OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Move on


__ADS_3

" Dewi ! " ucap Fadhil sedikit keras hingga membangunkan Dewi


" Mas Fadhil ! " Ucap Dewi yang juga kaget


Keduanya ingin segera bangkit dari dipan karena merasa malu. Keduanya bangkit terburu buru hingga tiba tiba terdengar suara yang membuat mereka terkejut


Braaakkkkkk


Satu kaki Dipan patah karena sudah lapuk membuat mereka terjatuh dan melorot ke arah kaki dipan yang ambruk. Dewi menabrak Fadhil yang berada di bawah karena posisinya yang berada di atas kaki dipan yang ambruk. Fadhil bangkit lebih dulu dengan berpegangan tangan Dewi. Di susul Dewi yang turun dari dipan di bantu Fadhil.


" Adik gak papa? " tanya Fadhil


" Alhamdulillah, mas gimana? " tanya Dewi


" Alhamdulillah gak apa apa " jawab Fadhil


Mereka kini saling berhadapan, Fadhil menggenggam ke dua tangan Dewi kemudian membawa Dewi dalam pelukannya. Dewi yang kaget menurut saja tak menolak tak juga membalas pelukan Fadhil


" Selamat pagi, bidadariku " ucap Fadhil mengecup kening Dewi


Dewi tersenyum dalam dekapan sang suami, bagaimana tak bahagia jika baru bangun saja dia sudah mendapat perlakuan manis dari sang suami. Lupakan dipan yang kakinya patah.


" Kok bisa tidur disini? " ucap Fadhil


blushh


Pipi Dewi tampak merona merah, bagaimana caranya ngomong ke Fadhil kalau Dia di kunci Woro saat mencarinya.


Haruskah Dewi mengakui kalau Dewi tak bisa tidur saat Fadhil tak kembali ke kamar setelah berpamitan dengannya ingin menemui Woro tadi malam ?


Haruskah Dewi bertanya kenapa Fadhil meninggalkannya di kamar sendirian di saat malam pertamanya ?


Hingga Dewi sengaja di paksa tidur di kamar Woro oleh Woro yang sudah tahu bahwa Fadhil terlelap di dalam kamarnya.


" hmmm....itu ! " ucap Dewi


" Subuhan dulu yuk, keburu telat " ucap Fadhil mengurai pelukannya


Dewi mengangguk dan bergegas keluar dari kamar Woro untuk membersihkan diri dan melaksanakan sholat subuh berjamaah di kamar Dewi bersama Fadhil.


Usai sholat subuh berjamaah, saat Dewi melipat mukena Fadhil memeluk Dewi dari belakang dan menciumnya


" Hmmm....." ucap Fadhil yang ingin bermanja manja pada sang isteri


" Mas bahagia dan semoga mas bisa selalu membahagiakanmu " ucap Fadhil


" Terima kasih mas, Dewi juga bahagia bisa menjadi bagian hidup mas " ucap Dewi


" Hmmmm...." guman Fadhil


" Mas Fadhil mau Dewi buatkan kopi ? " tanya Dewi


" Boleh, kalau tak keberatan " jawab Fadhil mengurai pelukannya


" Tentu saja tidak " ucap Dewi


" Okey, terima kasih. Mas tunggu di teras ya " ucap Fadhil


Dewi mengangguk dan mengenakan jilbab instannya mengikuti Fadhil ke luar kamar.

__ADS_1


" Ishhh pengantin baru subuhnya kesiangan ! " goda Hesti yang sedang duduk menunggunya di ruang tamu.


Fadhil tak menanggapi ucapan Hesti, dia memilih berlalu menuju teras. Sedangkan Dewi tersenyum saja melihat Hesti dan kawan kawanya sudah siap di depan kamarnya.


" Yuuk, kita make up dulu " ucap Ria


" Bentar mbak, mau buat kopi dulu buat mas Fadhil " ucap Dewi


" Cie...cie...yang sudah jadi isteri, punya kerjaan rutin buatin kopi nih...hahaha...." goda Hesti


" Buatin kopi itu bukan kerjaan mbak Hesti, tapi pahala ! " ucap Yuni


" Iya iya pahala ! percaya sama isteri yang sudah makan asam garam kehidupan berumah tangga. Apalah kita cuma jomblo fii sabilillah " ucap Hesti


" hahaha....." tawa mereka memeriahkan subuh pagi ini di rumah Dewi


Dewi berlalu ke dapur dan membuatkan kopi untuk Fadhil. Setelahnya Dewi membawa secangkir kopi itu ke teras di mana Fadhil berada. Fadhil sedang bersama dengan Woro dan juga beberapa EO di sana.


" Ini mas, kopinya " ucap Dewi meletakkan kopi di meja di depan Fadhil


" Terima kasih " uvap Fadhil


" Buat mas mana ? " ucap Woro


" Mas woro nanti buat saja sendiri, caranya sudah bisa kan ? " ucap Dewi


" Ishhh, kenapa gak kamu buatin sekalian sih Wi ? " ucap Woro


" Siapa yang tahu kalau mas Woro juga mau kopi " ucap Dewi


" Ya udah sekarang buatin buat mas ! " ucap Woro


" Iya sayang, terima kasih kopinya tapi agak pahit nih...." jawab Fadhil


" Masak sih mas? tapi tadi udah Dewi kasih gula lo mas " ucap Dewi


" Ya, karena manisnya semua ada di kamu sayang ! " ucap Fadhil


" Baru habis subuh Woooiii !!! " ucap Woro


" Kenapa ? " tanya Fadhil


" Ya, jangan gitu gitu amat lah Dhil, hargai perasaan para jomblo donk ! " ucap Woro


" Lagian kamu Dhil sejak kapan suka ngombalin cewek ? " ucap Woro


" Aku gombalin isteri sendiri halal kali Ro, sudah sah kan ? " ucap Fadhil


" Hahaha...kita sengaja lo mas, biar yang jomblo pengen cepet nyusul " ucap Dewi


" Ya apalagi nanti kalau kamu lihat apa yang kami lakukan pada kamarmu " ucap Fadhil


" Kalian apakan kamarku ? " tanya Woro


" Nanti lihat sendiri mas, siapa nyuruh ngunci kita di dalam ! " ucap Dewi


" Dewi pamit ke dalam dulu mas " pamit Dewi pada Fadhil


" Iya sayang " jawab Fadhil

__ADS_1


.


.


Pukul 10 pagi, Dewi dan Fadhil sudah duduk di pelaminan dengan senyum penuh kebahagiaan. Keduanya duduk dengan tangan tak lepas berpegangan sesekali Fadhil mencium punggung tangan sang isteri sayang. Tamu sudah berdatangan memberi ucapan selamat dan do'a untuk mempelai secara bergantian. Warga sekampung di undang untuk memeriahkan acara ini. Saat tak ada tamu yang bersalaman mereka mengobrol menghangatkan suasana dan mengenal lebih dekat satu sama lain dengan cara yang halal


" Hmmm...apa adik sudah percaya kalau mas serius mencintaimu ? " tanya Fadhil


" Ya, adik sudah percaya " jawab Dewi


" Sejak kapan ? " tanya Fadhil


" Sejak ijab qobul mas ikrarkan kemarin " jawab Dewi


" Karena bagi wanita kata ijab qobul lebih bermakna dari pada kata cinta " ucap Dewi


Fadhil tersenyum dan menggenggam tangan sang isteri lebih erat. Mereka bercanda dan tersenyum bersama penuh bahagia. Tanpa mereka sadari sejak tadi ada sosok yang melihat mereka di kejauhan. Sosok yang sangat mencintai Dewi sejak 6 tahun lalu namun dengan cara yang salah. Dialah Bimo sang mantan !


" Meski berat hati ini, namun kurelakan jika akhirnya kamu bersanding dengan Fadhil. Dia sosok pria baik yang pantas bersama denganmu yang juga tak kalah baik " guman Bimo


Bukan tanpa sebab jika kini akhirnya Bimo merelakan Dewi menikah dengan orang lain. Usai Bimo di tonjok Woro dan di giring pulang oleh sang Ayah, Bimo merenungi kisah cintanya bersama Dewi hingga akhirnya sadar ingin meminta maaf atas semua kesalahannya.


Bimo datang di acara resepsi untuk mengucapkan selamat atas pernikahan Dewi dan saat tahu yang duduk di pelaminan dengan Dewi adalah Fadhil Bimo merasa ikhlas melepas Dewi meskipun hatinya terluka namun dia sadar semua kesalahan ada pada dirinya. Dewi terlihat tersenyum bahagia tanpa beban dan Bimo melihatnya saat bersama Fadhil di pelaminan.


Bimo mencoba tegar meskipun terasa pilu, Bimo berjalan ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat


" Kak Bimo ?! " guman Dewi


Fadhil menatap ke arah isterinya dan mempererat genggaman tangannya. Dewi menunduk, bukan tak berani bertatap hanya menjaga pandangannya dari yang tidak halal. Bimo mengulurkan tangannya pada Fadhil dan Fadhil menerima uluran tangan Bimo


" Selamat, semoga kalian bahagia dan pernikahan kalian sakinah mawaddah warohmah " ucap Bimo


" Terima kasih, semoga kamu dan selly juga segera menghalalkan hubungan kalian " ucap Fadhil


Bimo mengangguk, dan beralih pada Dewi dengan mengulurkan tangannya.


" Maaf kak " ucap Dewi menangkupkan kedua tangannya ke dada tanda menolak berjabat tangan dengan yang bukan mahromnya


" Kamu berubah wi, tapi aku bahagia kamu berubah lebih baik bersama Fadhil " perih hati Bimo mengenang hubungannya


" Selamat ya, semoga kalian bahagia " ucap Bimo


" Terima kasih " ucap Dewi singkat


Bimo turun dari pelaminan dengan perasaan remuk redam, hatinya hancur berkeping keping, rasa sesalnya yang kian mendalam, air matanya seperti akan tumpah namun mencoba dia tahan, terasa sesak dadanya, penuh penyeslaan. Bimo bergegas pergi dari acara dengan penuh luka. Sedangkan di pelaminan sang pengantin wanita terlihat bahagia bercanda tawa bersama sang pengantin pria meski belum malam pertama hahaha....


Sorry ya Tan, Mantan ! Aku sudah Move On !


Hidupku terlalu berharga jika terus meratapimu


Terima kasih sudah pernah hadir dalam cerita hidupku


...END...


...****************...


Terima kasih untuk para Readers semua yang sudah setia mengikuti cerita Dewi dan Fadhil


Terima kasih yang sudah komen, like, vote, dan juga memberikan hadiah untuk karya ke-2 ku ini semoga Allah membalas kebaikan kalian semua

__ADS_1


Terima Kasih para Readers semua kalian adalah semangatku !


__ADS_2