OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Nginep


__ADS_3

Usai makan bersama Fadhil dan Agus pamit untuk mencari hotel di kota untuk beristirahat namun di cegah oleh Woro


" Nginep sini aja Dhil, Gus " ucap Woro


" Gak usah Ro, terima kasih nanti malah ngrepoti " ucap Fadhil


" Gak Dhil, anggap aja ini rencana kita dulu yang sempat tertunda " ucap Woro


" Bener kata Woro, kita nginep sini aja Dhil. Dari dulu rencana kita tak pernah sukses kan mau nginep di rumah Woro" ucap Agus


" Lagian aku sudah nyaman di sini. Jauh dari kebisingan udaranya juga segar. Anggap sambil berlibur Dhil. Soalnya besok aku punya rencana manjat pohon mangga tu " ucap Agus menunjuk pohon mangga yang sedang berbuah


Akhirnya mereka memutuskan untuk menginap di rumah Woro. Untuk acara besok mereka akan berangkat bersama dari rumah Woro bersama Dewi dan juga orang tuanya.


.


Saat malam tiba, Fadhil dan Agus tidur di kamar Woro. Kamar sederhana ukuran 3 kali empat itu hanya terdapat sebuah dipan kecil yang hanya muat untuk satu orang saja.


Mereka memutuskan untuk tidur di lantai bersama dengan beralaskan sebuah tikar dan kasur lantai saja


" Maaf ya " ucap Woro


" Gak usah bilang gitu ! Apa kamu lupa kebiasaan kita dulu? " ucap Fadhil


" Iya Ro, gak usah merasa begitu " ucap Agus


Dan sekarang Woro yakin, mereka masih sahabatnya yang dulu yang tak pernah membedakan status sosial.


" Ro, aku kangen tanganmu " ucap Agus yang tidur tengkurap di samping Fadhil

__ADS_1


" Bilang aja mau di pijit Gus ! " ucap Woro


" hahahaha....tau aja kamu !" ucap Agus


Begitulah mereka dari dulu, tak pernah sungkan meminta tolong saat sedang kecapekan. Mereka saling pengertian satu sama lain.


Woro dengan senang hati berpindah ke samping Agus dan Fadhil bergeser duduknya sedikit jauh dari badan Agus.


" Beneran aku capek banget Ro, rasanya badanku remuk " ucap Agus


" Aku tu lelah menunggu Fadhil mengungkapkan cinta Ro ! " ucap Agus lagi


" Hahaha...kayak baru kenal Fadhil aja gus, gus " ucap Woro


" Aku yakin kali ini cocok Ro, cuman ya kamu tahu sendiri gimana Fadhil " ucap Agus kesal


Fadhil tak menyahutinya, dia masih berbalas chat di aplikasi hijaunya


Agus mengangguk sambil menikmati pijatan sahabatnya.


" Kalau iya Fadhil benar benar suka dengan Dewi, aku sangat bersyukur mendapat calon ipar seperti dia. ya meski dia sahabatku sendiri " guman Woro


Woro masih memijit Agus sambil berguman dalam hati memikirkan Fadhil dan Dewi.


" Udahan aja Ro, tu liat agus udah terbang ke langit " ucap Fadhil


" Yah, si Agus kebiasaan ni " ucap Woro sedikit mengeraskan pijatannya sebelum mengakhirinya.


Agus sudah tak sadarkan diri lagi. Kini tinggal Woro yang duduk berhadapan dengan Fadhil

__ADS_1


" Kamu mau aku pijit juga Dhil? " tawar Woro


" Gak usah Ro, kamu juga terlihat lelah" ucap Fadhil


" Sebenarnya gak lelah cuman ngatuk aja, belum ngopi hahaha...." ucap Woro


" Mau Ngopi dulu? Keluar yuk nyari udara aku juga belum bisa tidur nih..." ucap Fadhil


" Kamu gak capek habis nyetir jauh? " ucap Woro


" Gak! Tadi gantian sama Agus juga " ucap Fadhil


" Lagian juga baru jam 9 Ro " ucap Fadhil


" Biasanya dulu juga jam 9 udah pada molor ! " ucap Woro


" Itu dulu, saat kita harus sedikit bekerja keras dan mikirin soal kuliah " ucap Fadhil sambil tersenyum


" Ya udah, Yoook ! " ucap Woro


Mereka meninggalkan Agus yang terlelap sendirian. Woro mengajak Fadhil ke teras depan.


" Ngopi sini aja ya, bentar aku ke dapur dulu " ucap Woro


Fadhil mengangguk, dan menikmati udara malam itu. Sementara Woro ke dapur membuat kopi untuk mereka berdua. Tampak sepeda motor masuk ke halaman rumah dan menurunkan seseorang, kemudian kembali lagi meninggalkan halaman rumah.


" Assalamu'alaikum " ucap seseorang lirih sambil mengendap ngendap


" Wa'alaikumus salam " jawab Fadhil

__ADS_1


" Eh, Mas Fadhil...kenapa masih belum istirahat? " ucap Dewi


" Nungguin Bidadari ! "


__ADS_2