
" Yaaah malah maen suap suapan di sini ! di cariin juga dari tadi ! "
Dewi dan Fadhil menoleh ke sumber suara
" Riwayat gak pernah deket cewek tapi sekali deket langsung minta di suapin...Cie...Cie...." ucap Agus lagi menggoda keduanya
" Dewi yang maksa kak, bukan maunya mas Fadhil. lagian kan mana mungkin mas Fadhil mau kalau gak Dewi paksa hahaha...." ucap Dewi
" Mau juga donk di paksa paksa ! " goda Agus
" Kamu pepet aja terus Wi, biar Fadhil gak jomblo terus...Masak iya cowok yang gantengnya pakek banget gak punya cewek, rugi donk ! " ucap Agus
" hahahaha...." tawa Agus dan Dewi barengan. Sementara Fadhil hanya tersenyum kecil menanggapi keduanya
" Eh malah cekikikan disini, di tungguin dari tadi. Pulang Yuuk.... " ucap Woro menghampiri mereka
" Ayuuk mas, Dewi juga udah capek liatin orang makan dari tadi ! " ucap Dewi
Sebelum meninggalkan tempat resepsi, mereka ke pelaminan untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai
" Selamat menempuh Hidup baru bro, smoga Sakinah ma waddah warohmah " ucap Woro menyalami mempelai pria yang masih saudara sekaligus teman kuliahnya dulu
" Terima kasih Ro, Smoga kamu cepet nyusul " ucapnya
" Sama sama, aku nyusulnya nanti aja nunggu ni adik cantik laku dulu " ucap Woro menunjuk Dewi yang ada di belakangnya
" ishhh alasan ! bilang aja belum ada yang mau sama mas Woro pakek alasan nunggu Dewi " ucap Dewi memanyunkan mulutnya ke arah Woro
" hahaha...." tawa Woro lirih
" Selamat ya Kak, Smoga cepat di berikan momongan " ucap Dewi memberi selamat pada ke dua mempelai
" Terima kasih Wi " jawab mempelai pria
" Selamat Wan, semoga pernikanmu berkah " ucap Fadhil
" Selamat bro, smoga langgeng sampai maut memisahkan " ucap Agus di belakang Fadhil
" Terima kasih Dhil, Gus, sudah menyempatkan datang jauh jauh" jawab mempelai pria
__ADS_1
" sama sama " ucap Fadhil dan Agus kompak
" Foto dulu ya buat kenangan " ucap Wawan mempelai pria
Mereka berempat berfoto bersama, Dewi dan Fadhil di samping mempelai wanita sedangkan Woro dan Agus di samping mempelai pria.
" Mas, tolong sekali lagi foto pakai ini " ucap Agus memberikan ponselnya pada Fotographer
Mereka berpose sekali lagi dengan gaya santainya.
" Wah, Fadhil dan Dewi cocok ni jadi pasangan " ucap Wawan
" Aku juga mikirnya gitu " ucap Agus
" Terus ? Nunggu apalagi ? " ucap Wawan
" Nunggu di lamar kak ! " ucap Dewi
" Wah, kode tu Dhil " ucap Wawan
Fadhil yang sedari tadi diam dan tersenyum bersuara
" Do'ain aja ya " ucap Fadhil sambil tersenyum
" Aduhhh.....sakit mas ! " ucap Dewi mengusap keningnya yang di sentil Woro
Merekapun akhirnya pulang kembali ke rumah Dewi. Mereka tiba di rumah tepat saat adzan Ashar. Fadhil, Woro, dan Agus langsung ke masjid dekat rumah Dewi. Sementara Bapak, ibu dan Dewi masuk ke dalam rumah lebih dulu.
" Bu, Dewi mau main sama Ani ya " ucap Dewi
" Ashar dulu wi " ucap ibu
" Iya bu, maksud Dewi nanti habis Sholat Dewi langsung pergi sama Ani. Udah janjian " ucap Dewi
Ibu mengangguk mengiyakan, kemudian Dewi bergegas untuk sholat karena ingin segera jalan bareng Ani sahabatnya.
.
Di tepian waduk tempat favorit Ani dan Dewi bercerita selama ini, tampak Ani dan Dewi sedang duduk bercerita sambil sesekali mengunyah makanan ringan dan minuman yang mereka beli di jalan.
__ADS_1
" Kamu gak kontak sama Bimo lagi kan Wi? " tanya Ani
Dewi menggelengkan kepalanya
" Aku blokir nomernya An, Dia juga gak pernah mencoba hubungi aku pakai nomer baru " ucap Dewi
" Ya wislah Wi, ikhlaskan saja anggap dia bukan jodohmu " ucap Ani
" Iya An, aku mencoba untuk itu tapi tak semudah itu melupakan kenangan bersamanya selama ini, malah hati terasa sakit jika mengenangnya " ucap Dewi
" Waktu yang akan menyembuhkan lukamu itu Wi, pelan pelan pasti kamu bisa melupakannya " ucap Ani
" Cobalah buka hatimu untuk kak Fadhil. Kurasa dia cocok denganmu " ucap Ani
" Tapi Aku minder An kalau sama mas Fadhil " ucap Dewi
" Minder kenapa, selama kak Fadhil fine fine aja gak masalah Wi " ucap Ani
" Mas Fadhil itu terlalu baik untuk seorang Dewi ! " ucap Dewi
" Kalau jodoh mau bilang apa? " ucap Ani
" Aamiin. Do'ain aja ! hahaha...." ucap Dewi
" Siapa coba yang tak terpesona dengannya?" guman Dewi membayangkan wajah Fadhil
" hhhhmmm....dasar mau tapi Malu ! " ucap Ani
" Hahahaha...." tawa Dewi
" Kelihatannya Kak Fadhil sudah kenal dekat dengan mas Woro? " ucap Ani
" Iya, ternyata mereka itu sahabat saat kuliah dan mereka tahunya ya kemarin saat mas Fadhil nganterin aku pulang " cerita Dewi
" oh...." ucap Ani
" Kamu beneran balik besok pagi Wi? " tanya Ani
" Iya An, aku kan nebeng sama mas Fadhil " ucap Dewi
__ADS_1
" Yah, padahal rinduku padamu belum terobati Wi " ucap Ani sendu
" Aku juga masih merindukanmu " ucap Dewi memeluk sahabatnya