OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Bertemu Citra


__ADS_3

Hesti menyimpan kebencian yang teramat pada sosok di depannya dan itu membuat Hesti naik darah


" Pergi ! " ucap Hesti


" Cepat pergi dari sini ! " ucap Hesti lagi


Citra diam tak bergerak dari tempatnya, Sisil terbengong melihat seseorang mengusir maminya. sedangkan semua mata di ruangan tertuju pada sosok Hesti yang marah dan geram.


" Aku tak akan pergi sebelum bertemu Dewi " ucap Citra


" Tante tak akan bisa bertemu Dewi, karena aku tak akan mengizinkannya " ucap Hesti


" Oh ya? Kamu siapanya hingga punya hak melarang siapa yang boleh dan tak boleh bertemu ? " ucap Citra


" itu tak penting ! " jawab Hesti


" Dari dulu tak pernah berubah, kalian hanya menuruti ego dan tak mau mendengar orang lain " ucap Citra


" Apa kamu sudah tanya pada Dewi mau menemui kami apa tidak ? Jika Dewi sendiri yang tidak bersedia menemui kami, kami akan pergi dengan senang hati tanpa kamu suruh " ucap Citra


" Pergi ! Aku bilang pergi....ya pergi ! " ucap Hesti


" Sabar mbak, sabar " ucap karyawan menepuk punggung Hesti.


Dewi yang berada di kamar merasa bosan dan memutuskan untuk keluar kamar untuk mencari makanan. Namun saat baru keluar kamar dia melihat keributan di depan pintu dan suara hesti yang berteriak teriak mengusir seseorang. Dewi yang penasaran memutuskan untuk melihat ke tempat terjadinya keributan.


Dia melihat Hesti sedang marah dengan seseorang yang tak asing


" Hmmm.... Siapa dia? " guman Dewi


Dewi semakin mendekat dan menemukan ada Sisil di sana


" Sisil ! " panggil Dewi


Sisil yang sejak tadi melihat dan mendengar maminya beradu mulut dengan seseorang menengok ke arah Dewi dan berlari memeluknya


" Kak Deo ! " ucap Sisil


" Sisil kangen, kak Deo mana yang sakit ? " ucap Sisil


Sisil mengurai pelukannya dan melihat dan meneliti semua bagian tubuh Dewi. Dewi merasa geli dan mengusap acak rambut Sisil


" Sil, geli ! kakak gak papa " ucap Dewi


" Kata papi, Kak Deo di serempet motor dan jatuh mana yang lecet kak? " ucap Sisil


" Alhamdulillah gak ada sayang, kak Dewi ditolong seseorang " ucap Dewi


" Syukurlah, Sisil dan mami bawa makan siang buat kita. kita makan sama sama ya kak ? " ucap Sisil


Dewi melirik ke arah Citra dan Hesti yang masih terdiam mematung

__ADS_1


" Itu pasti mbak Citra maminya Sisil ? " guman Dewi


" Kenapa mbak Hesti terlihat tidak suka dengan mbak Citra " guman Dewi


" Mi, sini ! Kita makan bareng " ucap Sisil


Citra berjalan melewati Hesti yang masih terdiam sambil berkata


" Tak semua yang kita dengar itu benar, carilah kebenarannya lebih dulu sebelum menghakimi " ucap Citra lirih


" Hai, akhirnya bisa ketemu juga...kenalkan aku Citra ! " ucap Citra mengulurkan tangannya ke arah Dewi


" Dewi " ucap Dewi membalas uluran tangan Citra


" Seperti melihat diriku sendiri saat masih remaja " guman Citra


" Wajahnya seperti mirip seseorang " guman Dewi


Mereka dengan pikiran mereka masing masing selama 2 menit dengan masih berjabat tangan.


" Mami ! Kak Deo ! Udahan salimnya...kita makan. Sisil udah lapar " ucap Sisil membuyarkan lamunan keduanya


" eh...yuk di sana saja makannya" ucap Dewi mengajak keduanya ke halaman samping


Mereka berjalan beriringan sambil sesekali Sisil bercanda dengan Dewi.


" Mereka begitu dekat, Aku menyesal dulu tak menyempatkan waktu untuk bersamanya " guman Citra


" Apa kamu sudah lama kerja di sini ? " tanya Citra


Dewi masih mengunyah makanannya. Dia tak terbiasa mengobrol sambil makan. Dia kesulitan menjawab pertanyaan Citra.


" Mami, Kita masih makan. Ngobrolnya nanti saja habis makan lihat tu kak Deo kesulitan makannya kalau sambil jawab pertanyaan mami " ucap Sisil


Dewi mengusap kepala Sisil dengan tangan kirinya berucap terima kasih dalam hatinya.


" Baiklah kita habiskan makannya lebih dulu " ucap Citra


Usai makan, mereka bertiga masih asyik duduk di halaman samping sambil mengobrol


" Jadi kamu baru kerja di sini ? " ucap Citra


" Iya mbak, sebelumnya Dewi kerja di xxx cell " ucap Dewi


" xxx cell tempat Abing ? " tanya Citra


" iya mbak " jawab Dewi


" Terus kenapa pindah? Setahu mbak di sana gajinya besar kan? ada bonusnya juga untuk karyawan yang bisa menjual melebihi target " ucap Citra


" iya mbak, tapi Dewi kurang nyaman di sana" ucap Dewi

__ADS_1


" hmmm....pasti ketemu Agas di xxx cell juga? " tebak Citra


" iya mbak, mbak Citra kok tahu " tanya Dewi


" Ya, karena mbak tahu Agas sering beli ponsel di sana karena separuh saham di sana punya Agas " ucap Citra


" Ohh...gitu mbak ya? Dewi malah tidak tahu kalau om Agas punya saham di sana. Karena tahunya waktu itu om Agas membeli banyak ponsel kebetulan Dewi yang melayani dan kemudian Abing menyuruh Dewi mengantarkannya ke rumah " cerita Dewi


" Kak Deo, Sisil mau ke toilet " ucap Sisil


" Yuk, mau sama kak Dewi ? " ucap Dewi


" Gak usah kak, Sisil bisa sendiri biar di anter mbak aja, kak Dewi ngobrol lagi aja sama mami " ucap Sisil


" Mi, Sisil ke toilet dulu ya " ucap Sisil


" iya, hati hati sayang " ucap Citra


" Mbak, tolong jaga Sisil " ucap Citra


" Baik bu " ucap Baby sitter yang sedari tadi bersama mereka


Sisil meninggalkan Dewi dan maminya berdua


" Kamu sering main atau jalan sama Sisil ? " tanya Citra


" Dewi menemani Sisil hanya saat weekend mbak, soalnya Dewi saat itu masih harus kerja" ucap Dewi


" Oh ya ? Hanya saat weekend tapi kalian sedekat ini. Andai Agas mengijinkan aku bertemu Sisil sejak dulu mungkin hubungan kami tak seburuk ini " ucap Citra sendu


" Jangan sedih mbak, semua masih bisa di perbaiki " ucap Dewi


" Aku tak yakin Agas mau mendengar penjelasanku. Melihat rekaman CCTV bukti satu satunya saja dia tidak berkenan " ucap Citra


" Smoga Om Agas di lembutkan hatinya hingga bisa melihat kebenaran itu nantinya " ucap Dewi


" Kasihan Sisil dia masih butuh sosok keluarga lengkap di masa kecilnya seperti ini " ucap Dewi


" Ya, kami sadar akan itu hanya kami terlalu egois dan gengsi " ucap Citra


" Mbak Citra masih ada cinta untuk om Agas? " tanya Dewi


" Dia adalah cinta pertamaku bagaimana aku bisa melupakannya, untuk menghianatinyapun tak pernah terlintas di kepalaku bahkan hingga kinipun hatiku merasa mati tanpanya " ucap Citra


" Sayangnya sikapnya yang keras dan egois membuat kita hancur " ucap Citra


" Cobalah bicara dari hati ke hati mbak, Dewi rasa om Agas juga masih punya rasa yang sama pada mbak Citra hanya terlalu gengsi untuk mengakuinya " ucap Dewi


" Bantu mbak untuk dapatkan kebahagiaan itu kembali, kebahagiaan untuk Sisil " ucap Citra


" Iya mbak, Dewi akan bantu sebisanya " ucap Dewi

__ADS_1


" Terima kasih " ucap Citra


__ADS_2