
" Mbak, Om Agas ngajakin Dewi jalan ni " ucap Dewi
" Kapan dek?" tanya Ana
" Nanti malam " jawab Dewi
" Kamu mau? " Tanya Ana
" Aku belum jawab mbak " ucap Dewi
" Mbak mau nemenin aku gak?" ucap Dewi
" Hahhh? Masak iya aku ikutan dek? jadi obat nyamuk donk !" ucap Ana
" Lagian mana di bolehin sama om Agas, dia itu ngajak ngedate bukan ngajak rombongan hahaha...." ucap Ana
" Tapi Dewi takut mbak, antisipasi aja kalau ada temannya kan dia gak berani macam macam " ucap Dewi
" Kalau memang kamu gak nyaman jujur aja dek sama dia " ucap Ana
Dewi tak punya perasaan apapun sama Agas, Dewi hanya ingin menambah kenalan dan teman saja, tapi karena status Agas yang duda membuat Dewi ketar ketir. Agas memang masih muda namun entah kenapa saat Agas mengajaknya jalan Dewi merasa serba salah. Mau nolak gak enak mau nerima takut di apa apain.
" Om, boleh kah Dewi ngajak temen? " chat Dewi
" ? " balas Agas
" Dewi gak enak om, kalau jalan berdua sama om " balas Dewi
Agas terlihat online namun tak juga membalas chat dari Dewi. Dewi semakin merasa gak enak hati dengan apa yang dikatakan pada Agas barusan takutnya itu menyinggung perasaannya.
Tak lama panggilan vidio dari nomer Agas, Dewi menggeser ikon telepon hijau itu untuk menerima panggilan
" hmmm....iya Om, Maaf ya kalau Dewi menyinggung om" ucap Dewi
Agas yang melihat Dewi tersenyum lebar. Agas melihat ketakutan dan ketidak nyamanan Dewi
" Kamu siap siap aja, satu jam lagi aku jemput " ucap Agas
" Tapi om, bolehkah Dewi...." ucap Dewi
" Gak usah Wi, kamu gak usah takut om gak akan macam macam sama kamu " ucap Agas
Blushh....
Dewi kaget kenapa pikirannya bisa di baca oleh Agas akan ketakutannya jalan berdua bersama dia
" Aku ingin ngomong penting sama kamu " ucap Agas
" Tenanglah aku akan mengenalkanmu pada anakku, jadi kita gak jalan berdua saja " terang Agas
" hmmm...baiklah om " jawab Dewi
" Ok, satu jam lagi om jemput kamu di depan Gang " ucap Agas
" Iya " ucap Dewi
Dewi menutup panggilan teleponnya
" Semoga om Agas gak ada niat jahat sama Dewi " guman Dewi
" Bismillah aja wi, semoga om Agas memang benar benar baik " ucap Ana
" Mungkin kamu akan di kenalkan dulu pada anaknya dek, calon mami " uvap Ana
" hisst apaan sih mbak " ucap Dewi
__ADS_1
" Kalau anaknya oke pasti tu akhirnya kamu di jadikan mami buat anaknya " goda Ana
" hahaha...beli satu dapat dua donk " canda Dewi
" Gak melu gawe melu momong ! hahaha......" ucap Ana
" Tapi kamu juga tetap harus waspada lo dek, misal nanti gak ada orang lain jangan mau di ajak di tempat sepi kalau di beri minum hati hati takutnya di kasih obat" ucap Ana
" kamu tuker aja sama minumannya dia" ucap Ana
Waah si mbak Ana korban novel ni kayaknya, pikirannya sampai jauh begitu...
" Iya Mbak " jawab Dewi
.
.
Agas mengajak Dewi makan di sebuah Resto.
" Sisil mau duduk di samping mami " ucap Sisil
" Sayang, sini aja sama papi " ucap Agas
" Sisil kangen sama mami pi " ucap Sisil
Agas menatap Dewi memohon untuk memenuhi permintaan sisil
" Sini sayang, sama Kakak " ucap Dewi kemudian
Sisil memeluk Dewi dengan bahagia, perasaan anak kecil yang merindukan sang ibu. Pelukan hangat Dewi membuat Sisil tenang dan bahagia. Dewi tak ingin membuat Sisil kembali bersedih namun Dewi juga tak mau membohongi Sisil akan kenyataan yang sebenarnya bahwa dia bukan maminya.
" Yeeea....terima kasih mami " ucap Sisil
" Sayang, ini kakak bukan mami " ucap Dewi
" Sisil mau temenan sama kakak gak?" tanya Dewi
" Mau mami " jawab sisil
" Kalau mau temenan berarti sisil tidak keberatan kan kalau sisil manggilnya kak Dewi aja ? " ucap Dewi berhadapan dengan sisil dan menggenggam kedua tangannya
" Hmmm...kenapa gak mau sisil panggil mami? " tanya sisil polos
" Karena kakak memang bukan maminya sisil, dan mami sisil tak akan pernah tergantikan dengan siapapun termasuk kakak " ucap Dewi panjang lebar
" Sisil tahu gak perjuangan Maminya sisil saat melahirkan sisil?" tanya Dewi
Sisil menggelengkan kepalanya
" Sayang, beliau bertaruh nyawa untuk itu jadi kita sebagai anak harus menghormati dan menyayangi beliau karna nanti kita juga akan jadi seoarang ibu seperti beliau " ucap Dewi
" Tapi kan...Mami sisil jahat kak " ucap Sisil
Dewi kaget mendengar penuturan anak kecil seperti sisil. Dewi beralih menatap Agas sang papi dari anak kecil di hadapannya
" Kenapa bisa pasangan yang bercerai melibatkan anak sekecil ini untuk di cuci otaknya membenci salah satunya " guman Dewi
" Demi ego mereka orang dewasa mereka mengorbankan kebahagiaan anak anak ". guman Dewi
Dewi tak habis pikir, Agas yang terlihat baik ternyata punya sisi lain seperti ini.
" Kak...kenapa kak Dewi melamun? " tanya sisil
Dewi tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
" hmmm....kita makan dulu yuk, kakak laper nih... " ajak Dewi mengalihkan pembicaraan
" Sisil mau di suapin kakak boleh? " ucap Sisil
" Sayang, makan sendiri ya kak Dewi kan juga harus makan" ucap Agas
" Gak papa om, Dewi bisa makan sambil suapin Sisil kok" ucap Dewi
Mereka makan dengan santai, sesekali bercanda. Sisil terlihat begitu sayang dan manja dengan Dewi, dia merasa nyaman dan menemukan sosok ibu kembali. Dewi merasa bahagia bisa melihat senyum bahagia Sisil yang tulus. Sedangkan Agas tampak datar saja melihat kedekatan Dewi dan Sisil.
Usai makan, mereka langsung pulang karena sebentar lagi sudah jam tidur sisil. Agas mengantarkan Dewi ke tempat kost. Karena sudah malam Agas mengantar Dewi sampai depan pintu gerbang rumah kost. Sisil di tinggal di dalam mobil dengan sang sopir karena sisil sudah tertidur
" Wi, ma kasih ya " ucap Agas
" Untuk apa Om? " ucap Dewi
" Karena kamu sudah mengembalikan keceriaan sisil " ucap Agas
" Sama sama om " ucap Dewi
" Maaf aku melibatkanmu, karena wajahmu mirip sekali dengan maminya" ucap Agas
" Aku ingin bicara penting wi " ucap Agas
" Soal apa om? " tanya Dewi
" Tentang Sisil " ucap Agas
" Aku ingin kamu membantuku memberikan perhatian dan kasih sayang untuk sisil " ucap Agas
" Maksudnya? " tanya Dewi
" Aku akan membayarmu untuk itu, jadi bekerjalah untukku " ucap Agas
" Jadi baby sister untuk Sisil? " tanya Dewi
" Bukan sebagai baby sister karena Sisil sudah punya 3 baby sister " ucap Agas
" Terus? " Tanya Dewi
" Tugasmu hanya memberikan perhatian dan kasih sayang untuk Sisil " ucap Agas
Dewi semakin tak mengerti kemana arah pembicaraan Agas.
" Aku yakin kamu bisa melakukannya, aku hanya ingin melihat kembali senyum sisil yang telah lama hilang " ucap Agas
" Tapi bagaimana Dewi melakukannya Om? " ucap Dewi
" Kamu bisa berpura pura menjadi maminya " ucap Agas
" Aku akan membayarmu untuk itu " ucap Agas lagi
" Mami pura pura? dibayar? " tanya Dewi
" Iya " jawab Agas
" Hahhhhh....mami bayaran? kenapa gak cari mami beneran aja sih, dasar orang kaya ! " guman Dewi dalam hati.
" Maaf om, Dewi gak siap ! " Jawab Dewi tegas
.
.
...Dukung Author ya, cuman author pemula masih belajar dan masih banyak yang harus di perbaiki......
__ADS_1
...kritik dan saran yang membangun akan author terima dengan senang hati teriring do'a Jazaakumullahu Khoiron khatsiro.......
...Jangan lupa like, komen, vote, n hadiahnya buat author biar semangat nulisnya.......