OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Fantastik


__ADS_3

Penghulu mengucapkan kata ijab mewakili bapak Dewi selaku wali dan Fadhil mengucapkan kata Qobul setelahnya


" Qabiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahril madzkur haalan " ucap Fadhil


" Bagimana saksi ? sah ? " ucap penghulu


" Sah ! " jawab semuanya


" Alhamdulillah " ucap semuanya.


Namun seseorang yang tiba tiba masuk ke halaman rumah Dewi berniat mencegah pernikahan mereka berucap


" Tunggu ! " ucapnya lantang


Semua orang yang mendengar teriakan itu menengok ke sumber suara. Ada Bimo yang berdiri dengan wajah penuh amarah di sana. Seperti membaca situasi bahwa Bimo akan membuat ulah, Woro dan Agus reflek berdiri dan menarik Bimo ke luar area ijab qobul. Agus dan Bimo membanting tubuh Bimo ke atas aspal


" Apa maksudmu datang ke sini hahhh....? " tanya Woro


" Mau bikin onar ? " ucap Woro


" Ya, aku akan gagalkan pernikahan Dewi " ucap Bimo


" Sayangnya loe telat, sudah aaaamat telat " ucap Agus menekan huruf a dalam kata amat


" Agus ! " ucap Bimo baru sadar jika yang memperlakukannya kasar barusan adalah Agus


" Ngapain loe ! " ucap Bimo


" Loe kaget ? Gue datang untuk jadi saksi pernikahan Dewi " ucap Agus


" Memang siapa yang nikah sama Dewi ? " tanya Bimo


" Bukan urusan loe ! " ucap Woro


" Pergi dari sini ! " ucap Woro


" Gue gak akan pergi, sebelum tahu siapa yang menikah dengan Dewi " ucap Bimo


" Yang jelas bukan lelaki breng kesan pindang seperti loe " ucap Woro


" Loe relakan saja Bim, Dewi sudah dapat yang lebih baik. Lagian loe udah punya Selly kan? " ucap Agus


" Diem loe gus ! tahu apa kamu ! katakan siapa yang nikah sama Dewi " ucap Bimo


" Kalau sudah tahu mau apa loe? " ucap Woro


" Nyesel ? Nangis ? Hahaha..." ucap Woro


" Siapa dia " ucap Bimo

__ADS_1


" Bukan urusan loe " ucap Woro


Bimo mencengkeram kemeja di leher Woro, dan Woro seketika menonjok wajah Bimo


BRUGHH BRUGHH


" Balasan untuk sakit hati Dewi yang loe ciptakan " ucap Woro


Bimo terhuyun dan jatuh ke aspal karena tidak siap sebelumnya dan tidak menyangka Woro akan bertindak seperti ini. Woro meninggalkan Bimo yang terluka. Agus masih di sana mencoba menolong Bimo. Bimo mengusap bibirnya yang terasa perih karena berdarah


" Sudahlah Bim, relakan Dewi " ucap Agus membantu memapah Bimo untuk berdiri


" Gue harus tahu siapa yang telah menikahi Dewi " ucap Bimo


" Jangan bikin malu dirimu sendiri. Dewi sudah bahagia dengan lelaki pilihannya. Jangan usik mereka lagi " ucap Agus


" Tapi gue masih cinta sama Dewi ! " ucap Bimo


" Tapi Dewi tidak ! Terima saja kenyataannya " ucap Agus


" Dewi gak mungkin mencintai lelaki itu, pasti dia terpaksa " ucap Bimo


" Loe ya ! " geram Agus


" Bimo ! " teriak seseorang


" Tapi yah...." ucap Bimo memelas


" Tidak ada tapi tapian, buat apa kamu ngejar Dewi lagi ? Sampai kapanpun ayah tak akan ijinkan " ucap Ayah Bimo


" Sekarang, Pulang !!" ucap Ayah bimo


Bimo menurut pada sang Ayah, karena kelemahan Bimo ada pada sang Ayah. Bimo pulang dengan rasa tak karuan, hatinya hancur berantakan saat kini pujaan hatinya sudah menikah dengan orang lain, sah menjadi isteri orang lain yang dia sendiri tak tahu siapa yang menjadi suami Dewi.


Sementara Dewi dan Fadhil melanjutkan acara pernikahannya usai Bimo di seret keluar oleh Woro dan juga Agus.


Dewi di iring bunda dan juga ibu untuk mendekat ke tempat mempelai laki laki.


Dewi berjalan menunduk karena perasaan bahagianya.


Dewi berada di sisi Fadhil sekarang, mereka sudah menjadi suami isteri yang sah menurut hukum dan agama.


Sesi penyematan cincin pernikahan untuk keduanya, Dewi mengambil cincin perak yang ada dan menyematkannya di jari kelingking kanan Fadhil kemudian Dewi mengecup punggung tangan Fadhil takdim. Giliran Fadhil menyematkan cincin di jari manis tangan Dewi kemudian mencium ubun ubun Dewi kemudian mengelusnya dan berdoa


" Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya " ucap Fadhil lirih


" Aamiin " ucap Dewi tak kalah lirih


Dewi meneteskan air matanya, air mata bahagia karena kini dia resmi menjadi nyonya Fadhil. Fadhil melihat air mata itu jatuh lalu mengusapnya.

__ADS_1


" Aku mencintaimu karena Allah maka cintailah aku karena Allah. Pernikahan itu menyempurnakan agama seperti dirimu yang menyempurnakan diriku " ucap Fadhil


Dewi mengangguk dan tersenyum pada Fadhil


" Terima kasih mau membersamaiku " ucap Dewi


Fadhil menyerahkan simbolis mahar yang di berikan untuk Dewi, rumah, mobil, perhiasan emas dan juga saham. Dewi merasa Fadhil terlalu berlebihan memberikan semua itu pada Dewi, tapi Fadhil merasa itu tak seberapa. Karena Fadhil memang punya semuanya namun gaya hidupnya memang tetap sederhana hingga tak banyak yang tahu jika Fadhil adalah seorang yang kaya raya termasuk Dewi.


Acara tasyakuran dilakukan usai sholat isya' para tetangga dan kerabat di undang untuk datang mendoakan kedua mempelai.


" Waah keren ya suaminya Dewi "


" Masih muda, kaya raya pula "


" Kayaknya ramah dan juga tak sombong "


" Iya, tajir abis "


" Ya Wajarlah, Dewi Cantik boleh milihlah ya "


" Katanya biaya nikahnya yang woow ini di tanggung loh "


" Ya jelaslah, lihat saja dekorasinya ! Mana ada yang bisa bayar dekor semewah ini "


" Maharnya juga Fantastis ! Dewi beruntung mendapatkan suami seperti dia "


" Kasih rumah saja sudah Alhamdulillah banget, ini mah mobil, saham dan juga perhiasan "


" Iya, berapa duit tuh totalnya "


" 1 M kali "


Kira kira begitulah bapak bapak yang di undang kenduri walimatul ursy di rumah Dewi berghibah saat menunggu acara di mulai.


Thor ! Bapak bapak mana mungkin ghibah thor ?


Yang suka ghibah itu emak emak thor !


eiitttsss...jangan salah ya !


Bapak bapak di dekat rumah author itu banyak yang kayak gitu !


Bapak bapak kalau punya waktu ghibah tak akan di sia siakan !


Bapak bapak di rumah kalian gitu juga gak?


kalau iya, berarti emang bener yang suka ghibah itu kebanyakan bapak bapak, emak emak mah cuman senam mulut aja dari pada nganggur !


hahahaha....iya kan?

__ADS_1


__ADS_2