
Dewi berdiri dari duduknya hendak ke meja administrasi namun di cegah oleh Fadhil.
" Kamu terlihat pucat Wi, biar mas saja. Kamu periksakan saja kondisimu bersama bunda " ucap Fadhil
" Biar om saja yang ke administrasi kamu temani Dewi periksa saja ! " ucap Agas
" Tadi om sudah ajak Dewi untuk periksa tapi Dewi menolaknya " ucap Agas
" Dewi gak papa, Dewi mau lihat kondisi Vano dulu " ucap Dewi sambil berdiri
Namun saat berdiri dan beranjak untuk berjalan Dewi ambruk
Brughhh....
Fadhil sigap menangkap tubuh Dewi yang hampir lunglai di lantai, Fadhil menggendongnya ke arah ruang IGD
" Dok, tolong dok ! " ucap Fadhil meletakkan Dewi di salah satu brankar yang kosong di ruqng IGD
" Tenang mas, mas bisa keluar dulu agar dokter bisa segera memeriksa kondisi pasien " ucap suster
Fadhil mengangguk dan berjalan ke luar ruangan. Di luar, hanya ada bunda yang duduk di kursi tunggu
" Gimana kondisi Dewi ? " tanya bunda
" Dokter sedang memeriksanya " jawab Fadhil
" Semoga tidak ada luka serius pada Dewi dan juga anak yang menyelamatkannya " ucap bunda
" Aamiin " guman Fadhil lirih
Fadhil duduk dan tertunduk sedih seperti menyesali apa yang di lakukannya pada Dewi saat di resto
" Jika tidak bisa membuat seorang wanita tertawa setidaknya jangan buat mereka menangis "
Hesti dan Agas kembali ke tempat di mana bunda dan Fadhil berada. Agas tadi mengajak Hesti menemaninya ke bagian administrasi dan Hesti mau menemaninya. Kini Hesti dan Agas semakin akrab dan hangat. Hesti membawa air mineral di tangannya.
" Gimana kondisi Dewi? " tanya Agas
" Masih di periksa Dokter " jawab Fadhil
" Tadi aku melihat Dewi berlari menangis sambil mengusap air matanya ke luar dari resto, sebenarnya apa yang terjadi " ucap Agas
Belum sempat pertanyaan Agas terjawab seorang suster keluar dari ruang IGD
" Keluarga pasien atas nama Dewi ? " tanya suster
" iya sus, saya calon suaminya " jawab Fadhil cepat
Bunda dan Hesti menggelengkan kepalanya pelan
" Dasar es kutub ! " batin Hesti
__ADS_1
" Silahkan masuk, dokter ingin bicara " ucap perawat
Fadhil mengikuti suster yang kembali ke ruang IGD, terlihat Dewi yang masih belum sadar dari pingsannya.
" Gimana kondisinya dok ? " tanya Fadhil
" Tidak ada luka serius hanya pasien butuh banyak istirahat dan jangan buat pasien tertekan yang bisa menyebabkan pasien bertambah stres " ucap Dokter
" Alhamdulillah, iya dok " guman Fadhil sambil mengangguk
" Setelah siuman, pasien bisa di rawat jalan " ucap Dokter
" Untuk pasien Vano, dia harus di rawat dahulu untuk di lakukan observasi lanjutan karena pasien mengalami luka di area kepala " ucap Dokter
" Baik dok, lakukan yang terbaik untuk kesehatan pasien " ucap Fadhil
Usai menemui Dokter, Fadhil menemui Vano yang berbaring di samping brankar Dewi
" Terima kasih, adik sudah menolong kak Dewi " ucap Fadhil
" Sama sama kak, hmmm....apakah kak Dewi baik baik saja? kenapa kak Dewi belum membuka matanya kak? " tanya Vano
" Kak Dewi baik baik saja, hanya belum sadar saja " ucap Fadhil
" Kakak siapa? " tanya Vano
" Kenalkan nama kakak Fadhil ! Kakak adalah calon suaminya kak Dewi " ucap Fadhil
Fadhil mengangguk
" Kenapa? " tanya Fadhil
" Gak, cuman tadi Vano lihat kak Dewi berlari sambil menangis sebelum Vano mendorong kak Dewi saat sebuah motor hendak menyerempetnya " cerita Vano
" Kelihatannya kak Fadhil baik dan sayang sama kak Dewi tapi kenapa kak Dewi tadi menangis ? " ucap Vano
Deg
" Apa yang terjadi padanya hingga sampai seperti ini ? gak mungkin hanya karena di larang makan ayam geprek level 5 aja. pasti ada sesuatu yang terjadi " guman Fadhil
Dewi membuka matanya perlahan, Fadhil mendekati brankar Dewi.
" Mas... " ucap Dewi mencoba untuk duduk
" Istirahat dulu aja " ucap Fadhil
Dewi tak jadi duduk karena tubuhnya terlalu lemas. Diapun kembali meletakkan kepalanya.
Kruuukk....
Suara perut Dewi terdengar di telinga. Ya, Dewi belum sempat makan malam hari ini.
__ADS_1
" Apa kamu masih mau makan ayam geprek level 5 ?" tanya Fadhil
Dewi terdiam dan mengingat perdebatannya tentang ayam geprek di resto tadi bersama Fadhil dan tersenyum kecil mengingatnya
Dewi menggeleng, Dewi tak ingin membuat Fadhil kembali marah
" Aku belikan ayam gepreknya yang level 3 aja ya " ucap Fadhil
Dewi terbelalak mendengarnya dan menolaknya halus meski dia sangat ingin memakan ayam geprek level pedasnya
" Gak usah mas, Dewi makan yang lain saja " ucap Dewi
" Tunggu di sini, jangan ke mana mana. Aku akan minta tolong bunda buat temenin kamu dulu " ucap Fadhil
Tanpa menunggu persetujuan Dewi, Fadhil ke luar ruangan menemui bunda yang duduk di luar bersama Hesti dan Agas.
" Bun, aku mau belikan makan dulu buat Dewi " ucap Fadhil
" Dewi gimana kondisinya? " tanya Bunda
" Kata dokter, Dewi butuh banyak istirahat dan tidak boleh banyak pikiran saja " ucap Fadhil
" Bunda bisa masuk temani Dewi dulu, Fadhil pergi beli makan dulu " ucap Fadhil
Fadhil kembali ke restoran yang tadi dia datangi bersama Dewi. Fadhil memesan 5 bungkus ayam geprek dengan berbagai level dari mulai 1, 2, 3, 4, dan 5 masing masing satu. Selagi menunggu Fadhil menemui sang manager resto yang ternyata adalah temannya. Setelah berbasa basi sejenak, Fadhil langsung menyampaikan maksudnya
" Aku ingin melihat rekaman CCTV satu jam lalu " ucap Fadhil
" Ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi ? " tanya sang manager
" Ya, dan aku ingin tahu yang sebenarnya terjadi sebelum calon istriku terserempet motor " ucap Fadhil
" Baiklah, akan aku buka CCTV nya. Kita lihat bersama " ucap sang manager.
Sang manager mengambil laptop di atas meja kerjanya dan menemui Fadhil di sofa di dalam ruangan manager. Sang manager membuka rekaman sesuai waktu dan tempat yang Fadhil tunjukkan.
Di sana terihat ketika Dewi tampak berpamitan ke toilet dengan wajah bahagia dan senyum mengembang saat di luar ruangan mereka hingga sampai di toilet Dewi terlihat ceria sebelum akhirnya Dewi keluar dari toilet dan bertemu dengan seseorang yang kebetulan hendak ke toilet juga.
Dewi di tarik tangannya dan di bawa paksa ke dalam pelukannya. Dewi terlihat memberontak namun tenaganya tak cukup mampu untuk melawannya. Seseorang itu mencium bibir Dewi secara paksa dan kasar. Dewi terlihat minta tolong namun tak ada satu orangpun yang menolongnya.
Dewi kembali memberontak namun sia sia. Dewi lelah dan menangis sejadi jadinya hingga membuat seseorang itu iba dan melepaskannya. Dewi berteriak keras di dalam isak tangisnya
" Aku benci kamu !!! " tetiak Dewi marah
Setelah itu Dewi tampak ingin kembali ke ruangan di mana Fadhil berada namun akhirnya Dewi memilih ke luar resto masih dalam keadaan menangis.
Siapa kira kira yang melecehkan Dewi?
Jangan lupa vote dan hadiahnya !
Author tunggu buat nanbah semangat !?
__ADS_1
Kirim kopnya donk. Biar gak ngantuk !