan ashar sekalian saja aku sholat ashar. setelahnya aku tiduran dengan masih memakai mukena dan ketiduran.


Aku terbangun saat seseorang masuk ke dalam kamarku. Pasti itu Mbak Ana yang ibu kost ceritakan tadi pikirku. Dia punya kemiripan denganku, usianya lebih tua dariku 3 atau 4 tahunan, rambutnya agak kerlly seperti rambutku, kulitnya juga putih seperti kulitku, dia sedikit lebih pendek dariku, badannya juga terlihat kurusan sedang badanku segar dan berisi, anaknya terlihat kalem seperti yang di bilang ibu kost.


" Hai dik " sapanya


" Hai mbak, Aku Dewi " jawabku sambil mengulurkan tanganku ke arahnya


" Aku Ana " ucapnya sambil membalas uluran tanganku


" Aku panggil dik aja ya, kayaknya lebih tuaan mbak usianya hahaha " ucapnya lagi


Aku mengangguk menyetujui sambil tersenyum manis padanya


" Jadi mbak juga sudah rapikan lemarinya " ucapnya sambil berjalan menuju lemari plastik susun empat


" Ini 2 tempat untuk barangmu dik " ucapnya sambil membuka 2 pintu paling bawah dan atasnya yang terlihat kosong


" Maaf ya, mbak kasih yang di bawah lemarinya soalnya yang atas penuh banget jadi kemarin aku kosongkan yang bawah aja yang sedikit isinya " ucapnya tulus


" Gak papa mbak " jawabku


" Kamu rapikan barangmu dulu ya, mbak mau mandi dulu mumpung belum antri " ucapnya


" iya mbak, terima kasih " ucapku


Mbak Ana mengambil peralatan mandinya dan bergegas menuju kamar mandi, Aku merapikan barangku ke dalam lemari.


Mbak Ana selesai mandi dan melaksanakan sholat ashar sedang aku selesai merapikan barangku dalam lemari. Aku bermain ponselku sambil menunggu mbak Ana usai sholat.


Aku berbalas chat dengan Ani sahabatku, dan mengabarkan kalau aku sedang di tempat kost. Aku juga memberitahukannya kalau teman sekamarku namanya mirip dengannya tapi wajahnya sekilas mirip aku. Anipun mengirimkan emoji tertawa cekikikan. Aku senyum senyum membaca pesan chatnya


" Chatingan sama Cowoknya dik?" tanya Mbak Ana mengagetkanku


" Bukan mbak, dengan sahabatku di kampung " jawabku jujur

__ADS_1


" Sahabat apa pacar?" godanya


Aku tersenyum, Mbak Ana orangnya asyik ternyata, bisa di jadikan sahabat sekaligus kakak. Benar kata ibu kost kalau aku akan cocok dengan mbak Ana, begitupun sebaliknya.


" Sahabat mbak, namanya mirip sama mbak Ani. makanya tadi ketawa " ucapku


" Tapi orangnya malah mirip kamu ya " ucapnya


Ternyata mbak Ana juga menyadari kalau kita punya kemiripan sekilas.


" hahahaha...." tawaku dan tawa mbak Ana bersama


Tok Tok Tok


Suara ketukan pintu menghentikan tawa kami, Mbak Ana membuka pintu dan muncullah mbak Sofi, tetangga kamar.


" Ketawa sama siapa An, seperti ada temannya " tanyanya sambil celingukkan melihat ke dalam kamar


" ni, kenalin adikku Dewi, dia akan tinggal di sini menemaniku jadi kamu gak perlu temenin aku lagi " ucap mbak Ana


Mbak Sofi masuk ke dalam kamar dan mendekatiku, menjabat tanganku


" beneran kamu adiknya Ana?" tanyanya


" kenalin aku Sofi " ucapnya


" Aku Dewi, salam kenal mbak Sofi " ucapku


" beneran kamu adik kandungnya Ana wi? mirip banget ya " ucapnya heran


" Kenapa selama ini kamu gak cerita kalau punya adik kandung?" ucapnya lagi


Aku hanya diam dan tersenyum melihat keheranan mbak Sofi, mbak Ana yang tertawa cekikikan menertawakan keheranan mbak Sofi akhirnya tak sanggup lagi untuk mengerjai mbak Sofi


" Dan kamu percaya begitu saja?" tanya mbak Ana


" Dia tu adik ketemu gede Sof " ucap mbak Ana


" Tapi, sumpah mirip banget " ucap mbak Sofi masih memindai wajahku dan wajah mbak Ana bergantian.


" Dan mulai hari ini, Dewi bakalan jadi adikku " ucap mbak Ana


Rasanya senang, banyak orang baru yang menyayangiku tulus. Saat jauh dengan orang tua dan keluarga ada keluarga baru yang akan kita temui di tempat yang baru. Apa yang kau tanam pasti akan kau tuai. jika kamu menanam kebaikan maka akan kau tuai kebaikan pula.


" Semangat wi " ucapku dalam hati


...Terus dukung Author ya, cuman author pemula masih belajar dan masih banyak yang harus di perbaiki......


...kritik dan saran yang membangun akan author terima dengan senang hati teriring do'a Jazaakumullahu Khoiron khatsiro.......


...Sudah mampir di Novel " Sehidup Sesurga " belum?...

__ADS_1


...Yuuk...mampir ceritanya banyak pelajaran yang bisa kita ambil hikmahnya lo......


...Semoga Manfaat !...


__ADS_2