OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Perkenalan


__ADS_3

" Baiklah semua sebelum aktivitas hari ini kita lakukan, marilah kita berdo'a lebih dahulu, berdo'a mulai..." ucap bunda memimpin briefing pagi


Semua karyawan berdoa menundukkan kepala dan mengangkat tangannya masing masing terlihat khusyuk tak terkecuali Dewi sang karyawan baru.


" Berdo'a selesai " ucap bunda


" Pagi ini, bunda bersama team baru kita tepatnya di bagian model " ucap bunda


" Silahkan berkenalan " ucap bunda


Dewi mengangguk kemudian membaca basmalah dalam hati agar tak gugup


" Bismillah " ucap Dewi dalam hati


" Assalamu'alaikum semua, perkenalkan saya Dewi umur 18 tahun. Mohon ilmu dan bimbinganya kakak kakak senior semua, terima kasih" ucap Dewi menangkupan kedua tangan dan menekuk kepalanya pelan


" Baiklah cukup perkenalannya mohon kerja samanya, selamat bekerja semoga hari ini lancar dan berkah untuk kita semua aamiin..." ucap bunda mengakhiri brefing dengan salam


Semua karyawan ke tempat masing masing


Bunda di temani mbak Hesti mengajak Dewi ke sebuah tempat di ujung ruangan.


" Hesti, tolong jadwal pemotretan untuk Dewi di atur ya, sebisanya weekend gak ada lembur " ucap Bunda


" Siap bunda " ucap Hesti


Mereka berjalan beriringan sambil bercakap cakap


" Bunda nemu Dewi di mana sih? Cantik banget pasti deh proyeknya sukses " ucap Hesti


" Mbak Hesti berlebihan, Dewi bisanya baru foto di depan ponsel loh...mohon di bimbing ya " ucap Dewi


" Nemu ? Emang barang ? Kamu ada ada saja Hes " ucap bunda


" Tapi beneran kamu tu cantik banget wi, anggun mempesona...." ucap Hesti

__ADS_1


" Dewi itu adik sahabatnya Fadhil " terang bunda


" Oh...Kak Fadhil. Sekali milih tak tanggung tanggung ya bun hehehe...." ucap Hesti


" Memang Mas Fadhil kenapa mbak? " tanya Dewi


" Gak, gak biasanya aja kak Fadhil milih model sendiri " ucap Hesti


" Kebetulan Dewi butuh kerjaan mbak, Mas Fadhil nawarin kerjaan awalnya gak tahu kerjaannya apa eh malah jadi model kan Dewi gak ada bakat " ucap Dewi


" Pasti bisa Wi, Semangat !semua butuh proses. Kak Fadhil pasti tahu kamu punya bakat itu cuman kamunya belum sadar mungkin " ucap Hesti


" Yakinlah Wi, kamu pasti bisa. Semangat ! " ucap Bunda


Dewi merasa banyak orang mendukungnya dan memberi semangat untuknya membuatnya terpacu untuk semangat belajar dengan propesi barunya


" ini ruang eksekusi untukmu " ucap Hesti saat tiba di ujung ruangan.


Ruangan yang terbilang luas, ada sisi seperti taman tapi terbuat dari hiasan ada sisi photo shoot dan ada ruangan wardrobe. Melihat bunda datang semua karyawan mendekati bunda. 5 karyawan perempuan.


" Dewi ini team kita. Kenalkan ini Nia photografer, Sifa penata gaya, Sari wardrobe, Ria make up, dan Yuni Editing " ucap Bunda


" Mohon bimbingannya kak " ucap Dewi lembut sambil tersenyum


Semua mengangguk dan membalas senyum Dewi.


" Kita di sini team. Tak ada kesuksesan tanpa adanya team jadi semua harus bekerja sama. Jaga kekompakan jaga komunikasi. selamat bekerja " ucap bunda


" Semangat kerjanya, liburan di depan mata...masak iya layu sebelum berkembang " ucap Bunda


" Yeeeahhh....Healing !! " ucap Nia dan Yuni kompak


" Semangat yook ! " ucap Hesti


" Modelnya sudah baik dan cantik gini masak gak semangat " ucap Hesti

__ADS_1


" Semangat....Semangat...Semangat..." ucap Nia


Ria dan Sari permisi membawa Dewi ke ruang make over.


" Yuk cantik ikut aku " ucap Ria


Ria menggandeng tangan Dewi mengajaknya masuk ruangan make up, Dewi mengikuti arahan seniornya. Sementara Bunda masih bicara dengan teamnya.


" Yuk kita maksimalkan hasilnya " ucap bunda


" Yun, sebelum pict masuk bagian pemasaran tolong kamu kirim ke Fadhil dulu biar di koreksi " ucap bunda


"Siap bun, tapi tumben bun, kak Fadhil biasanya tahu jadi aja hehehe..." ucap Yuni


" Maunya gitu, udah kamu turutin aja " ucap


" Siap bun " ucap Yuni


Tak lama, Dewi keluar bersama Ria dan Sari dari ruang make up.


" Masya Allah...cantiknya...." ucap Nia, Sifa, Yuni, Hesti, dan Bunda bersamaan


Tak terkecuali Bunda, semuanya terkagum kagum atas kecantikan Dewi


" Cepet banget beb" ucap Sifa


" Mau gimana lagi, poles tipis udah jadi dari sononya udah wauuuw...bakalan hemat bedak nih gess" ucap Ria


" Yuk, coba aku shoot " ucap Nia bersemangat


Yuni dan Sifa mengambil posisi begitupun Dewi yang dag dig dug menuruti arahan mereka


" Gimana kak? " tanya Dewi yang bingung bergaya seperti apa


Sifa memberikan contoh dan menata posisi Dewi

__ADS_1


" Rileks, senyum, cheers " ucap Nia


cekrek ! cekrek !


__ADS_2