
" Mas, Dewi ingin bicara serius " ucap Dewi saat makanan di meja sudah habis
Fadhil melihat ke arah Dewi sekilas kemudian memandang ke arah Agus
" Kalian bicara saja, anggap aku tak ada " ucap Agus yang mengerti akan situasi dan kondisinya
" Tapi kak...." ucap Dewi seperti keberatan jika Agus mendengarnya
" Anggap aku tak ada di sini dan tak mendengar apa yang kalian omongankan " ucap Agus memasang headset ponselnya di kedua telingganya
Fadhil tersenyum dan melihat ke arah Dewi lalu mengangguk
" Bicaralah " ucap Fadhil
" Mas, Dewi mau bicara jujur " ucap Dewi
" Setelahnya terserah mas Fadhil mau gimana " ucap Dewi
" Dewi akan terima semua keputusan mas Fadhil " ucap Dewi menunduk
" Hmmm....??! " guman Fadhil
" Sebenarnya Dewi kemarin...." ucap Dewi menundukkan kepalanya
" Dewi...bertemu Bimo di resto sebelum insiden tersrempet motor " ucap Dewi makin menundukkan kepalanya
" Kami berpapasan saat Dewi kembali dari toilet, Bimo mencekal tangan Dewi dan menarik Dewi hingga....." ucap Dewi kembali mengingat kejadian memilukan itu hingga kembali menundukkan kepalanya dalam.
Agus yang sejak tadi mendengarkan musik lewat earphonenya tak sengaja melihat Dewi menunduk dalam dan membatin.
" Seperti ada beban terdalam di hati Dewi " guman Agus
" Kamu gak perlu menceritakan aib pada orang lain " Ucap Fadhil
" Tapi mas kita akan menikah, Dewi tak mau ada kebohongan di antara kita "ucap Dewi
" Ya, tapi tidak dengan aib yang terjadi di masa lalu " ucap Fadhil
" Tapi mas, Dewi merasa Dewi tidak pantas menjadi isteri untuk mas Fadhil " ucap Dewi
" Kata siapa? " ucap Fadhil
" Semua orang punya masa lalu, begitu pula diriku " ucap Fadhil
" Masa lalu hanya untuk pembelajaran, aku lebih tertarik pada masa depan karena di sana kita akan menulis cerita kita bersama " ucap Fadhil
" Tapi mas...." ucap Dewi
" Semua yang terjadi atas ijin Allah. Qodarullah maka tugas kita hanya menjalaninya " ucap Fadhil
" Dewi takut mas Fadhil nyesel nantinya ? " ucap Dewi
" Ya ! Aku bakalan nyesel kalau gak segera halalin kamu " ucap Fadhil
Blush
Pipi Dewi merona, tak dapat dia pungkiri jika kata kata Fadhil membuat hatinya bahagia. Tak dapat dia sembunyikan isi hatinya bahwa dia sangat bahagia diperlakukan seperti itu.
__ADS_1
" Pipimu merah, apa kamu bisa menyembunyikannya dariku karena aku tak sanggup jika harus melihatnya " ucap Fadhil
" ishhh...." ucap Dewi menutup wajahnya
Fadhil tersenyum
" Sudah larut, sebaiknya kita pulang " ucap Fadhil
Dewi mengangguk tanpa membuka tangannya yang masih menutupi wajah merahnya. Fadhil menepuk lengan Agus dan mengajaknya pulang.
" Pulang ! sudah malam. Atau kamu mau di sini saja ? " ucap Fadhil lirih
" Udah selesai ? loh itu kenapa si Dewi ? " ucap Agus yang melihat Dewi masih menutupi wajahnya
" Wi ! kamu kenapa? " tanya Agus
Dewi membuka tangannya, wajahnya sudah tidak terlihat merona seperti tadi tapi masih bisa di lihat samar oleh Agus
" Cie...cie...pasti habis dapat kata kata ajaib " ucap Agus
Dewi tersenyum bahagia.
" Eitss....jangan kebanyakan senyum sama Agus bisa GR dia " ucap Fadhil
" Apaan sih ! Gak mungkinlah ! Kalau mau udah dari dulu kali...sayangnya gue gak mau " ucap Agus
" Tahu kenapa gue gak mau sama Dewi ? " ucap Agus
Fadhil menggeleng pelan
" Karena gue sadar diri gue pasti di tolak sama Dewi hahaha......" ucap Agus
.
.
Sementara Selly sedang kesal malam ini, rencana makan malam di resto bersama Bimo gagal. Bahkan beberapa resto dan cafe yang terkenal mahal yang menjadi favorite Selly yang malam ini di datanginya bersama Bimo menolak kedatangan mereka. Hingga di tempat ke 7 yang di datanginya, Selly tak mampu lagi menahan emosinya
" Apa kalian pikir kami tak bisa membayar tagihan makan di sini ? " ucap Selly
" Bukan begitu Nona " ucap pelayan
" Terus apa? sudah tempat ke 7 kami di perlakukan seperti ini " ucap Selly
Para karyawan menunduk tak berani menjawab pertanyaan Selly. karena para karyawan hanya mendapat pesan dari manager untuk menolak kedatangan Bimo tanpa tahu alasannya.
" Akan kami laporkan ke pihak berwajib atas tindakan tidak menyenangkan ini " ancam Selly
" Maaf Nona, kami tak tahu apa apa kami hanya menjalankan perintah " jawab salah satu karyawan
" Siapa yang menyuruh kalian hahhh !!! " bentak Selly
" Saya " ucap seorang laki laki muda dengan setelan jas rapi dan sepatu hitamnya
" Siapa anda " ucap Selly
" Saya manager sekaligus pemilik cafe ini " ucapnya
__ADS_1
" Oh...ini biang keroknya " ucap Selly
" Maksudnya apa ? Coba jelaskan pada kami ? Kenapa kami di tolak di sini dan juga di beberapa tempat makan lainnya " ucap Selly
" Bukan Kalian yang di tolak, tapi hanya dia ! " ucap manager menunjuk Bimo yang sedari tadi diam
" Saya ? kenapa saya ? apa salah saya ? " tanya Bimo bertubi tubi
" Ya kamu, seorang laki laki yang tak tahu malu " ucapnya
" Apa maksud anda menghina calon suami saya " ucap Selly
" Oh, kamu calon istrinya pantas saja ! " ucapnya
" Katakan, apa maksud anda " ucap Bimo
" Apa anda yakin mau mendengarnya ? " tanyanya
" Cepat katakan apa maksud anda ! " ucap Selly semakin geram
" Baik kalau itu mau kalian " ucapnya
" Dia " ucapnya sambil menunjuk Bimo
" Terbukti melakukan pelecehan kepada seorang gadis di resto kemarin malam. Dan kami ikatan pengusaha resto n Cafe sepakat menolak kehadirannya agar tak terjadi hal semacam itu lagi " terangnya
" Apa ?!!! " ucap Selly kaget
Bimo tak kalah kaget, kejadian kemarin malam yang di lakukannya pada Dewi akan berakibat seperti ini.
" Ya ! Dan kamu masih beruntung karena tidak di laporkan oleh pihak keluarga korban
" ucapnya
" Bim ! Apa yang kamu lakukan ! " ucap Selly
" Aku tak melakukan apapun Sell ! " ucap Bimo
" Bohong ! " ucap Selly
" Buktinya mereka semua tahu dan memblack list namamu " ucap Selly
" Tapi aku benar benar tak tahu apa apa " ucap Bimo
" Pasti kamu Bohong ! " ucap Selly
" Siapa perempuan itu haahhhh.... ?! " tanya Selly makin geram
" Kalian bisa selesaikan masalah kalian di luar cafe ! Security ! " ucap Manager itu
" Bawa mereka keluar dari sini, dan jangan pernah ijinkan mereka masuk ke sini lagi ! " ucapnya
" Siiiap Pak " ucap Security dengan suara khasnya
Selly dan Bimo keluar cafe dengan perasaan kesal bercampur malu karena banyak pengunjung dan juga karyawan menyaksikan dan mendengar langsung kejadian itu.
" Sial ! " umpat Bimo
__ADS_1
" Kenapa bisa seperti ini? pasti Dewi yang mengadu ! tapi pada siapa dia mengadu ? dia tak punya keluarga di sini, dia juga tak mengenal orang berpengaruh ! pasti bukan dia. lalu siapa? hanya dia yang tahu kejadian itu. Apa jangan jangan ?...." guman Bimo dengan sejuta tanda tanyanya