
" wi, sabtu depan kamu jadi pulang kan? " tanya Woro di telephone
" Insyaallah mas, Dewi pulang sabtu depan " ucap Dewi
" Dewi juga sudah kangen sama ibu dan bapak. Sudah sebulan lebih hanya bicara di telephone saja. Kangen sayur asem sama sambel korek buatan ibuk juga, sudah lama tak makan makanan buatan ibuk " ucap Dewi dengan mata berkaca kaca yang tak bisa di lihat oleh sang kakak
" Sama mas gak kangen? " ucap Woro
" Kangen banget di kasih uang jajan sama mas ! hahaha..." ucap Dewi sedikit menjeda dan menekan 2 kata paling depan
" Dasar ! Matre !" ucap Woro
" Jelas donk, Adik siapa dulu !...." ucap Dewi bangga
" Kamu hati hati disana jaga sholatnya " ucap Woro tak pernah lupa pesan itu tiap kali menelepon adiknya
" iya mas " jawab Dewi
" ya udah, mas mau mandi dulu.... assalamu'alaikum...." ucap Woro mengakhiri panggilan telephonnya.
" wa'alaikumus salam " ucap Dewi lirih menutup telephonnya
Dewi mau mengisi daya ponselnya, meski batrenya masih 20% Dewi tetap ingin menchargernya mumpung gak ada yang mengirim pesan pikirnya. Namun belum sempat dia berdiri dari duduknya seseorang mengirim pesan
__ADS_1
"Wi, Aku dan temanku akan ke kota B sabtu depan, apa kamu gak ada niat mau pulang ke rumahmu? Kalau iya sekalian bareng kita aja biar rame" kirim seseorang
" hmmmm....pucuk di cinta, tebenganpun tiba hahaha....lumayan hemat ongkir ! " ucap Dewi usai membaca pesan yang masuk di ponselnya sambil tertawa renyah
" Dewi sih memang ada rencana sabtu depan mau mudik kak untuk menghadiri acara keluarga, cuman apa gak ngrepoti kakak kalau Dewi ikut bersama? " balas Dewi
" Tidak sama sekali, kamu gak usah merasa gak enak gitu. Kita kan teman. Okey " balas seseorang lagi
" Okey deh kalau kakak memaksa. Wkwkwk...." balas Dewi
Orang itu mengirim emoji orang tertawa ngakak dan sebuah jempol.
Setelah itu Dewi melakukan panggilan pada seseorang
" hmmmm...." jawabnya singkat
" Om, Maaf sabtu depan Dewi harus pulang kampung dan gak bisa nemenin Sisil " ucap Dewi
Ya, Dewi menelephon Agas untuk minta ijin.
" Okey, kamu pulang dengan siapa? Apa perlu om antar? " ucap Agas
" Tidak perlu om, terima kasih. Dewi udah janjian sama teman Dewi mau barengan " ucap Dewi
__ADS_1
" Okey, kirim nomer rekeningmu ! " ucap Agas
" Buat apa om?" tanya Dewi
" Nanti om transfer gajimu sudah nemenin Sisil " ucap Agas
" Tapi kan, Dewi baru kerja 3 minggu om?" ucap Dewi
" Besok Sabtu kan sudah genap 1 bulan wi?" ucap Agas
" hehehe.....iya om, Nanti Dewi kirim nomer rekening Dewi " ucap Dewi
" Okey, om tunggu ! " ucap Agas
Tut...tut...tut....
Tanpa kode Agas memutus sambungan telephone Dewi.
" Dasar gak mutu ! " gerutu Dewi
Satu sisi yang membuat Dewi illfeel dengan Agas adalah karena Agas tak begitu mengenal agama. Meskipun Dewi bukan seorang yang taat agama, tapi cita cita Dewi memiliki suami tetaplah seorang laki laki yang sholeh yang bisa menjadi imam untuknya.
Agas telah di coret dari daftar laki laki idamannya hanya karena Agas tak pernah mengucapkan salam dan Dewi tak pernah melihat Agas melakukan kewajibannya sebagai hamba. Meskipun awalnya Agas masuk kriteria laki laki idamannya.
__ADS_1
Kaya dan Dermawan sih, tapi kalau gak sholat buat apa? Gantengnya juga optimal tapi gak sholat juga buat apa. Allah aja yang memberi dia nyawa tak pernah dia hiraukan apalagi hanya Dewi yang mungkin hanya Cantik saat ini entah besok kalau tua. Mungkin akan dia campakkan sewaktu waktu dia bosan. Begitulah kira kira pemikiran Dewi tentang Agas.