OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Pamit#Kost


__ADS_3

Sampai di Surabaya, Agus turun langsung di kantornya. Fadhil mengambil alih kemudi menuju ke Mall tempat Dewi bekerja.


" Kamu ikut mas Fadhil dulu ya An, nganter Dewi " ucap Fadhil


" Iya mas, santai " jawab Anto


" Mau ke tempat kost dulu apa langsung ke xxx cell? " tanya Fadhil pada Dewi yang sedang memainkan ponselnya


" Ke kostan dulu mas, Dewi mau balikin sragam juga, sragamnya kan ada di kost. Lagian baru jam 7 stand juga belum buka " ucap Dewi


" Ya sekalian kamu kemasi barang barangmu dan pamitan sama ibu kost" ucap Fadhil


" Terus Dewi tinggal dimana? " ucap Dewi


" Kerja di tempat bunda ya tinggal di sanalah " ucap Fadhil


" Hmmm....Memang sudah pasti mas, Dewi bakal di terima kerja di tempat bunda. Dewi baru lulus SMA lo, ijazah aja belum resmi keluar " ucap Dewi


" Bu Dhe orangnya baik kok Wi, kamu pasti di terima apalagi yang rekom mas Fadhil putra kesayangan Bu Dhe ya pasti langsung di terima " cerita Anto yang tahu kekuatiran Dewi


" Hmmm....Baiklah, Dewi ngikut mas Fadhil aja " ucap Dewi


Fadhil memarkir mobilnya di depan Ruko dekat Gang masuk tempat kost Dewi. Mereka turun dan mengikuti langkah Dewi menuju tempat kostnya.


" Anto dan Mas Fadhil duduk di sini dulu ya, Dewi pesankan minum dulu " ucap Dewi


Mereka mengangguk dan duduk di tempat yang Dewi tunjuk. Dewi masuk ke dalam rumah ibu kost yang sekaligus warung sederhana.


" Bu, tolong pesan minumnya dua " ucap Dewi pada ibu kost


" Minum apa Wi? " tanya ibu kost


" Kopi aja bu " ucap Dewi


" Tunggu ya, ibu buatkan dulu " ucap Ibu kost

__ADS_1


" Iya bu " jawab Dewi


Ibu kost menyalakan kompor untuk memasak air dan meracik kopi dalam cangkir


" Bu, Maaf sebelumnya " ucap Dewi


" Kenapa Wi? " tanya Ibu kost


" Dewi mau pamit " ucap Dewi


Ibu Kost kaget mendapati Dewi ingin pergi dari tempat kostnya


" Kenapa? Apa kamu ada masalah dengan penghuni yang lain atau gimana? Apa kamu tidak krasan ngekost di sini? " ucap Ibu kost


" Bukan bu, Dewi pindah kerja di tempat lain dan tempat kerja Dewi sudah di sediakan mesh " ucap Dewi


" Oh...kirain ada masalah di sini " ucap Ibu kost


" Tidak ada bu, malah Dewi sebenarnya betah di sini " ucap Dewi jujur


" Terima kasih bu, Dewi pasti akan merindukan tempat ini " ucap Dewi


" Kapan rencana pindah? Barang barangnya udah di kemasi? Nanti biar di bantu teman teman yang lain " ucap ibu kost


" Pagi ini bu, barang Dewi cuma sedikit bu nanti biar Dewi minta tolong mbak Ana saja kebetulan mbak Ana masuk siang " ucap Dewi


Ibu kost mengangguk sambil menyeduh racikan kopi di dalam cangkir dengan air panas


" Oh ya bu, kekurangan pembayaran uang kost Dewi berapa? " tanya Dewi


" Kamu kan baru satu bulan di sini Wi dan udah di bayar di awal sama masmu waktu itu kan ? " ucap ibu kost


" Iya bu, tapi satu bulannya sudah lebih 3 hari saat ini " ucap Dewi


" Sudah gak papa Wi, anggap aja bonus " ucap Ibu kost

__ADS_1


" Beneran bu ? " ucap Dewi


Ibu kost mengangguk dan tersenyum pada Dewi


" Terima kasih bu " ucap Dewi


" Ini kopinya sudah siap " ucap Ibu kost


" Ini uang kopinya bu, sekali lagi Dewi ucapkan terima kasih bu " ucap Dewi


Dewi menyuguhkan kopi pada Fadhil dan Anto, lalu berpamitan pergi ke atas untuk mengemasi barangnya yang ada di kamar.


" Kamu beneran mau ninggalin mbak Ana dik? " ucap Ana saat membantu mengemasi barang barang Dewi


" Maaf mbak, sebenarnya Dewi juga sudah nyaman di sini punya mbak yang cantik dan sebaik mbak Ana tapi di tempat kerja Dewi gak nyaman " ucap Dewi


" Ya mbak paham akan hal itu, Kamu baik baik di tempat baru, sering sering maen ke sini ya, mbak Ana pasti akan merindukanmu " ucap Ana


" Iya mbak, Dewi juga pasti merindukan mbak Ana " ucap Dewi berhambur memeluk teman satu kamar yang selama satu bulan ini sudah Dewi anggap seperti saudara sendiri


Selesai memasukkan baju dan barangnya dalam tas ransel dan tote bag. Dewi berpamitan dan membawa barangnya ke luar kamar


" Dik, ini ketinggalan " ucap Ana menyusul ke luar kamar


" hmmm...Nitip aja dulu mbak, sementara buat nemenin mbak di kamar gantiin Dewi " ucap Dewi


Mbak Ana tersenyum dan melempar boneka besar itu ke dalam kamar dan kembali memeluk Dewi.


" Mbak pasti kangen sama kamu dik " ucap Ana lirih


" Mbak...." panggil Dewi sendu mengeratkan pelukannya.


Air mata jatuh bersamaan rasa takut kehilangan di antar keduanya.


Memang terasa berat di tinggalkan dan meninggalkan orang yang kita sayang yang sudah mengisi hari hari dengan cerita bersama berbagi keluh kesah suka duka, serasa ingin terus bersama selamanya. Rasa sayang pada sahabat melebihi rasa sayang pada kekasih yang belum halal.

__ADS_1


Perpisahan ini hanya sementara, hanya soal jarak, sejatinya persahabatan adalah saling mendo'akan meski berjahuan.


__ADS_2