
Pagi itu Bimo berniat ingin menemui Dewi.
Bimo perge ke rumah Ani karna biasanya tiap hari minggu Dewi selalu datang ke rumah Ani.
" Pagi An " sapa Bimo saat melihat Ani sedang belajar di teras rumahnya
" eh, Bim kapan pulang?" tanya Ani pura pura tak tahu kabar kepulangan Bimo
" Kemarin sore An " jawab Bimo
" kirain udah lupa pulang, di sana sudah sukses kan sekarang? " ucap Ani
" Mana mungkin lupa An" ucap Bimo
"Alhamdulillah, cita citaku selama ini sudah tercapai " ucap Bimo
" syukurlah, aku turut bahagia di tunggu traktirannya ya " ucap Ani
" Beres " ucap Bimo
Bimo tak melihat keberadaan Dewi di sana, karena Bimo hafal sandal yang biasa di gunakan Dewi dan Bimo tak melihat sandal Dewi di rumah Ani
" Tumben gak ke sini si Dewi apa sudah diganti sandalnya?" guman Bimo dalam hati
" Ngomong ngomong Dewi gak ke sini An?" tanya Bimo
" Gak Bim, Dewi lagi nganter ibunya ke rumah kerabatnya " ucap Ani bohong
" O...." ucap Bimo
" O aja? " tanya Ani
" trus? aku mesti bilang apa?" ucap Bimo
" Emang kamu gak ngerasa bersalah Bim sama Dewi ? " ucap Ani
" Salah apa ? " ucap Bimo
" Kalau kamu ngerasa bersalah pasti kamu tahu, kalau gak ngerasa ya udah, kenapa malah balik nanya ke aku ! " ucap Ani geram
" loh loh loh.....kok kamu jadi marah ke aku An" ucap Bimo
" Aku marah Bim, sebagai sahabatnya Dewi aku benar benar marah sama kamu Bim " ucap Ani
" Ponselku hilang An " ucap Bimo berbohong
" Ada banyak jalan menuju Roma, aku bukan anak kecil yang bisa kau bohongi Bim " ucap Ani
" Aku minta kamu putusin Dewi, jangan gantung dia seperti ini. Dia berhak bahagia " ucap Ani
" gak An, aku gak bakal putusin Dewi " jawab Bimo
" kamu gak punya perasaan ya Bim ! " ucap Ani
" Aku tu masih cinta sama Dewi, An dan sampai kapanpun aku gak bakal putusin Dewi " ucap Bimo
" Kalau cinta kenapa kamu nyakitin dia?" ucap Ani
" Kamu....e....go....is.... ! " ucap Ani senagaja menekan kata egois
Bimo terdiam, dia tak tahu harus berkata apa karna dia juga merasa di posisi tersulit saat ini. Dia masih cinta dan sayang sama Dewi, hubungan yang sudah berlangsung selama lima tahun bahkan genap enam tahun di bulan depan harus pupus karna obsesinya menjadi PNS yang mengharuskannya menikah dengan cewek yang tidak di cintainya.
Ani membereskan bukunya dan membawanya ke dalam rumah meninggalkan Bimo sendirian
" Gak Ayah, Kak Bagas, Ani, semua nyuruh putusin Dewi. Memang mereka kira gampang apa? Memang di kira hatiku gak hancur harus memutuskan orang yang masih aku sayang. Dewi itu cinta pertamaku dan apapun situasinya aku gak bakal putusin Dewi !" guman Bimo dalam hati
__ADS_1
.
.
" Tumben, hari minggu di rumah aja " ucap Woro saat melihat Dewi sedang asyik nonton Doraemon di sebuah chanel TV
" Iya mas, lagi males ke mana mana" jawab Dewi
Biasanya setiap hari minggu Dewi selalu ke rumah Ani, maen bersama atau belajar bersama di sana kadang juga jalan ke taman atau ke mana aja, yang penting sama Ani. Padahal tiap hari juga bareng Ani terus namun hari minggupun Dewi masih bersama Ani. Hari ini saja Dewi tidak bersama Ani karna dalam misi menghindari Bimo.
" jangan jangan belum mandi juga ya wi? " ucap Woro
" tebak donk !" ucap Dewi
" Di lihat dari wajahnya sih okey, tapi di lihat dari baunya ni...." ucap Woro sambil mendekat mengendus tubuh adiknya
" Jangan jangan, hanya di semprot parfum ya! " ucap Woro yang curiga
" Nah tu pinter " ucap Dewi sambil cengengesan
" Dasar ! " ucap Woro sambil melempar bantal ke wajah Dewi
" hahaha...." tawa Dewi
Woro duduk di kursi, sedangkan Dewi masih setia tiduran di karpet merah
" lagi berantem sama Ani wi?" tanya Woro
" Gak " ucap Dewi
" Kok tumben ya " ucap Woro
" kenapa?" tanya Dewi
" Ya gak biasanya aja, biasanya di mana ada Dewi di situ ada Ani hahaha" ucap Woro
" lhah kenapa kamu gak ngikut Ani belajar di rumahnya aja" ucap Woro
" Dewi lagi ma....les.... mas " ucap Dewi
" Nanti malah kepinteran kalau belajar terus, malah minterin orang orang hasilnya ! hahaha...." ucap Dewi
" Memang UAN nya kapan?" tanya Woro
" Dua bulan lagi " jawab Dewi
" Nah tu, dua bulan itu singkat lo wi " ucap Woro
" Memang kamu gak pingin ngelanjutin kuliah?" tanya Woro
" Dewi ingin kerja saja mas " ucap Dewi
" Kerja apa? " tanya Woro
" Kerja apa saja yang penting Ha...Lal.... " ucap Dewi
" lulusan SMA palingan juga jadi ART wi, paling keren juga pekerja pabrik atau penjaga toko " ucap Woro
" Memang kenapa gak kuliah saja?" ucap Woro
" Kasihan Bapak ibu mas, mereka sudah tua." ucap Dewi
" Kan bisa sambil kerja wi kuliahnya, nanti mas juga bantu bantu dikit kan bisa " ucap Woro
" Belum terpikirkan kuliah sambil kerja mas, ntar aja kalau sudah kerja di pikir ulang hahaha " ucap Dewi
__ADS_1
" Ya Niatnya di kencengin donk wi, mas juga dulu bisa kuliah sambil kerja masak kamu gak bisa " ucap Woro
" Beda donk mas, kalau mas calon imam keluarga yang berkewajiban menafkahi jadi harus punya pekerjaan yang mumpuni. sedang Dewi calon makmum yang sudah di nafkahi jadi santai saja tak ada kewajiban mencari uang hahaha " ucap Dewi
" Cukup doakan Dewi adikmu yang paling cantik ini punya jodoh yang Kaya Raya, Dermawan, Ganteng, suka menolong, baik hati, Sholeh dan juga setia. Dewi Ikhlas mendapatkan jodoh seperti itu ya Robb " ucap Dewi
"Aamiin" ucap Dewi dalam hati mengaminkan doanya sendiri
" Mas doain semoga keinginanmu terkabul dan segera nikah sebelum mas nikah" ucap Woro
" bentar bentar, yang belakang terdengar gak enak " ucap Dewi
" kok nikahnya sebelum mas? " ucap Dewi
" Kalau gak enak muntahkan saja ! " ucap Woro menirukan kata kata yang sering di ucapkan adiknya
" Ya biar tanggung jawabku segera teralihkan ke suamimu dan setelahnya baru mas nikah. biar mas fokus ngurusi tanggung jawab mas yaitu isteri mas " ucap Woro
" Biar dapet hadiah langkahan juga dari kamu hahaha " ucap Woro
" enakan mas donk?" ucap Dewi
" Ya kan suamimu Kaya Raya, Dermawan, Ganteng, suka menolong, baik hati, Sholeh dan juga setia masak iya sama kakak sendiri perhitungan? " ucap Woro
" iya juga ya " guman Dewi
" Okey deh, ntar hadiah langkahannya Dewi beliin motor sport impian mas deh " ucap Dewi
" hahaha....kebawa suasana nonton Doraemon jadi bisa pinjam kantong ajaibnya Doraemon ya kalau mau beliin mas motor itu hahaha...." ucap Woro
" Sapa tahu mas Allah mendengar doaku, kita kan gak pernah tahu doa siapa yang di kabulkan. Allah adalah Dzat yang menjadikan tidak mungkin menjadi mungkin bukan?" ucap Dewi
" Dan Dewi percaya itu karena Allah Maha berkendak " ucap Dewi
" Makin pinter nih adiknya mas? Ngaji di mana? " ucap Woro
" liat di You tube " ucap Dewi cengengesan
" Paket ! " teriak seseorang dari luar
" ? " guman Dewi
" Kamu pesen online wi ? " tanya Woro yang tau Dewi juga belanja online
" enggak mas " jawab Dewi
Woro melangkah ke luar rumah menghampiri kurir pengantar paket
" Paket untuk mbak Dewi " ucap mas kurir ramah
" Dari mana mas? " tanya Woro
" Gak tahu mas " jawab mas Kurir
Paket dari siapa hayo?
Pasti para readers setia sudah tahu...
Kira kira di terima gak ya paketnya?
...Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokaatuh reader termanis.......
...Mohon dukungannya njih, Author masih terus belajar.......
...jangan lupa like, komen, Vote, dan juga berikan hadiah untuk author ya...
__ADS_1
...terima kasih...