OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
pamit#xxx cell


__ADS_3

" Maaf Ko, sebenarnya kehadiran Dewi pagi ini untuk mengembalikan ini " ucap Dewi menyerahkan paper bag pada Abing


" Apa ini ? " tanya Abing


" Sebelumnya Dewi mohon maaf ko, Dewi ijin undur diri dari sini " ucap Dewi


" Hmmm....masalahnya apa ?" tanya Abing sambil mengintip paper bag yang di taruh Dewi di atas mejanya


" Kerjamu sudah bagus, bahkan untuk seorang yang baru bekerja bonusmu sudah bisa di bilang besar, kalau kamu bisa bertahan 2 bulan ke depan mungkin gajimu bisa naik 2 kali lipat " ucap Abing panjang lebar


" Bukan masalah gaji atau bonus Ko " ucap Dewi


" Kamu ada masalah sama karyawan lain? " tanya Abing


Dewi menggelengkan kepalanya


" Tidak Ko " ucap Dewi


" Terus masalahnya apa? " ucap Abing


" Jujur saya berat untuk memberikan ijin itu karna kamu termasuk karyawan yang memiliki potensi tinggi meningkatkan omset penjualan kita" ucap Abing


" Tapi saya tidak bisa memaksamu untuk tetap di sini, tapi tolong berikan satu alasan agar bisa saya terima keputusanmu ini " ucap Abing


Dewi mengemukakan alasan resighnya dari ketidaknyamanannya dalam berpakaian dan alasan ingin berubah lebih baik. Abing menerima alasan itu dan akhirnya merelakan Dewi untuk berhenti menjadi bagian dari xxx cell.


" Baiklah, saya terima alasanmu " ucap Abing


" Terima kasih ko " ucap Dewi


" Tapi jika suatu saat kamu berubah pikiran, maka kembalilah...karna mungkin kita masih membutuhkanmu disini " ucap Abing


Dewi berpamitan pada teman teman kerjanya yang lain. Tak lupa Dewi juga meminta maaf pada semua teman temannya jika selama ini ada perkataan atau tingkah lakunya yang sengaja atau tak dia sengaja sudah menyakiti mereka.

__ADS_1


Dewi keluar meninggalkan xxx cell saat pukul 11.30 wib. Fadhil yang sejak tadi menemaninya di stand xxx cell mengajaknya untuk makan siang lebih dulu.


Fadhil, Dewi dan Anto makan siang bersama di area Mall. Saat mereka duduk menunggu pesanan makanan


" Kamu masih mau pamit lagi ? " ucap Fadhil


" Pamit sama siapa lagi ? " tanya Dewi


" Teman atau bosh kamu yang lain mungkin? " ucap Fadhil


Dewi baru teringat dengan pekerjaan sampingannya, menjadi teman main Sisil. Tapi apakah Dewi juga harus meninggalkan pekerjaannya itu.


" Hmmm....Mas, apa nanti saat Dewi kerja di tempat bundajam kerjanya setiap hari ? Atau ada liburnya? " tanya Dewi yang belum mengerti kerjaan baru apa yang akan dia lakukan di tempat bunda


" Tergantung ! " ucap Fadhil


" Maksudnya? " ucap Dewi


" Ya...tergantung nanti kamu kerja di bagian apa " ucap Fadhil


" Apapun itu kalau kamu mau belajar pasti bisa " ucap Fadhil


" Kira kira bagian apa ya? " ucap Dewi penasaran


" Kita lihat saja nanti " ucap Fadhil


" Ya udah kalau gitu nanti kita ke bunda dulu aja biar jelas, baru bisa putuskan soal kerjaan sampinganku " ucap Dewi


" Kerjaan nemenin Sisil maksudmu ? " ucap Fadhil


Dewi mengangguk


" Iya mas, lumayan gajinya.....hehehe...." ucap Dewi

__ADS_1


" Ya kalau kamu nyaman dan bisa ngatur waktu ya terusin saja " ucap Fadhil


" Lihat nanti mas, aku mau ketemu bunda dulu " ucap Dewi


Makanan yang mereka pesan sudah tertata di meja. Anto masih terlihat diam. Anto yang sejak tadi hanya mendengarkan perbincangan mereka lebih memilih fokus bermain game di ponselnya dari pada perbincangan mereka.


" Woii...calon mahasiswa maen game terus ! " ucap Dewi


" Apaan sihh " ucap Anto merasa terganggu


" Makan nih... " ucap Dewi


" Aku tu malas dengerin kamu sama mas Fadhil ngomongin hal yang sama sekali aku gak ngerti " ucap Anto yang tak Fokus dengan omongan Dewi


" Ya mendingan main game kan seru " ucap Anto masih memainkan game di ponselnya


" Makan dulu An " ucap Fadhil


Anto segera mematikan ponsel dan menyimpannya dalam saku kemudian mulai menyantap makanan yang ada didepannya


" giliran mas Fadhil nyuruh langsung gercep si Anto" guman Dewi


Mereka menikmati makan siang dalam diam. Setelah makanan di piring Dewi habis Dewi pamit untuk ke toilet lebih dulu.


Dewi pergi ke toilet terdekat dengan lokasi tempat mereka makan. Setelah keluar dari kamar kecil Dewi merapikan jilbabnya dan sedikit membenahi riasan wajahnya dengan sedikit bedak dan lipblam.


Setelah di rasa cukup Dewi keluar dari toilet tapi saat sampai di depan pintu seorang cewek yang terburu buru berjalan menabraknya


" Aduhhh...punya mata gak sih " umpat cewek itu


" Maaf " ucap Dewi


Cewek itu berjalan ke dalam toilet tanpa menoleh pada Dewi

__ADS_1


" Jelas jelas dia yang main ponsel saat jalan masih juga nyalahin orang lain " gerutu Dewi dalam hati


" Dewi ? " sapa seseorang lirih tepat di depan Dewi yang sedang berjalan menunduk


__ADS_2