OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Malam perpisahan


__ADS_3

Bimo berniat memberikan kado Anniversarynya dengan Dewi. Namun dia tak punya kesempatan untuk menemui dan berjumpa dengan Dewi. Dewi sudah bertekat untuk menjauh dan menghindar dari Bimo. Akhirnya Bimo menitipkan kado untuk Dewi pada Ani.


" An, nitip ini buat Dewi ya " ucap Bimo


" Apaan Bim? " ucap Ani


" Kado Anniversary buat Dewi " ucap


" Oh ya, apa hubunganmu baik baik saja?" ucap Ani


"Ya, hubungan kami baik baik saja " jawab Bimo


" Lalu kenapa tidak kamu berikan sendiri kadonya ?" tanya Ani


" Aku gak punya kesempatan untuk bertemu dengan Dewi " jawab Bimo


" Sudahlah Bim, Biarkan Dewi bahagia. Dewi sudah tahu kamu akan menikah dengan cewek pilihan Ayahmu. jika kamu muncul di hadapannya lagi kamu akan semakin menyakitinya " ucap Ani


" Dari mana Dewi tahu? " tanya Bimo


" itu gak penting ! " ucap Ani


" Okey kalau Dia sudah tahu aku tidak perlu repot memikirkan cara memberitahunya " ucap Bimo


" Baguslah kalau begitu " ucap Ani


" Tapi tolong berikan ini padanya, sebagai hadiah kenangan dariku " ucap Bimo


" Kalau Dewi menolak menerimanya?" ucap Ani


" Dewi harus mau menerimanya, kalaupun setelahnya Dewi menjualnya silahkan karna aku sudah niat memberikannya " ucap Bimo


Ani mengangguk sambil memindai sebuah kotak kado kecil yang tebungkus kertas berwarna merah muda dan bergambar hati berwarna merah yang di berikan Bimo.


" Terima kasih, sampaikan maafku untuknya dan ku doakan dia semoga mendapat yang lebih baik dariku" ucap Bimo


" Pasti, dia akan mendapatkan cowok yang lebih baik darimu dan suatu saat kamu bakal nyesel ninggalin dia demi jabatan " ucap Ani


Bimo tak menanggapi perkataan Ani. Dia memilih pergi meninggalkan Ani.


" Aku akan berusaha melupakanmu wi, walau berat sungguh amat berat bagiku beban ini " ucap Bimo dalam hatinya.


.


.


UAN hari terakhir telah usai. Setelah sebelumnya Dewi dan teman teman satu angkatan mati matian belajar agar bisa mengerjakan soal dengan mudah dan benar. Kini, saatnya rehat. Dewi mengajak Ani ke Cafe untuk sekedar bersenang senang menikmati juz Alpukat.


" Akhirnya, selesai juga kerja keras kita " ucap Dewi


" Ya Wi, nanti malam g usah bangun malam lagi untuk menghafal dan membaca rumus rumus lagi " ucap Ani


" Tinggal menunggu hasilnya, usaha sudah kita tekuni soal hasil pasrah. Smoga hasilnya memuaskan " ucap Dewi


" Kamu sudah dapat kerja, Aku gimana?" ucap Ani


" Smoga nilai UAN mu bagus dan bisa daftar di Universitas pilihanmu " ucap Dewi


" Aamiin " ucap Ani


Ani memilih untuk melanjutkan kuliah karena orang tua Ani yang termasuk orang berada di kampungnya menyarankan untuk kuliah dari pada kerja. Sedangkan Dewi yang terlahir dari keluarga sederhana memilih bekerja.

__ADS_1


" Kamu jadi berangkat lusa wi?" ucap Ani


" Iya An " jawab Dewi sambil mengaduk juz Alpukatnya


" Jangan lupain aku ya " ucap Ani


" Gak mungkinlah An, kamu itu sahabat aku. Kita akan tetap saling curhat seperti biasanya meski virtual " ucap Dewi


" Aku pasti kesepian di sini, dan pasti akan merindukanmu " ucap Ani


" Kamu akan punya teman baru, teman kuliah kamu begitu juga aku. namun kita tetap akan tetap jadi sahabat An, jangan kuatir " ucap Dewi


Mereka berpelukan haru, rasa kehilangan seorang sahabat pasti mereka rasakan. Tak terasa air mata mereka jatuh. mereka terisak sambil berpelukan.


" Jangan sedih, Kita masih akan bertemu saat aku pulang ke sini. Kita juga akan sering Vidio Call an Okey " ucap Dewi


Ani mengangguk dan mengusap air matanya.


" Hai Wi, An " sapa Anto


Ani dan Dewi melihat ke sumber suara


" eh, Anto ! sendirian aja? " ucap Ani


" Ya, lagi nunggu seseorang " jawab Anto


" Gabung sini An " ucap Dewi


" Terima kasih " ucap Anto sambil duduk


" Lagi acara apa ni, kayak haru banget suasananya " tanya Anto


" Ni An, Dewi mau kerja di Surabaya berangkat lusa " ucap Ani


" Ya gak lah, kan masih bisa ketemu masih bisa komunikasi " ucap Dewi


" Memang sudah dapat kerja wi?" tanya Anto


" Sudah" jawab Dewi


" Gerak cepat nih, baru tadi pagi kerjain soal UAN lusa udah kerja aja " ucap Anto


" hahaha...bisa aja kamu An " ucap Dewi


" Kerja di mana wi, siapa tau kapan kapan aku lewat situ bisa nyamperin kamu " ucap Anto


" Di Tunjungan Plaza An, di stand jual Handphone " ucap Dewi


" Dapat diskon donk, kalau mampir sambil beli ponsel di Standmu " ucap Anto


" Stand nenek moyang lo An, kasih diskon sembarangan ntar bisa gak terima gaji donk aku !" ucap Dewi


" Hahahaha...." tawa mereka kompak


" Kamu mau kuliah An? " tanya Dewi pada Anto


" Aku rencana sih mau kuliah di Surabaya di UNAIR lewat jalur prestasi tapi belum tahu di terima apa tidak " jawab Anto


" Kalau Ani? Kerja juga? " tanya Anto


" Aku kuliah An, tapi di sini aja kuliahnya gak di bolehin jauh jauh dari orang tua" ucap Ani

__ADS_1


" Jauh dekat sama saja An, gak papa kuliah di sini semangat donk ! " ucap Anto


" Iya An, aku juga gak berani jauh jauh dari orang tua " ucap Ani


" Kenapa kamu gak kuliah juga wi?" tanya Anto pada Dewi


" Aku gak mau ngerepotin orang tua An, keluargaku keluarga sederhana, lagian aku sudah ingin tau rasanya bisa nerima gajiku sendiri hahaha" ucap Dewi menghibur hatinya


Kalau di suruh milih kerja atau kuliah pasti dia akan milih kuliah seperti teman temannya. Namun Dewi yang dari keluarga sederhana sadar diri akan ekonomi keluarganya. Jadi dia lebih memilih untuk bekerja.


" Kerja belum sudah mikir gajian ! " ucap Ani


" Karna Gajian itu jadi penyemangat kerjaku An hahaha...." ucap Dewi


Semua tertawa mendengar penuturan Dewi. karna memang benar yang di katakam Dewi bahwa Gajian adalah semangat kerja. Jadi semisal kerjanya gak di gaji pasti pada gak semangat kerjanya. Lihat saja saat kerja bakti, pasti pada males malesan ngikutnya. Apalagi kalau ada yang ngegombal ke kamu " kamu adalah semangatku " Jangan percaya !


" Tukeran no ponselnya donk wi, sapa tau ntar aku masuk UNAIR bisa mampir ke TP nyamperin kamu" ucap Anto


" nyamperinnya bawa buah tangan An, jangan bawa badan doang ntar di lempar ponsel baru sama Dewi " canda Ani


" Wah, kalau di lempar Ponsel sih dengan senang hati tak terima hahaha..." jawab Anto


" Ya lebih baik nyamperinnya bawa siomay cilok atau sempol An, biar pantes tanggannya gak nganggur hahaha..." ucap Dewi


Ani, Anto, dan Dewi kemudian bertukar nomer ponsel sambil menikmati juz alpukat dan piscok yang di pesennya.


" Hai An ! " ucap Fadhil yang datang bersama Bimo


Sekilas pandangan Fadhil bertemu dengan pandangan Dewi, namun Fadhil berusaha mengalihkan pandangannya secepat mungkin


" Maaf ya An telat, jalannya macet ! " ucap Fadhil


" Gak Papa Maz, Anto nungguinnya bareng mereka jadi gak terasa lama " ucap Anto


Bimo memandang Dewi tak henti, Dewi terlihat lebih Cantik padahal Dewi juga memakai pakaian sederhana seperti biasa namun entah kenapa kali ini Dewi terlihat berbeda di mata Bimo mungkin karena sudah lama tak bertemu. Dewi cuek saja dengan Bimo seperti tak pernah mengenalnya.


" Pulang yuk wi, udah malem " ajak Ani


" Yuk, An kita duluan ya " pamit Dewi pada Anto


" Okey, hati hati di jalan terima kasih sudah di temenin ngobrol " ucap Anto


" Pesenannya biar nanti aku yang bayar " ucap Anto


" Okey, thanks An " ucap Ani


" Jangan lupa Siomaynya kalau mampir hahaha " ucap Dewi


" hahaha...." Dewi, Ani dan Anto tertawa bareng.


Bimo dan Fadhil hanya mendengar interaksi ke tiganya. Dewi terlihat lebih ceria dan bahagia


" Aku akan mencoba untuk tidak lagi memperjuangkan seseorang yang bahkan tidak berjuang untukku. Akan ku buat engkau menyesal karena telah menyia-nyiakanku " ucap Dewi dalam hati


" Ada yang harus dilepaskan untuk tau rasanya lega, dan ada yang harus menghilang untuk tau rasanya sesal, Semangat wi kamu pasti bisa bahagia dengan yang lain " ucap Dewi menyemangati dirinya sendiri


...Assalamu'alaikum warohmatullah Wabarokaatuh reader termanis.......


...Mohon dukungannya njih, Author masih terus belajar....🙏🏻...


...jangan lupa like, komen n Votenya juga...

__ADS_1


...terima kasih...


__ADS_2