OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Menjenguk Sisil


__ADS_3

" Mau berangkat sekarang? " tanya Fadhil


Dewi mengangguk, Fadhil memindai pakaian Dewi yang sederhana tapi modis. Setelan celana bahan panjang dipadu tunik dan pashmina warna senada membuat penampilan Dewi seperti remaja pada masa kini.


" Bukannya tadi dapat gamis baru? " ucap Fadhil


" Iya " jawab Dewi singkat


" Kenapa gak di pakai ? " tanya Fadhil


" Belum terbiasa mas, lagian mau ke rumah sakit bukan mau ke pengajian " ucap Dewi


" hmmm...kenapa begitu ? " tanya Fadhil


" Belum terbisa mas, Dewi belum siap saja " ucap Dewi yang memang belum siap memakai gamis tiap hari


" Sesuatu yang baik itu gak boleh di tunda, gantilah aku akan menunggu " ucap Fadhil


" Hmmm...harus ya mas? gak bisakah pakai ini aja? ini juga sudah menutup aurot kan? " ucap Dewi


" Kamu kan brand ambasador kalau di luar harus menunjukkan icon donk, sambil promo juga kan?" ucap Fadhil


" Dewi ganti baju aja dari pada ribet dan ribut sama mas makin lama ! " ucap Dewi


Dewi kembali ke kamarnya dan berganti baju gamis warna dusty pink dengan jilbab syar'inya. Dewi kembali menghampiri Fadhil yang duduk di teras.


" Yuuk " ucap Dewi


Mendengar ajakan Dewi, Fadhil mengalihkan pandangan dari ponsel yang sedari tadi menemaninya ke arah Dewi.


" Nah, gini kan Cantik " ucap Fadhil


" Emang kemarin kemarin Dewi gak cantik? " ucap Dewi


" Udah,,,yukk..." ucap Fadhil


" hisst...nyebelin ! " ucap Dewi


Fadhil berjalan lebih dulu menuju mobilnya dan masuk ke dalam mobil di belakang kemudi. Dewi yang mengikutinya dari belakang membuka pintu belakang dan masuk ke dalam mobil


" Hmmm....Mau di antar kemana Ukhti ? " ucap Fadhil


" Mas, gimana sih ! Katanya mau nganter ke rumah sakit? " ucap Dewi


" Ya,,,,,terus kenapa duduk di belakang?" ucap Fadhil


" Aku bukan sopir go car ya " ucap Fadhil


" Kita perginya berdua aja mas ? " ucap Dewi


" Kamu maunya gimana ? " ucap Fadhil


" Aku kadang pergi berdua sih gak papa, tapi kalau berdua sama mas Fadhil takut " ucap Dewi


" Takut apa ? " ucap Fadhil


" Takut ada setan " ucap Dewi


" Ya kan, kalau cewek dan cowok berduaan yang ketiganya adalah setan " ucap Dewi


" hahaha....udah pindah ke depan " ucap Fadhil


" Tapi mas, beneran kita pergi berdua saja? " ucap Dewi


" Pindah depan dulu, Adik Dewi yang cantik " ucap Fadhil


Blushhh...

__ADS_1


" Tumben ni kak Fadhil ngomongnya pakek muji muji terus dari tadi " guman Dewi


" ehemmmmm.....!!!" dehem Fadhil melihat Dewi bengong


Dewi tersadar dan turun dari mobil kemudian berpindah di depan di samping kemudi


" Udah ? " tanya Fadhil


Dewi mengangguk usai memasang sealbeltnya.


" Kita jemput setannya dulu " ucap Fadhil


Dewi mengerutkan dahinya tak mengerti maksud Fadhil


Hening di dalam mobil, tak ada obrolan hangat di sana. Fadhil fokus melihat ke jalan sedangkan Dewi mengotak atik ponselnya.


Lima menit berlalu, Fadhil menepikan mobilnya di depan sebuah toko kue tak jauh dari rumahnya. Seseorang masuk ke dalam mobil dengan membawa paper bag.


" Nasib, Nasib....." ucap Agus


Dewi terkejut melihat Agus yang sudah di dalam mobil sambil menggerutu


" Loh,, kak Agus " ucap Dewi


" Hai wi, ini beneran kamu ? " ucap Agus


" Iya ini Dewi kak, emang kenapa ? " ucap Dewi


" Penampilan Dewi aneh ya? kayak mak mak komplek mau pengajian kan ya? " ucap Dewi


" Aku kira bidadari ! " ucap Agus


" Hahaha....Bidadari nyasar ! " ucap Dewi


" Kak Agus pindah depan aja, biar Dewi yang di belakang " ucap Dewi


" Gak papa Wi, aku di belakang aja..sopirnya on fire tu, udah jalan lagi kan...." ucap Agus


" Kenapa mas Fadhil beda ya sejak tadi " guman Dewi


" Kak Agus bawa apa tu?" ucap Dewi


" Brownise, kamu mau ? kebetulan belinya di lebihin tadi " ucap Agus


" Boleh kak, Aku mau coba " ucap Dewi


" ni, buka sendiri " ucap Agus


Agus memberikan satu box pada Dewi


" Memang mau di kasihkan siapa kak brownisenya? belinya banyak banget " tanya Dewi sambil membuka box dan mencoba memotongnya.


" Loh, katanya mau jenguk Sisil di rumah sakit " ucap Agus


" Iya, kak Agus kok tahu ? " ucap Dewi


" Ya, Fadhil tadi sore chat aku sekalian minta di belikan brownise buat Sisil " ucap Agus


" emmm....enak lo kak, kakak mau? " ucap Dewi sambil mengunyah kue di mulutnya


" Boleh, aku juga pengen nyicip " ucap Agus


" ni " ucap Dewi


Dewi mendekatkan box brownise yang sudah di potong pada Agus yang duduk di belakang, Agus mengambil beberapa potong dan Dewi membawa kembali box brownise dalam pangkuannya.


" hmmm....enak lo wi, beneran enak ni " ucap Agus sambil mengunyah sambil memasukan kue lagi ke mulutnya

__ADS_1


" Mas Fadhil mau nyoba ? " tanya Dewi


Fadhil menggeleng karena dia Fokus pada jalanan yang ramai.


" Enak lo Dhil, kayak buatan ibu kantin waktu ngampus dulu. Cobain deh..." ucap Agus


" Sini Dewi suapin mas " ucap Dewi mengambil sepotong brownise


" A' mas " ucap Dewi mengarahkan tangannya yang memegang sepotong brownise untuk Fadhil


Entah sadar atau tidak Fadhil membuka mulutnya menerima suapan brownise dari tangan Dewi


" Cie...cie...Udah 2 kali ni suap suapannya ! kapan halalnya ni..." goda Agus


" Kan mas Fadhil sambil nyetir kak, jadi harap maklum lah " ucap Dewi


Tak terasa obrolan mereka membuat cepat sampai di rumah sakit.


" Jadi jika perjalanan jauh anda membosankan banyak ngobrol aja biar cepat sampai gitu ya thor? "


Mereka memasuki Kamar VVIP tempat Sisil di rawat


" Assalamu'alaikum " ucap Dewi di balik pintu


" Wa' alaikum salam " jawab baby sitter yang menemani Sisil


" Silahkan masuk mbak Dewi " ucap baby sitter


" Terima kasih mbak " ucap Dewi masuk ke dalam ruang inap Sisil di ikuti Fadhil dan Agus


" Kak Deo " ucap Sisil ceria


" Sisil, udah enakan? " ucap Dewi


" Sisil kangen kak Deo " ucap Sisil memeluk Dewi erat


" Sisil harus cepat sehat biar nanti weekend bisa jalan jalan bareng kak Dewi lagi" ucap Dewi mengurai pelukannya


" Iya kak, Sisil mau sembuh biar bisa jalan jalan lagi sama kak Deo " ucap Sisil semangat


" Sisil udah makan? " tanya Dewi


Sisil menggeleng pelan


" Kak Dewi suapin ya " ucap Dewi


Sisil mengangguk sambil tersenyum


" Ni brownise buat Sisil, makan yang banyak biar cepat sembuh " ucap Agus


" Terima kasih kak, kalau Sisil di jenguk sama cowok idaman gini pasti besok Sisil sembuh " ucap Sisil


" hahaha....Sisil g boleh genit ya " ucap Dewi


" Terima kasih kak Fadhil sudah mau nengokin Sisil " ucap Sisil


" Gak terima kasih sama kakak Sil? " ucap Agus pura pura sedih


" Terima kasih kak Agus brownisenya enak banget " ucap Sisil


" Yaahhh...terima kasihnya karena brownise ! " ucap Agus


" hahaha...." tawa semua termasuk Sisil


" Kak Agus mau pulang aja kalau gitu " ucap Agus pura pura ngambek


" Terima kasih kak Agus udah mau jenguk Sisil mau do'ain Sisil " ucap Sisil setelah puas ngerjain Agus

__ADS_1


Tawa mereka sejak tadi tak lepas dari pandangan Agas sang papi di balik pintu yang sedikit terbuka.


__ADS_2