OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Kejutan


__ADS_3

Usai sholat dhuhur, Fadhil dan rombongan keluarganya berangkat ke rumah Dewi. Mobil Fadhil berisikan Fadhil Agus, bunda dan juga Dewi. Sedangkan mobil satunya berisikan kedua orang tua Anto dan juga seorang uztad


" Bun, mas Fadhil serius mau nglamar Dewi " tanya Dewi pada bunda yang duduk di sebelahnya.


Bunda tersenyum dan mengangguk mantap menggenggam kedua tangan Dewi


" Apa Kamu masih meragukan cinta Fadhil untukmu ? " ucap bunda


" Bukan begitu bun, hanya saja Dewi merasa ini semua terlalu cepat " ucap Dewi


" Anak bunda pernah mengutarakan niatnya padamu sebulan lalu bukan ? " ucap Bunda


Dewi mencoba mengingat ketika Fadhil mengungkapkan isi hatinya pada Dewi. Dan itu terjadi saat perjalanan Fadhil mengantar Dewi ke kampung untuk pertama kalinya.


Dewi selalu mengira bahwa Fadhil bercanda dengan isi hatinya karna saat itu Dewi belum begitu mengenal Fadhil.


" Ya, Dewi mengingatnya " ucap Dewi


" Kamu tahu kan? anak bunda tak pernah bercanda dengan hatinya? " ucap Bunda


Dewi mengangguk dan mengerti dengan ucapan bunda. Dewi menunduk dalam karena kondisi ini tak akan bisa Dewi cegah lagi


" Apa kamu ingin menolak lamaran anak bunda? " tanya bunda iseng


Dewi tak bisa berkata dan menjawab pertanyaan bunda mana mungkin dia bisa menolak niat baik Fadhil karena sejak Dewi diabaikan oleh Bimo waktu itu Dewi berjanji pada dirinya sendiri tidak mau pacaran dan akan menerima siapapun yang serius melamarnya.

__ADS_1


Dan tak dapat Dewi pungkiri sosok Fadhil adalah sosok idaman wanita tak terkecuali dirinya. Dewi hanya merasa ini terlalu cepat untuknya.


Fadhil melihat Dewi berpikir terlalu lama dan tak menjawab pertanyaan bundapun berkata


" Jika kamu belum bisa menorehkan namaku di hatimu saat ini, setidaknya yakinlah akan ketentuan jodoh dari Allah untukmu " ucap Fadhil


Dewi menoleh memandang sang pemilik suara ada keseriusan di sana ada yang hati yang terasa nyaman saat mendengarnya.


Dewi mengangguk dan tersenyum pada Fadhil dan juga bunda yang sejak tadi menggenggam tangannya.


" Terima kasih sayang " ucap bunda kemudian memeluk Dewi erat.


Fadhil duduk di depan dengan perasaan bahagia.


.


.


Saat mobil Fadhil sampai di depan rumah Dewi, Dewi sangat terkejut karena halaman rumah Dewi sudah di penuhi dengan terop dan dekorasi khas pernikahan


" Apa ini ? siapa yang menyiapkan semua ini ? " guman Dewi


Bunda menepuk pundak Dewi pelan


" Bunda tak pernah melihat Fadhil sebahagia dan sesemangat ini, Fadhil menyiapkan kejutan ini untukmu " ucap Bunda

__ADS_1


Dewi menoleh ke arah bunda tersenyum kemudian memeluk bunda erat


" Bimbing dan do'akan Dewi ya bun agar Dewi bisa menjadi isteri sholihah untuk mas Fadhil " ucap Dewi lirih masih memeluk bunda


" Tentu sayang, bunda akan berdo'a untuk kebaikan dan kebahagiaan kalian berdua " ucap bunda


Bunda mengelus punggung Dewi lembut lalu mengurai pelukannya


" Dewi hanya masih tak percaya semua ini terasa terlalu cepat buat Dewi " ucap Dewi


" Niatkan ibadah pada Allah, insyaallah berkah dan barokah " ucap bunda


Dewi tak sabar untuk turun dari mobil, Dewi bergegas membuka pintu mobil dan melangkah menyeberang jalan tanpa menengok kanan kiri lagi.


Fadhil dan rombongan yang sedang sibuk mengeluarkan barang hantaran untuk di bawa ke rumah Dewi sebagai sasrahan tak memperhatikan keberadaan Dewi hingga suara rem mobil terdengar berdecit keras di telingga mereka


Ciiiiiitttttt.......


Suara rem mobil yang terpaksa di injak secara mendadak oleh sang pengemudi terdengar mengagetkan semuanya.


" Allahu akbar !!! " teriak Dewi sambil menutup matanya pasrah


" Ya Allah ! " ucap sang pengemudi mobil mematikan mobil dan melihat ke luar


" Astaghfirullah, Dewi !!! " ucap Fadhil saat mendengar teriakan Dewi

__ADS_1


__ADS_2