
Dewi berjalan ke ruang tamu sambil membenahi hijabnya.
" Mas, siapa tamunya " tanya Dewi tanpa melihat ke depan
Mereka yang sudah duduk di ruang tamu sambil ngobrol menoleh ke arah Dewi
" Eh, Mas Fadhil, kak Agus udah kembali dari masjidnya " ucap Dewi
Fadhil dan Agus tersenyum ke arah Dewi. Sementara Woro terlihat kesal pada Dewi karena sudah merasa di bohongi.
" Kenalin mas, ini mas Fadhil dan kak Agus yang nganterin Dewi pulang " ucap Dewi
" Kenapa kamu gak bilang kalau pulang bareng mereka ? " tanya Woro
" Tadinya gak mau buat Mas Woro kuatir, kalau Dewi bilang pulang bareng cowok pasti kan juga gak dibolehin " ucap Dewi
" Kalau mereka ngapa ngapain kamu di jalan gimana? Seharusnya kamu itu jujur sama mas, wi !" ucap Woro
" Dewi yakin mereka cowok baik dan gak bakal ngapa ngapain Dewi makanya Dewi mau di ajak barengan dan gak bilang sama mas biar mas gak kuatir, Maaf sebelumnya " ucap Dewi
" Udah lah bro, yang penting adikmu udah sampai dengan selamat tanpa ada yang kurang " ucap Agus
" Ya itu karena kalian yang nganter dia, kalau bukan kalian entah jadi apa dia. Dasar keras kepala ! " ucap Woro
" Dewi juga memilah teman kali mas ! mana yang baik mana yang tidak, mana yang tulus dan mana yang modus " ucap Dewi
" Dewi rasa mereka baik dan tulus. Jadi Dewi mau pulang bareng mereka" ucap Dewi
__ADS_1
" Tulus sekalian Modus ! " ucap Woro melirik Fadhil
" hahaha....." tawa Agus menggelegar membuat Dewi merasa aneh.
Sementara Fadhil dan Woro saling menatap seolah sedang berbicara lewat tatapan mata. Woro sudah tahu kalau Fadhil menaruh hati pada Dewi setelah Agus dengan santainya bercerita tentang Fadhil yang mengagumi Dewi.
Woro bersyukur jika itu benar karena Woro sudah sangat mengenal Fadhil namun Fadhil belum bicara sendiri kalau suka sama Dewi itu hanya cerita Agus saja. Selama Agus bercerita Fadhil hanya diam mendengarkan saja tak menanggapi dan begitulah Fadhil, Woro sudah sangat hafal tentangnya. Dia akan bicara sendiri nantinya.
" Modus apa mas? " ucap Dewi
Belum sempat mendapat jawaban, terdengar suara ibu mendekati mereka
" Nak Fadhil, nak Agus mari makan dulu nanti di lanjut lagi ngobrolnya. Kebetulan bapak sudah menunggu " ucap Ibu
" Ro, Ayo ajak mereka makan dulu " ucap Ibu
Mereka makan bersama, Ibu, bapak, Dewi, Woro, Fadhil dan juga Agus. Meski dengan lauk sederhana telur dadar, tempe goreng, ikan asin, sambal bawang, dan sayur terong sudah terasa nikmat rasanya.
" Iya bu, tidak apa apa ini saja sudah lebih dari cukup" ucap Agus
" Terima kasih juga lo nak Fadhil, nak Agus sudah mau mengantarkan putri bapak " ucap Bapak
" Njih pak, sama sama. Kami senang bisa silaturahim ke sini " ucap Fadhil
Hening sejenak hanya ada suara lirih sendok yang beradu dengan piring sesekali. Sebelum akhirnya Fadhil membuka suaranya.
" Pak, bu, ada yang ingin saya sampaikan pada bapak dan ibu " ucap Fadhil
__ADS_1
" Tentang apa ya nak Fadhil ? " ucap Bapak
" Ini tentang Dewi pak, bu " ucap Fadhil
Deg
Tiba tiba saja hati Dewi di penuhi bunga bunga.
" Apa benar kata ibu, mas Fadhil suka sama aku dan mau melamar aku? " guman Dewi
" Jika iya, betapa senangnya diriku mendapat calon suami sesempurna mas Fadhil " guman Dewi sambil tersenyum dalam hati
Fadhil menatap ke arah bapak dan ibu bergantian. Kemudian menatap ke arah Dewi yang masih mengunyah makanannya sambil menundukkan kepala.
Agus menatap Fadhil, begitupun dengan Woro. Menatap lekat sahabat baiknya mencari keyakinan hal apa yang akan Fadhil utarakan.
" Apa dia serius mau mengungkapnya sekarang? " guman Woro
" Aku rasa tak akan, ini terlalu cepat untuk seorang Fadhil ! " guman Woro
" Lebih baik bicara sekarang Dhil, dari pada nanti diambil orang ! " guman Agus
...Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokaatuh reader termanis.......
...Dukung Author ya, cuman author pemula masih belajar dan masih banyak yang harus di perbaiki......
...kritik dan saran yang membangun akan author terima dengan senang hati teriring do'a Jazaakumullahu Khoiron khatsiro......
__ADS_1
...Mohon dukungannya, Jangan lupa like, komen, hadiah n Votenya juga...
...Terima kasih, semoga Manfaat !...