
Agas meninggalkan Sisil dan Dewi ke toilet setelah Agas menyelesaikan makannya. Sementara Dewi masih menyuapi Sisil makan.
" Hai wi ! " sapa seseorang mengagetkan Dewi
Dewi menoleh ke arah suara dan mendapati 2 orang pria yang di kenalnya. Dewi menyapa ke duanya.
" Hai Kak, Hai Mas Fadhil " ucap Dewi tersenyum melihat ke arah Agus dan Fadhil bergantian
Keduanya membalas senyum pada Dewi namun Dewi yang bermaksud tersenyum pada keduanya malah terbengong melihat Fadhil yang begitu terlihat tampan saat tersenyum dan pandangan keduanya bertemu.
" Mas Fadhil kalau senyum, Ariel Noah mah lewat.... Sumpah Demi apapun dia ganteng banget " guman Dewi
" Senyummu yang selalu ku rindukan " guman Fadhil
Agus yang melihat Dewi dan Fadhil terbengong dan saling diam mengagumi satu sama lain memecah suara
" Woi, anak di bawah umur di larang lihat, malah kalian para orang Dewasa yang gak tau sikon ! " ucap Agus
Seketika keduanya tersadar dari lamunannya dan kembali tersenyum
" Mereka siapa Kak? " tanya sisil
" Ini teman kakak Dik, yang ini kak Agus dan ini Kak Fadhil " ucap Dewi memperkenalkan
" Hai adik cantik " sapa Agus sambil mencowel pipi sisil
" Hai Kak Agus " balas Sisil
" Kak, yang ini beneran teman kakak juga? Kok gak ada suaranya dari tadi, apa dia baik baik saja? " ucap Sisil menunjuk ke arah Fadhil
__ADS_1
" hahaha...." Agus tertawa sambil menutup mulutnya
" Kak Fadhil Baik baik saja, tapi hatinya sedang tidak baik " ucap Agus meledek Fadhil yang sedari tadi tak bersuara
" Apaan sih " ucap Fadhil meninju bahu Agus pelan
" Assalamu'alaikum anak cantik " sapa Fadhil
" Namanya siapa?" tanya Fadhil
" Sisil kak " ucap Sisil
" Kok salam kakak gak di jawab " ucap Fadhil
" Memang harus? " tanya sisil
Sisil memandang ke arah Dewi menanyakan bagaimana dia harus menjawabnya
" Pinter, kalau ada salam wajib di jawab karena ucapan salam mengandung do'a " ucap Fadhil mengelus kepala Sisil
" Kak Fadhil ganteng, Sisil daftar jadi cewek kak Fadhil boleh? " ucap Sisil manja memegang tangan Fadhil
" Sisil gak boleh gitu sayang ! " ucap Dewi memberi pengertian
" Tapi kan kak, Kak Fadhil cowok idaman " ucap Sisil
" Iya juga sih cowok idaman, kak Dewi juga mau jadi ceweknya hahaha " guman Dewi dalam hati s
" Sisil cantik, Kak Fadhilnya gak mau pacaran maunya langsung nikah " jawab Agus
__ADS_1
" Yaahhh masak sisil masih kecil di ajak nikah kak " ucap Sisil
Mereka bertiga tak tahan menahan tawanya
" Bukan Sisil yang mau di ajak nikah ! hahaha" ucap Agus
" Sisil masih kecil, masih harus banyak belajar ya...gak boleh mikirin cowok dulu okey " ucap Fadhil
" Okey kak Fadhil, tunggu Sisil besar ya " ucap Sisil
Agus dan Dewi semakin tertawa, Fadhil melirik kearah Dewi untuk minta bantuannya.
Dewi seketika berhenti tertawa, dia juga tidak tahu bagaimana menerangkan pada Sisil si bocah 4 tahun anak asuhnya itu.
" Sayang, Kagum itu boleh, Suka juga tidak salah namun tak semua harus jadi pacar. Bisa jadi adik jadi teman atau sahabat yang paling penting saling nyaman dan saling mengingatkan" ucap Dewi
" Sisil mau jadi adiknya Kak Fadhil aja kalau gitu " ucap Sisil semangat
" Hmmm...sisil memang adik yang manis " ucap Fadhil mengusap rambut sisil
" Sisil gak mau jadi adiknya kak Agus nih? " ucap Agus menggoda sisil
" Hmmm.... Sebenarnya sih, gak masuk kriteria jadi kakak. masak adiknya cantik kayak sisil kakaknya kayak kak Agus ! " ucap Sisil
Fadhil dan Dewi tertawa menutup mulutnya mencoba tak bersuara melihat Agus yang tampak kesal
" Tapi jadi teman boleh lah " ucap Sisil
" Okey, kita berteman " ucap Agus mengajak Sisil untuk toos.
__ADS_1
Sisil membalas tos Agus tanda pertemanan mereka.