
" Ternyata Dewi selama yang ku kenal sosok pekerja keras dan ramah pada semua Dhil " ucap Agus
" hmmm...." ucap Fadhil sambil menikmati kopi hitamnya
" Kamu sering chattingan sama dia kan? " tanya Agus
Fadhil menggelengkan kepalanya pelan, kemudian menatap Agus sahabatnya.
" Buat apa aku chat dia, selama ini aku gak ada perlu sama dia " ucap Fadhil
" Perlu kali, kamu butuh hatinya untuk menemani hatimu yang sepi. karena nyatanya hatimu sudah penuh dengan namanya ! " ucap Agus
Fadhil tersenyum, karena apa yang di ucapkan Agus memang benar adanya. Hatinya sudah jatuh pada Dewi namun dia belum yakin akan semuanya.
" Sok tahu ! " Ucap Fadhil
" hahahaha.....kita berteman dari orok Dhil, dan aku tahu kamu ada rasa buat Dewi. Kamu aja yang belum mau mengakuinya " ucap Agus
" Aku gak tahu Gus, entahlah " ucap Fadhil
Fadhil memang sering mengingat sosok Dewi sejak pertemuan pertamanya. Bahkan dia tak memungkiri jika dia sangat bahagia saat bertemu lagi dengannya saat membeli ponsel. Dia punya nomer ponselnya namun dia belum berani mengirim pesan chat untuknya. Dia hanya melihat story Dewi saja setiap saat.
" Hai, Bro " ucap Bimo membuyarkan lamunan Fadhil
Bimo berjalan menghampiri mereka, Bimo menjabat tangan kemudian mengepalkan lima jarinya untuk toss dengan Agus dan Fadhil bergantian.
" Udah lama di sini?" tanya Bimo
__ADS_1
" Lumayan, ni baru selesai makan. sendirian aja Bim?" ucap Agus
" Sebenarnya bareng Selly, cuman aku bosen nungguin dia. Jadi aku iseng tadi nanya posisi, eh kalian di sini aku susulin aja hahaha...." ucap Bimo
" Selly ke salon lagi ? " tanya Agus
" Iya, kemana lagi...perempuan tiap hari mesti perawatan kan biar tetap cantik " ucap Bimo
" Jadi Selly tiap hari ke salonnya? " ucap Agus
" Gak juga sih, kemarin wajahnya merah karena pakai tissu experied, jadi harus balik lagi " ucap Bimo
" Emang gak tahu sudah expired atau gimana?" tanya Fadhil
" Yah beli tissu di lampu merah sih masalahnya, ya begitu jadinya " ucap Bimo
" Gak, Selly memang kurang hati hati dia pikir aman aman aja " ucap Bimo
" Yah ceroboh juga sih Selly, kan yang jual tissu kebanyakan anak anak kecil kurang mampu yang tidak berpendidikan, bisa jadi mereka tidak tahu expirednya " ucap Agus
" Sabtu depan aku ada urusan di kota B, kamu mau nemenin aku gak Bim?" tanya Fadhil mengalihkan topik pembicaraan
" Barangkali mau nengok orang tua sekalian, biar aku ada teman ngobrol di mobil " ucap Fadhil
" Kayaknya gak bisa deh Dhil, ada acara sama Selly " jawab Bimo
" Sebenernya udah lama gak pulang juga, cuman ya gimana lagi " ucap Bimo
__ADS_1
" Aku ikut Dhil " ucap Agus
" Ngapain? Kamu mau apa?" tanya Fadhil
" Ya nemenin kamu aja, butuh refresh ni otak dari pada di rumdin bengong sendiri " terang Agus
" Makanya biar gak sendiri, cari gebetan ! " ucap Bimo
" Sorry, Aku bukan tipe laki laki yang mau jagain jodoh orang...hahaha...." ucap Agus
" Pacarannya sama kita, Nikahnya sama Orang. Ngenes ! hahaha " ucap Agus
" Cari isteri kalau gitu ! " ucap Bimo
" Nyarinya udah, ketemunya yang belum ! hahaha....." ucap Agus
Mereka bertiga tertawa mendengarnya.
" Ya boleh deh, tapi gantian nyetirnya ! " ucap Fadhil
" Siiiap, tapi belikan makan ya ! " ucap Agus
" Hahaha....Dasar tukang makan ! " umpat Bimo menjitak kepala Agus pelan
" Gak papa kali, nyatanya nyari isteri juga butuh tenaga bro ! " ucap Agus
Bimo dan Fadhil tertawa di buatnya
__ADS_1
" Misi selanjutnya ! "guman Agus sambil tersenyum melirik Fadhil