OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Bertemu Bimo


__ADS_3

" Dewi ? " sapa seseorang lirih tepat di depan Dewi yang sedang berjalan menunduk


Deg


" Seperti suara...." guman Dewi dalam hati


Dewi mencoba menegakkan kepalanya


" Kak Bimo " ucap Dewi lirih


" Wi, Kakak kangen kamu " ucap Bimo


Bimo memegang tangan Dewi dengan kedua tangannya. Bahagianya Bimo bertemu dengan sang kekasih yang sudah lama dia rindukan matanya berkaca kaca menatap penuh damba. Berbeda dengan Dewi yang kini perasaannya semakin perih berjumpa dengan seseorang yang menggantung hubungannya tanpa ada kejelasan. Seketika Dewi tersadar dan menghempaskan kedua tangan Bimo dengan kasar.


Dewi berlari meninggalkan Bimo, namun Bimo tak mau kehilangan Dewi, Dia ingin mengutarakan perasaan yang masih tersimpan di hatinya untuk Dewi.


Bimo mengejar Dewi yang berlari meninggalkannya. Bimo bisa mengejar Dewi dan menarik tangan kanan Dewi membawanya dalam pelukannya.


" Wi, maafin aku " ucap Bimo penuh sesal


" Aku masih tetap mencintaimu seperti dulu " ucap Bimo

__ADS_1


Dewi mencoba menata perasaannya tak bisa di pungkiri nama Bimo masih terpatri dalam hatinya sudah sejak SMP namun mengingat penghianatan Bimo yang begitu mudah menerima perjodohan orang tuanya tanpa ada pembelaan, Lost contack saat Bimo sudah meraih mimpinya menjadi Pegawai Negeri, sampai tak ada kejelasan hubungan asmara di antara mereka di lanjutkan atau putus sampai di sini saja membuat Dewi sadar bahwa Bimo yang tak pernah mencintainya.


Dewi mencoba berontak dengan mendorong tubuh Bimo dengan sekuat tenaga.


" Maaf kak, tapi tak akan ada cinta lagi di hati Dewi buat kakak" ucap Dewi saat lepas dari pelukan Bimo


" Wi, kenapa kamu berbohong, aku tahu kamu masih mencintaiku " ucap Bimo


Bimo menggenggam kedua tangan Dewi erat dan menatapnya lekat


" Kenapa Wi? Kenapa kamu bohongi dirimu sendiri " ucap Bimo


Dewi menatap Bimo tajam, rasa cinta itu kini telah berubah menjadi rasa sakit yang teramat dalam bagi Dewi. Rasa benci sudah memenuhi ruang di hati Dewi buat Bimo.


Bimo ingin mengejarnya lagi, tapi bunyi ponsel miliknya menghalangi niatannya. Panggilan dari Selly sang calon isteri.


Tanpa di sadari ke duanya sedari tadi ada sepasang mata yang melihatnya dari dekat dan karna Dewi yang berjalan menunduk menangisi kepedihan hatinya menabrak seseorang yang berdiri tegak menatapnya.


" Mas Fadhil " ucap Dewi


Dewi berhambur memeluk tubuh kekar Fadhil, Dewi menumpahkan tangisnya di pelukan Fadhil. Fadhil membiarkan Dewi memeluknya tanpa membalas pelukan Dewi, Fadhil hanya berdiri mematung ikut merasakan betapa perih luka di hati Dewi saat ini.

__ADS_1


Dewi terisak tanpa berkata apapun, dia menguras semua air mata kekecewaannya pada Bimo sang pujaan hatinya. Kesetiaannya selama ini di khianati oleh sang kekasih. Hingga beberapa menit berlalu Dewi sudah merasa lebih nyaman dan sedikit lega sudah meluapkan kekecewaannya Dewi tak terisak lagi seperti tadi.


" Ehmm....." dehem Fadhil saat di rasa Dewi sudah tenang


" Mass...Maafin Dewi " ucap Dewi tersadar dan melepas pelukannya dengan rasa malu yang begitu luar biasa hingga pipinya terlihat merona


" Mau di halalin segera ? Biar bisa meluk mas sesuka hatimu ? " goda Fadhil


Blushhh....


" Apaan sih mas " ucap Dewi


Wajah Dewi makin memerah mendengar godaan Fadhil


" Lupakan yang telah berlalu, mulai dengan hidupmu yang baru " ucap Fadhil


" Bersamaku kalau kamu mau ! " ucap Fadhil


Dewi semakin terbuai dengan rayuan Fadhil yang terang terangan padahal bisa di katakan Fadhil yang di kenalnya sosok yang dingin.


" Yuk ke tempat bunda, Pipimu sudah seperti tomat tu " ucap Fadhil

__ADS_1


Fadhil tersenyum simpul menatap Dewi yang malu kemudian berjalan pelan meninggalkannya


" Mas Fadhil ihhh..." ucap Dewi mengejar Fadhil yang meninggalkannya


__ADS_2