OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Citra ?


__ADS_3

Dewi mengangguk dan bunda meninggalkan Dewi sendirian di kamar. Waktu Ashar sebentar lagi, niat hati Dewi mau bersiap membersihkan diri namun ponselnya tiba tiba berdering. Dewi mengambil ponsel yang belum sempat dia keluarkan dari dalam tasnya saat pergi tadi pagi.


" Nomer baru ?! " guman Dewi


" Angkat gak ya? " Pikir Dewi


" Bismillah, siapa tahu penting " pikirnya lagi


" Assalamu'alaikum " ucap Dewi saat teleponnya tersambung


" Wa'alaikumus salam " jawab seseorang di seberang telepon


" Masya Allah suaranya merdu sekali " guman Dewi


" Apa benar ini Dewi ? " ucap seseorang di balik sambungan telepon


" Ach iya mbak, ini Dewi...ini siapa ya ? " tanya Dewi


" Kenalkan aku Citra " ucapnya


" Citra ? " ucap Dewi lirih


Dewi mencoba mengingat nama Citra, namun tak di temuinya sama sekali teman atau kerabat yang bernama Citra dalam memorinya.


" Maaf Mbak, Citra siapa ya ? Maaf Dewi benar benar lupa " ucap Dewi


" Citra maminya Sisil, kamu tahu Sisil putriku kan ? " ucap Citra


" Sisil ?! oh ya...maminya Sisil ! istrinya om Agas " ucap Dewi


" Eh, maaf tante kalau Dewi tadi tidak sopan manggil mbak ke tante " ucap Dewi


" Tidak apa, panggil mbak aja. kalau manggil tante kesannya malah aku yang ketuaan hehehe...." ucap Citra


" Hehehe....Maaf tante, eh maksudku mbak Citra, ada yang bisa Dewi bantu ? " ucap Dewi


" Sebelumnya saya mau berterima kasih sama kamu karna berkat kamu Sisil mau menjenguk neneknya yang sedang sakit " ucap Citra


" Iya mbak, sama sama " jawab Dewi


" Bagaimana kondisi kesehatan nenek? semoga kedatangan Sisil bisa menjadi obat untuk nenek agar lekas sehat ya " ucap Dewi


" Nenek sudah membaik karena sudah bisa bertemu dengan cucu satu satunya lagi yaitu Sisil " ucap Citra


" Sisil banyak cerita tentangmu, dia sangat bersemangat sekali ketika bercerita. Terima kasih banyak ya, kamu sudah perhatian dan baik sekali sama Sisil " ucap Citra lagi


" Sisil mungkin terlalu berlebihan bercerita tentangku mbak, aku hanya melakukan apa yang bisa aku lakukan " ucap Dewi


" Aku ingin bertemu denganmu, mengenalmu lebih dekat " ucap Citra


" Apa bisa kita bertemu? " ucap Citra lagi


" Insyaallah mbak dengan senang hati " ucap Citra


" Terima kasih kamu memang baik seperti kata Sisil, jadi kapan kita bisa bertemu ? " ucap Citra


" Mbak Citra bisanya kapan? Kalau Dewi gak lagi kerja, Insyaallah Dewi bisa mbak " ucap Dewi

__ADS_1


" Gimana kalau besok saat makan siang? " ucap Citra


" Boleh mbak, tapi kalau bisa tempatnya sekitar tempat kerja Dewi aja ya, Soale waktu isoma di tempat kerja Dewi hanya satu jam " ucap Dewi


" Kamu kerjanya di mana? " ucap Citra


" Maaf, Bukan maksud mencampuri urusanmu. Aku hanya ingin memboking tempat makan yang dekat dengan tempat kerjamu biar nyaman " ucap Citra


" Ya mbak, tak apa. Aku kerja di Rabbana Produktion jalan Panglima Polim 12 A mbak " ucap Dewi


" Okey, besok aku share lock restonya " ucap Citra


" Iya mbak, insya Allah" jawab Dewi


" Sampai jumpa besok, Assalamu'alaikum " ucap Citra


" Wa'alaikumus salam wa rohmatullahi wa barokatuh " jawab Dewi


Dewi menutup teleponnya, dan bergegas mandi untuk bersiap melaksanakan sholat ashar yang sudah tertinggal 30 menit yang lalu. Namun saat usai mandi wajah Dewi berubah sedih dan terlihat menyesal.


" Ya Robb, ampuni hamba " guman Dewi


Dewi mencari peralatan tempur yang seingatnya di simpan di tas miliknya saat pertama datang ke sini. Setelah beberapa menit mengobrak abrik tas dan lemari pakaiannya akhirnya Dewipun menemukan sesuatu yang di carinya dan kembali ke dalam kamar mandi.


" Harusnya aku Ashar dulu tadi, jadi punya hutang sholat lagi hmmm...." guman Dewi


" Aku coba oles minyak kayu putih aja deh " guman Dewi lagi sambil mencari minyak kayu putih di laci meja riasnya


" Keluar aja kali ya, dari pada di sini bingung mau ngapain " guman Dewi saat sudah rapi


Dewi berjalan ke luar kamar dan berpapasan dengan Yuni yang hendak pergi ke Musolla untuk sholat Ashar


" eh Wi, mau kemana udah rapi?" ucap Yuni


" Tidak kemana mana mbak hanya ingin duduk di depan, cari angin " ucap Dewi


" Oh, ya udah Mbak ke musolla dulu ya " ucap Yuni


" iya mbak " jawab Dewi


Dewi duduk di teras depan menikmati senja sore itu, angin bertiup sepoy sepoy. Dewi berbalas chat dengan Ani, sahabat karibnya.


" Mas Fadhil mau nglamar aku An..." tulis Dewi


" Beneran Wi ? " balas Ani


" Iya " tulis Dewi


" Malah di depan bundanya " tulis Dewi


" Kamu terima kan? " balas Ani


" Rugi kalau kamu nolak dia " tulis Ani lagi


" Ya, aku terimalah An, bodoh kalau aku nolak cowok sebaik dia " tulis Dewi


" hahaha..." tulisnya lagi di ikuti emoji ngakak kepingkal

__ADS_1


" Nah, ini baru pintar !" balas Ani


" Jadi kemarin kemarin aku bodoh gitu ? " tulis Dewi


" Hahaha....aku gak bilang gitu lo ! " balas Ani


" eheemmmmm...." dehem Fadhil yang berdiri bersandar di pintu


Dewi melirik ke arah Fadhil dan sekilas tersenyum kemudian kembali membalas pesan Ani


" Bentar ya, nanti aku telepon aja. Lagi ada calon iman idamanku mau ngomongin masa depan ni kayaknya" balas Dewi di ikuti emoji mata hati yang tersenyum


" Chatingan sama siapa sih kok dari tadi mas lihat senyum senyum sendiri " ucap Fadhil


" Sama Ani mas " ucap Dewi


" Pasti lagi ngibahin mas kan ? " ucap Fadhil


" Hehehe....maaf mas " ucap Dewi


Tiba tiba ponsel Dewi kembali menyala, notifikasi pesan masuk. Di ambillah ponsel yang baru 1 menit lalu Dewi taruh di atas meja.


" Resto MCM ruang VIP 2 " baca Dewi


" Hmm....Resto MCM itu bener yang di ujung jalan kan Mas? " tanya Dewi pada Fadhil yang sudah duduk di kursi teras


" Iya, kenapa? " ucap Fadhil


" Tak ada hanya mastiin aja takutnya salah lokasi " ucap Dewi


" Mau bertemu siapa Dewi di resto elit itu apalagi ruang VIP " guman Fadhil


Dewi yang seolah tahu pikiran Fadhilpun bersuara


" Maminya Sisil mengundangku makan siang besok di sana " ucap Dewi


" Anak bunda udah berani berduaan dengan perempuan ya sekarang " ucap Bunda yang tiba tiba datang bersama Hesti


" Nikahin aja bun kak Fadhilnya hahaha...." ucap Hesti


" Ye, itu memang maunya Fadhil mbak " ucap Fadhil


" hahaha...emang sudah ada yang mau sama cowok dingin di kutub utara? " goda Hesti


" Udah, udah kalian kalau weekend selalu bikin bunda pusing deh " ucap Bunda


" Fadhil ganti sarungmu, kita pergi sekarang " ucap bunda


Fadhil mengangguk dan melangkah ke dalam untuk berganti celana mengikuti titah sang bunda


" Dewi siap siap sekarang ya, sekalian " ucap Bunda


" Dewi gini aja gak apa apa kan bun? tinggal ambil tas aja " jawab Dewi


" Iya sayang, udah pas tetap cantik kok. Ya udah ambil tasmu. Bunda tunggu di sini ya " ucap bunda


Dewi mengangguk dan meninggalkan bunda di teras bersama Hesti

__ADS_1


" Dewi ikut juga bun? " tanya Hesti


__ADS_2