OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Hesti dan Citra


__ADS_3

Pagi ini, Dewi kembali beraktivitas seperti biasa. Menjalani pemotretan penuh semangat bersama teamnya.


" Semangat ! Semangat ! Icon kita sudah kembali " ucap Nia


" Terima kasih, semua karena do'a dari kalian semua " ucap Dewi


" Yuk kita make up dulu " ajak Ria


Dewi mengangguk dan mengikuti Ria ke tempat make up.


Ria merias tipis wajah Dewi namun sudah terlihat sangat cantik kemudian Dewi berganti pakaian di bantu Sari


" Pakai yang wardah ini dulu Wi, pas warnanya di kulit kamu " ucap Sari


" Iya mbak " jawab Dewi


" Tuuh kan kamu makin cantik " ucap Sari saat Dewi selesai berganti pakaian


" Bukan Dewi yang cantik, pakaian ini yang membuat cantik " ucap Dewi


" Kamu yang asli Cantik di tambah produk kita yang kece jadi perfeck " ucap Sari


" Sini Wi, aku tambahin lipglosh di bibir kamu dulu " ucap Ria


Selesai dengan costum dan make upnya, Dewi mengikuti Nia ke halaman samping


" Kita coba poto di sini ya, view nya cocok untuk costummu " ucap Nia


" Iya mbak " ucap Dewi


Dewi mulai berpose sesuai arahan Sita, dan untuk kesekian kalinya baik Sita ataupun Nia kagum akan Dewi yang bisa menghasilkan poto yang lebih indah dari pada yang di harapkan .


" Kamu memang fotogenik banget banget pokoknya " ucap Nia


" Liat ni hasilnya luar biasa ! " ucap Nia lagi


" Iya, Dewi memang luar biasa hebat mbak " ucap Sita


" Terima kasih, kalian juga hebat " ucap Dewi


" Next, kita ganti warna ke 2 " ucap Nia


" Kamu belum lelah kan Wi? Kalau lelah kita istirahat dulu " ucap Nia


" Belum mbak, Dewi belum lelah. kita lanjut lagi aja gak papa " ucap Dewi


" Yakin?" tanya Nia


" Iya mbak, kita lanjut lagi " ucap Dewi


" Pokoknya jangan sampai lelah dan sakit lagi bisa bisa di pecat nanti sama bosh muda " ucap Nia lirih


" Mbak Nia bilang apa tadi ? " tanya Dewi


" Hmmm....kalau capek kamu bilang ke mbak ya nanti kita istirahat sejenak. Kamu kan habis sakit nanti kalau ngedrop lagi " ucap Nia


" Iya mbak " ucap Dewi


" Sari tolong bantu ganti baju ke 2 nya " ucap Nia


" Siap mbak " ucap Nia


" Kamu bawa kesini aja wardrobenya, biar ganti di kamar aja deket gak bolak balik " usul Nia


" Okey " ucap Sari

__ADS_1


" Aku betulin make upnya dulu wi, sambil nunggu Sari ambil wardrobenya " ucap Ria


" Iya mbak " ucap Dewi


Dewi dan teamnya bekerja dengan di selingi canda tawa yang hangat hingga tak terasa waktu jam makan siang mereka sudah menyelesaikan 7 costum dari target 8 costum perhari dengan hasil yang benar benar Woow.


" Okey, kita rehat dulu, kembali pukul satu " ucap Nia


" Siap " ucap Sari, Sita, Ria dan juga Dewi


Tiba tiba Hesti datang dan menghampiri mereka semua


" Hai semua " sapa Hesti


" Hai " jawab semua


Hesti sengaja menghampiri mereka saat jam makan siang karena akan mengajak Dewi makan siang.


" Dewi akan sedikit terlambat nanti saat kembali, kalian bisa kerjakan yang lain dulu " ucap Hesti


" Okey mbak boshe " ucap Sari


" Mbak boshe mbak boshe, yang sopan ! " ucap Nia


" Iya Sar, kok aku geli dengernya " ucap Sita


" ya terserah aku donk panggil apa " ucap Sari


" Biasanya juga mbak aja Sar " ucap Ria


" Atau ganti bu aja Sar " ucap Nia


" Kalau aku panggil bu bosh malah terlihat tua kan dia hahaha..." ucap Sari


" Iya juga sih hahaha " ucap Nia


" Siiap mbak boshe " ucap Sari


" hahaha...." semua tertawa


Mereka berkemas karena hendak rehat. Tinggal Dewi dan Hesti yang ada di halaman samping duduk di kursi sambil menikmati juz Alpukat yang di bawa Hesti sebelumnya


" Wi, kamu bisa nemenin aku bertemu seseorang kan? " ucap Hesti


" Bertemu siapa mbak ? " tanya Dewi


" Tante Citra " ucap Hesti


" Mbak Hesti mau ngapain ketemu mbak Citra ? Bukannya kemarin...." ucap Dewi yang terkejut


" Itu kemarin ! Aku gak mungkin terus terusan menyimpan dendam ini. Lagipula aku sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi dan aku akan minta maaf pada tante " ucap Hesti


" hmmm...baiklah mbak " ucap Dewi


" Terima kasih " ucap Hesti


" Kapan kita ketemuannya mbak? " tanya Dewi


" Sekarang ! " jawab Hesti


" Aku sudah janjian dengan tante Citra " ucap Hesti


" Okey, kita berangkat " ucap Dewi


" Kamu gak mau sholat dulu ? " ucap Hesti

__ADS_1


" Aku masih belum suci mbak, kalau mbak Hesti mau sholat dulu, monggo...aku tunggu di sini " ucap Dewi


" Hehehe...Aku baru tadi pagi dapet jadi lebih baik kita berangkat sekarang saja " ucap Hesti


" Ya udah, Yuuk ! " ucap Dewi


.


.


Sampai di cafe, Dewi dan Hesti sudah di tunggu oleh Citra di ruang VVIP.


" Assalamu'alaikum " sapa Dewi


" Wa'alaikumus salam " jawab Citra


Dewi salim dan memeluk Citra


" Kamu sudah sehat ? " tanya Citra


" Alhamdulillah mbak " jawab Dewi


Hesti yang sejak tadi diam, mencoba bersikap hangat


" Tante " ucap Hesti berkaca kaca


Citra mengurai pelukannya dengan Dewi, menyadari bahwa ada orang lain selain mereka berdua di sana dan orang itu adalah orang yang membuat janji untuk bertemu dengannya saat ini, ya dia adalah keponakannya, Hesti.


Citra menatap Hesti lekat, ada penyesalan yang amat di dalam di sana dan ada kesungguhan untuk meminta maaf yang tulus di mata Hesti sejauh yang Citra lihat.


" Hesti " ucap Citra merenggangkan ke dua tangannya


" Tante " ucap Hesti berhambur memeluk Citra


Dewi yang tadi sudah mundur untuk memberi tempat pada mereka melepas rindu tersenyum lebar melihat keduanya berpelukan.


" Maafin Hesti tan " ucap Hesti di sela isaknya dalam pelukan sang tante


Citra mengangguk


" Aku hanya ingin kalian tahu kebenarannya " ucap Citra


" Om Agas sudah cerita tan " ucap Hesti


Citra tak kaget kalau Agas sudah tahu akan cerita sebenarnya. Karena dia yakin dengan uangnya dia bisa membeli apa saja saat ini apalagi hanya rekaman cctv namun tidak dengan saat kejadian itu saat ekonomi mereka sedang di bawah.


" Agas sudah tahu? Sejak kapan? Tapi kenapa dia membiarkanku melalui ini sendiri ?" guman Citra


" Om Agas juga menunjukkan buktinya padaku kemarin " ucap Hesti


Citra lemas dan tubuhnya merosot ke lantai


" Tante, tante kenapa ? " ucap Hesti menahan tubuh Citra di bantu Dewi


" Mbak minum dulu " ucap Dewi memnerikan air mineral


Citra meminum air pemberian Dewi namun setelahnya Citra terisak isak


" Semua sudah hancur, bahkan keluarga kecilku ikut hancur saat itu dan aku sendirian menanggung beban ini " ucap Citra


" Bayangkan bagaimana rasanya seorang ibu di pisahkan dari bayi yang baru di lahirkannya " ucap Citra makin terisak pilu meratapi nasibnya


" Maafin Hesti tan, Hesti janji akan kembalikan kebahagiaan tante dan keluarga tante lagi " ucap Hesti penuh penyesalan


" Semua sudah terlambat, Agaspun kini sudah tak peduli lagi denganku meski dia sudah tahu yang sebenarnya terjadi " ucap Citra

__ADS_1


" Semua bisa di mulai lagi dari awal " ucap seorang laki laki di depan pintu


__ADS_2