OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Rumah yang Nyaman


__ADS_3

Menjelang waktu ashar, Dewi baru sampai di kampung halamannya.


" Rumahmu sebelah mana Wi? " tanya Agus saat sudah masuk kampung


" Lurus aja, tiga ratusan meter dari masjid yang berada di kanan jalan " ucap Dewi


" Dekat dengan pusat kota ya ternyata " ucap Agus


" Iya kak, lumayan " jawab Dewi


" Nah itu masjidnya dah terlihat " ucap Dewi menunjuk depan


Fadhil dan Agus melihat masjid yang di tunjuk


" Megah ya masjidnya Arsitekturnya juga bagus " ucap Agus


" Nah yang sisi kiri itu balai desa dan sekolah dasar " ucap Dewi


" Tempat umum jaraknya dekat dekat ya " ucap Agus


" Iya kak, kalau Pasarnya masih tiga ratusan meter lagi dari rumah Dewi " ucap Dewi


" Nah itu rumah Dewi sudah kelihatan, yang ada pohon kedondong besar depan rumah itu loh kak " ucap Dewi menunjuk rumahnya


Fadhil memarkirkan mobilnya di halaman rumah Dewi yang luas dan rindang. Banyak sekali pohon di depan rumah Dewi dari pohon Kedondong yang besar batangnya serangkulan tangan orang dewasa sampai beberapa pohon mangga yg batangnya sepaha orang hingga pohon jambu biji. semua pohon di rumah Dewi sedang berbuah lebat menambah pemandangan yang segar saat melihatnya.


" Selamat datang di gubuk Dewi " ucap Dewi


" Maaf kak Agus, Mas Fadhil, rumahnya sederhana " ucap Dewi

__ADS_1


" Rumahnya sejuk ya, terasa nyaman " ucap Agus melihat ke sekitar


" Ayo turun dulu kak, Mas Fadhil " ucap Dewi


Agus dan Fadhil mengikuti langkah Dewi ke pintu rumah. Di depan pintu rumah sudah berdiri wanita paruh baya yang masih terlihat sisa sisa kecantikannya saat muda, ya dia adalah ibu Dewi yang penasaran dan keluar rumah saat mendengar deru mobil di halaman rumahnya.


" Assalamu'alaikum bu...." ucap Dewi mencium tangan ibunya dengan takzim kemudian memeluk kangen pada sang ibu


" Wa'alaikumus salam Nduk " jawab Ibu Dewi


" Dewi kangen ibu " ucap Dewi masih memeluk ibunya


" kami juga kangen kamu Nduk " ucap ibu


" Hmmm....mereka siapa? " bisik Ibu saat melihat dua laki laki di belakang Dewi


" Mari masuk dulu Nak Fadhil, Nak Agus " ucap Ibu


Mereka masuk ke dalam rumah Dewi yang sederhana namun tampak bersih, sejuk dan terasa nyaman.


" Wi buatkan minum dulu untuk temanmu " ucap Ibu


" Njih bu " uvap Dewi


Dewi pergi ke arah dapur membuatkan teh hangat untuk Agus dan Fadhil


" Maaf ya Nak Fadhil Nak Agus merepotkan kalian, dan terima kasih atas tumpangannya untuk Dewi " ucap Ibu


" Sama sama Bu, sama sekali tidak merepotkan kami memang kebetulan ada sedikit urusan di sini " ucap Fadhil

__ADS_1


" Maaf kalau anak ibu sedikit pecicilan " ucap Ibu


" Ibu...." ucap Dewi memelas lirih


" Dewi sudah besar bu, insyaallah Dewi berubah lebih baik " ucap Dewi


" Dewi itu anak yang manja dan suka pecicilan tapi anak ibu anak yang baik. Maaf kalau Dewi kelakuannya kadang seperti anak kecil karena dia bungsu di keluarga kami " ucap Ibu


" Tidak bu, Dewi anaknya baik " ucap Fadhil


Dewi kembali memeluk ibunya, setelah meletakkan nampan berisi minuman dan mempersilhkan tamunya minum. Suara adzan terdengar di rumah Dewi. Fadhil dan Agus segera permisi pergi ke masjid lebih dulu untuk melaksanakan sholat ashar.


Fadhil dan Agus sengaja berjalan kaki pergi ke masjid, mobil Fadhil sengaja di tinggal di rumah Dewi.


Dewi membantu ibunya di dapur menyiapkan makan untuk tamunya.


" Kalian sudah lama kenal Nduk? " tanya Ibu


" Kalau sama mas Fadhil sudah lama, saat di kenalkan teman SMA Dewi di sini, kalau kak Agus baru sebulanan saat gak sengaja ketemu mas Fadhil " ucap Dewi


Dewi bercerita sambil membantu ibu memasak.


" Kamu gak pacaran sama Fadhil kan Wi ? " tanya ibu


" Ibu lihat Dia suka denganmu dan ibu juga lihat kamu juga suka sama dia " ucap Ibu sambil mengulek Cabe dan bawang


Waduhhh.....


Harus gimana nih......

__ADS_1


__ADS_2