
Di halaman rumah Dewi tampak tak ada orang namun terdengar seperti ada suara orang sedang mengobrol.
" Ternyata lebih nikmat ya makan buah di atas pohonnya langsung " ucap Agus
" Iya, apalagi Mangganya yang sisa codot hahaha...." ucap Woro
" Ternyata codot lebih tahu mana yang manis " ucap Agus sambil menikmati mangganya
Woro, Agus dan Fadhil memanjat pohon mangga di depan rumah Dewi usai jalan keliling kampung pagi ini. Mereka ingin memetik buah mangga dari pohonnya langsung.
Dewi ke luar rumah hendak membersihkan halaman seperti kebiasaannya dulu, Dewi mengambil sapu lidi di samping rumah yang biasa Dewi gunakan untuk membersihkan halaman. Mengetahui kehadiran Dewi, mereka bertiga sepakat untuk tak bersuara lebih dahulu
" Lama tak menyapu halaman, jadi kangen " guman Dewi sambil memulai membersihkan halaman dari sisi kanan
Dewi menyapu sambil bersenandung lagu band kesukaannya
🎶 Dahulu terasa indah tak ingin lupakan
🎶Kemesraan slalu jadi satu kenangan manis
🎶Tiada yang salah, hanya aku manusia bodoh
🎶Yang biarkan semua kini permainkanku berulang ulang kali
🎶Ku coba bertahan sekuat hati
🎶Layaknya karang yang di hempas sang ombak
🎶Jalani hidup dalam buai belaka
🎶Serahkan cinta tulus di dalam takdir
🎶Tak ayal tingkah lakumu buatku putus asa
🎶Kadang akal sehat ini tak cukup membendungnya
🎶Hanya kepedihan yang slalu datang menertawakanku
🎶Kau belahan jiwa tega menari indah diatas tangisanku
" Jadi meloy gini ya...." guman Dewi
" Sebegitu rapuh itu kah hatinya " guman Fadhil yang sedari tadi mendengar dan melihat Dewi dari atas pohon
__ADS_1
Dewi duduk berjongkok dan meletakkan sapu yang sedari tadi di gunakannya. Dewi mengusap matanya yang seperti berair namun nyatanya tak ada air mata di sana
" Kamu bisa wi, bismillah lupakan dia " gumannya lagi
Bughhh.....Bughhhh....Bughhh....
Suara mangga jatuh tepat di samping Dewi.3 buah mangga secara bertubi tubi membuat Dewi tersadar akan kesedihannya.
" Mangga codotan ! " guman Dewi memungut salah satunya
Dewi memungut 2 lainnya yang tak jauh dari mangga pertama
" Yang 2 ini asli codotan....lhah yang ini kenapa gigitannya beda " guman Dewi sambil mendongak ke atas
Ke tiga laki laki yang sedang menikmati mangga di atas pohonnya seketika tertawa melihat Dewi yang sadar ada yang tidak beres
" Hahahaha....."
" Manusia bodoh kan ya? Bedain yang manis dan yang pura pura manis aja gak bisa ! Kalah sama codot nih ! " sindir Woro
" Mas Woro ! " ucap Dewi
" Wi, ini tangkap " ucap Agus melempar sebuah mangga ke arah Dewi
" Hebat juga nangkapnya " ucap Agus
" Dewi gitu lo....sini lempar lagi kak biar Dewi tangkap " ucap Dewi
" Wi, sekalian ambilkan tempat buat metik mangga ni " ucap Woro
" iya Mas " jawab Dewi
Dewi memberikan kantong yang biasa di gunakan bapak untuk memetik mangga pada woro. Sementara Agus dan Fadhil bergantian memanggil Dewi untuk menangkap mangga petikan mereka secara bergantian.
" Tangkap Wi " ucap Fadhil bersuara
" Siap mas Fadhil " jawab Dewi
" Satu...Dua....Ti...ga...." ucap Fadhil melempar mangga ke arah Dewi
" Kenapa tiba tiba badanku gatel ya.... " guman Fadhil
" Ini wi, tangkap lagi ! " ucap Agus
__ADS_1
" Okey, kak ! " jawab Dewi
Agus dan Dewi masih asyik dengan lempar melempar mangga bergantian, Woro memetik buah mangga memenuhi kantong bawaannya. Sedangkan Fadhil berusah untuk turun dari pohon karena badannya terasa gatal.
" Kenapa mas? " ucap Dewi saat mendapati Fadhil yang sudah di bawah merasa tak nyaman
" Gak Tahu wi, badanku gatel " jawab Fadhil terus menggaruk badannya
" Awas ulat bulu mas ! " teriak Dewi saat mengetahui kaos yang Fadhil gunakan terdapat ulat bulu
" Copot kaos nya mas, cepet ! " ucap Dewi
Tanpa berpikir lagi Fadhil langsung mencopot kaos putih yang digunakannya, tampaklah dada bidang kotak kotaknya yang sudah penuh bentol merah.
" Subhanallah, betapa nyaman pemandangan ini " guman Dewi terkagum
Agus dan Woro yang langsung turun saat tadi mendengar teriakan Dewi.
" Ambil bedak gatal wi ! " ucap Woro
" i...iya mas " ucap Dewi tersadar dari lamunannya
" Kamu tunggu Dewi di teras aja Dhil, biar aku dan Agus beresin mangganya dulu " ucap Woro
Fadhil berjalan ke teras dan ketemu Dewi di sana dengan membawa bedak gatal
" Ini bedaknya taburin langsung ke badannya mas " ucap Dewi menyerahkan bedak ke Fadhil
Fadhil melaburi dadanya dengan bedak pemberian Dewi, namun pas bagian punggung Fadhil kesulitan melakukannya
" Sini mas, biar Dewi bantuin " ucap Dewi langsung merampas botol bedak gatal dari tangan Fadhil
Tanpa menunggu persetujuan Fadhil, Dewi langsung menaburi punggung Fadhil dengan bedak gatal dan meratakan dengan tangannya
" Yang di punggung sebelah sini parah mas bentolnya " ucap Dewi menggaruk dan menaburi bedak lebih banyak di area itu.
Fadhil hanya diam di perlakukan Dewi seperti itu
" Bentar mas, Dewi ambilkan air hangat " ucap Dewi
" Buat apa wi ? " tanya Fadhil
" Buat lelehin hatimu ! " ucap Dewi asal
__ADS_1
" Ya, buat ngompres ini lah biar berkurang rasa gatalnya " ucap Dewi meninggalkan Fadhil sendiri