OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Bukan Jumlahnya tapi berkahnya


__ADS_3

" Kalau ada kerjaan yang pas buat kamu, apa kamu mau ? " tanya Agus


" Mau kak, asal Dewi bisa pakai hijab lagi " ucap Dewi semangat


" Secepatnya pamit sama boshmu, besok senin kerja di tempat baru. Jangan lepaskan lagi hijabmu ! " ucap Fadhil


" hmmm....kerja di mana mas?" tanya Dewi


" Di tempat Bunda " ucap Fadhil


" Memang bunda butuh karyawan lagi Dhil? " tanya Agus


" Insyaallah, Dewi bisa kerja di sana " ucap Fadhil


" Ya kalau di tempat bunda Dewi cocok tu jadi brand ambasadornya " ucap Agus


Fadhil memang berpikir begitu dan Fadhil yakin Dewi bisa.


" Dewi kan bukan model terkenal kak?" ucap Agus


" Ya gpp, kan bunda memang gak butuh model yang terkenal " jawab Agus


" Bunda itu siapa? Dan usaha di bidang apa kok jadi gak paham Dewi" tanya Dewi


" Bunda itu ibunya Fadhil Wi " ucap Agus


" Besok kamu tahu sendiri, yang penting secepatnya kamu undur diri jadi karyawan di stand xxx cell " ucap Fadhil

__ADS_1


" Hmmm....kenapa mas Fadhil seperti tak suka Dewi kerja di sana? " ucap Dewi yang melihat Fadhil seperti memendam amarah


" Tadi kamu bilang sendiri kalau kamu merasa tak nyaman kerja di sana karna tak boleh berhijab " ucap Fadhil


" Ya aku mau bantuin kamu dapat kerjaan yang barokah " ucap Fadhil


" hmmm....." ucap Dewi masih menunggu kelanjutan alasan Fadhil


" Gaji dan bonus yang besar tak menjamin orang itu bahagia. Kita harus mengutamakan keberkahan dalam mencari Rezeki ingat bukan jumlahnya tapi berkahnya " ucap Fadhil


" Sesuatu yang berkah itu membuat orang semakin taat bukan semakin senang bermaksiat. Dan jangan lagi pernah menggadaikan imanmu membuka aurat alih alih karena urusan duniamu " ucap Fadhil


" Ya Allah mas, Mas Fadhil memang benar benar calon Imam idaman " ucap Dewi matanya seperti penuh dengan hati berwarna merah jambu


" Jadikan Dewi makmummu ! " ucap Dewi masih terkagum kagum


Mobil berhenti mendadak karena Fadhil menginjak Rem secara tiba tiba membuat kepala Dewi kejedot jok di depannya karena kurang waspada. Untung di belakang tidak ada kendaraan jika ada mungkin akan terjadi tabrakan.


" Kenapa Dhil ?" ucap Agus


" Kita mampir makan dulu " ucap Fadhil lirih


Dewi yang masih sibuk mengelus keningnya yang sakit akibat tragedi itu tak mendengar obrolan 2 lelaki di depannya menjadi panik saat Fadhil mengundurkan mobilnya.


" Kenapa Mas ini? Kenapa mundur lagi? Apa terjadi sesuatu? " tanya Dewi


Agus keluar mobil meninggalkan Fadhil yang belum mematikan mesin mobil sementara Dewi celingukan melihat sekitar mobil untuk mencari sebabnya kenapa mobil mundur dan berhenti di sisi jalan. Dewi lega saat melihat papan nama sebuah rumah makan.

__ADS_1


" oh....mau makan ! " guman Dewi dalam hati


" Ayo wi turun dulu ! " ucap Agus yang berada di luar mobil


Dewi mengangguk dan menutup kembali kaca mobil yang tadi dia buka. Dewi menemukan Fadhil sudah mematikan mesin mobil sedang menghadapkan setengah badannya ke arah Dewi yang duduk di jok belakang


" Apa kamu yakin dengan ucapanmu tadi Wi? " tanya Fadhil serius


" Ucapan yang mana mas? " tanya Dewi yang melihat Fadhil begitu serius


" Yang mau jadi makmumku! " ucap Fadhil


Blush.....


Pipi Dewi merona merah, dia memang bercanda namun candaan itu di akuinya datang dari dasar hatinya. Sekarang malah di anggap serius oleh Fadhil membuat Dewi salah tingkah dan tak bisa menjawabnya.


" hmm....Dewi anu mas....." ucap Dewi salah tingkah menggaruk kepalanya yang tertutup hijab


" hmmm....itu mas " ucap Dewi


...Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokaatuh reader termanis.......


...Mohon dukungannya njih, Author masih terus belajar....🙏🏻...


...jangan lupa like, komen n Votenya juga...


...terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2