
Pagi ini usai sholat subuh Dewi, Fadhil dan juga Agus bersiap kembali ke Surabaya.
" Pak, Dewi balik ya " pamit Dewi salim pada sang bapak
" Bu Dewi balik dulu, doain Dewi ya " uvap Dewi
" Iya, ibu selalu mendo'akan yang terbaik untukmu. Hati hati di sana jaga sholat ! " ucap Ibu
Dewi mengangguk kemudian memeluk ibunya beberapa saat
" Mas Dewi balik ya " pamit Dewi pada Woro
" Iya, Hati hati jangan bandel " ucap Woro
" Gak lah, Dewi kan udah gede mas udah gak bandel lagi " jawab Dewi cengengesan
Fadhil dan Agus pun berpamitan dengan orang tua Dewi bergantian
" Nak Fadhil, nitip Dewi ya " ucap Bapak
Fadhil mengangguk dan tersenyum tulus pada bapak
" Terima kasih banyak sebelumnya " ucap bapak lagi
Merekapun naik ke dalam mobil Fadhil, Fadhil di belakang kemudi, Agus di samping kemudi dan dewi di belakang.
" Kami mohon pamit semua, Assalamu'alaikum " ucap Fadhil kemudian menekan klakson mobilnya
" Wa'alaikum salam...hati hati di jalan " ucap Woro mengeraskan suarnya
Sementara bapak dan ibu menjawab salamnya dengan lirih sambil memanjatkan do'a untuk keselamatan mereka semua selama di perjalanan.
" Masih ngantuk Wi ?" tanya Agus yang melihat Dewi menguap
" hehehe...sedikit kak " jawab Dewi
" Ya udah tidur aja lagi. Perjalanan masih cukup lama " ucap Agus
" Iya kak...." Jawab Dewi
Tak lama Dewi benar benar tertidur di dalam mobil, Fadhil yang melirik dari spion dalam tersenyum melihatnya
" Lucu dan gemesin kalau tidur " guman Fadhil
__ADS_1
" Kayaknya kamu benar benar jatuh cinta deh Dhil " ucap Agus
Fadhil kaget di todong dengan ucapan seperti itu. Nyatanya hatinya memang sudah jatuh pada Dewi.
Fadhil tersenyum menanggapi ucapan Agus
" Iya mungkin, tapi aku gak mau egois Gus ! Ada luka di hatinya yang harus di sembuhkan lebih dulu " ucap Fadhil
" Aku gak ngerti sama Bimo, mikir apa dia hingga rela meninggalkan batu berlian demi batu kali " ucap Agus
" Udah gak usah bahas Bimo ! " ucap Fadhil
" Cemburu nih ye...." goda Agus
" Bukan Cemburu tapi hanya tak ingin membuat lukanya semakin perih " ucap Fadhil
" Kamu bantu obatin lukanya Dhil, pasti cepat pulih. Bacain mantra mantra ajaib deh biar manjur " ucap Agus
" Aku akan coba, semoga di ijabah " ucap Fadhil
" Aamiin " ucap Agus
Fadhil mengambil ponsel dan menghubungi seseorang setelah saling mengucap salam mereka mengobrol singkat
" Udah mas " jawabnya
" Okey, Insyaallah 10 menitan lagi sampai " ucap Fadhil
" Iya mas, aku tunggu di depan lampu merah " ucap suara diseberang
" okey " ucap Fadhil
Salam menjadi penutup panggilan telepon mereka
" Gus, nanti tolong kamu yang bawa mobil ya " ucap Fadhil
" Sepupuku mau ikut ke Surabaya jadwal kuliahnya minggu depan tapi mau sekalian main ke rumah " ucap Fadhil
" Terus? " ucap Agus
" Ya, kamu yang nyetir nanti aku di belakang " ucap Fadhil
" hmmm...." guman Agus
__ADS_1
" Sepupuku juga laki laki Gus " ucap Fadhil
" Hahaha....sudah segitu protektifnya dikau ! " ucap Agus yang tau maksud Fadhil
Suara tawa Agus membangunkan Dewi. Dewi terlihat mengusap kedua matanya
" Maaf Wi, kalau suara kakak buat kamu bangun " ucap Agus merasa bersalah
" Udah sampai ya kak? " ucap Dewi
" Hahaha.....Kamu ngimpi Wi. baru jalan 20 menit bilangnya sudah sampai " jawab Agus
" Masak sih, Dewi kira sudah sampai " ucap Dewi
Fadhil menghentikan mobilnya di sisi jalan dan turun dari mobil
" Loh....mas Fadhil mau ke mana kak? kok turun di sini? " tanya Dewi
" Udah kamu diam di sini dulu, kakak juga mau turun bentar " ucap Agus membuka pintu mobil tanpa menunggu jawaban Dewi
Dewi melihat dari dalam mobil
" Itu seperti Anto ? " guman Dewi
" Kenapa bawa ransel besar sekali " guman Dewi
Agus masuk ke dalam mobil tapi pindah duduk di belakang kemudi, Anto menyusul masuk di samping Agus sementara Fadhil, usai meletakkan ransel Anto di bagasi Fadhil masuk ke dalam mobil di bangku belakang di samping Dewi
" Loh kok....." ucap Dewi saat Fadhil masuk dan duduk di sampingnya
Fadhil menatap Dewi seolah bertanya
" Kenapa? ada yang salah? "
Dewi baru sadar kalau ada penumpang baru di dalam mobil jadi tidak mungkin mereka berdesak desakan di depan sementara di belakang hanya ada dia seorang. Mau tak mau ada satu penumpang yang harus duduk di belakang.
" Tapi kenapa meski mas Fadhil? kenapa tidak Anto saja yang duduk di belakang? " guman Dewi
Dewi menjadi canggung dan salah tingkah seketika
" Dewi? " ucap Anto tak percaya ada Dewi di dalam mobil sepupunya
" Hai An " sapa Dewi
__ADS_1
" Kok bisa di sini? " ucap Anto