
" Hadap sana mas Fadhil, biar Dewi kompres pakai ini biar berkurang gatalnya " ucap Dewi
Fadhil mengikuti arahan Dewi, Dewi mengompres punggung Fadhil yang bentol dengan menggunakan botol kaca yang berisi air hangat
" Enakan mas? " ucap Dewi
" Alhamdulillah lumayan Wi, rasa gatalnya berkurang " jawab Fadhil
" Terima kasih ya " Ucap Fadhil
Dewi mengangguk sambil memindah botol kaca ke area yang masih terlihat bentol
" Di apain tu wi? " tanya Agus
" Di kompres kak, biar berkurang gatalnya " ucap Dewi
" Kamu mandi duluan gus, takutnya kena ulat juga kaya Fadhil " ucap Woro
" Iya, aku mandi duluan ya " ucap Agus meninggalkan mereka bertiga
" Lagian mas Woro masih pagi ngajakin mereka naik pohon " ucap Dewi
" Itu maunya mereka sendiri, wi ada kardus bekas gak? " ucap Woro masih sibuk dengan mangganya
" Buat apa Mas? " ucap Dewi
" Buat naruh ini " jawab Woro
" Di bawah meja dapur ada kayaknya " ucap Dewi
" Kamu udah baikan Dhil? " tanya Woro yang melihat Fadhil diam saja sejak tadi
" Alhamdulillah tapi masih gatel Ro, pengen garuk " ucap Fadhil
" Jangan di garuk nanti makin parah, udah di kompres Dewi juga bentar lagi baikan " ucap Woro meninggalkan mereka untuk mengambil kardus
" Mas Fadhil gak pernah kena ulat bulu?" ucap Dewi
__ADS_1
" Pernah, saat SMP " jawab Fadhil
" Kok kayak trauma banget?" tanya Dewi melihat Fadhil yang was was
Fadhil pernah kena ulat bulu saat SMP, salahnya waktu itu pas kena ulat bulu malah di garuk dan semakin banyak hingga membuat Fadhil demam semalaman dan itu membuatnya sedikit trauma.
" Gak apa apa, kuatir aja nanti sembuhnya lama " ucap Fadhil
" Paling bentar lagi baikan mas, sabar ya mas jangan di garuk " ucap Dewi
Fadhil mengangguk dan membiarkan Dewi mengompres punggungnya.
.
.
Usai Sholat Dzuhur, Mereka bersiap menghadiri resepsi pernikahan teman kuliah Fadhil dan juga Woro sekaligus kerabat jauh Woro.
Bapak, Ibu, Dewi, Woro, Agus dan juga Fadhil berangkat bersama sesuai rencana. Setibanya di gedung tempat berlangsung acara Bapak dan Ibu membaur dengan kerabat jauh yang turut hadir di sana. Woro dan Agus berburu kuliner menikmati beberapa menu yang sudah tersaji. Sementara Dewi dan Fadhil duduk di pojokan usai menikmati makanannya.
" Kamu gak ambil makan lagi Wi?" tanya Fadhil
" Kok makanmu sedikit? lagi diet ya? " ucap Fadhil
" Gak mas, udah kenyang aja " ucap Dewi
" Kalau di ajak ngomong tu di lihat orangnya Wi " ucap Fadhil
" Iya mas Fadhil yang ganteng dan baik hati " ucap Dewi menatap Fadhil dengan mata di kedip kedipkan
Fadhil tersenyum melihat wajah lucu Dewi yang terlihat imut menahan rasa kesalnya.
Dewi memang tidak suka menghadiri acara acara yang di gelar di gedung dengan acara menu prasmanan karna malas antri mengambil makanan seperti orang yang gak pernah makan pikir Dewi. Jadi sejak datang tadi Dewi hanya duduk memainkan ponselnya.
Fadhil berdiri dan mengambil sepiring sate dan kembali menghampiri Dewi
" Makanlah biar badanmu sedikit berisi " ucap Fadhil menyodorkan piringnya
__ADS_1
Dewi mendongakkan kepalanya ke arah sumber suara sedang tangannya reflek menerima sodoran piring dari Fadhil. Fadhil kembali duduk di samping Dewi.
" Emmmm....terima kasih mas " ucap Dewi sambil memakan satu tusuk satenya
" Tapi badan Dewi sudah ideal ni mas, gak usah di gemukin lagi " ucap Dewi
" Makan dulu Wi, jangan sambil ngomong " ucap Fadhil
Dewi mengangguk dan menikmati sate di piringnya. Dewi melirik Fadhil yang sedari tadi melihatnya sambil tersenyum
" Mas, gak boleh lihatin perempuan yang bukan mahrom lama lama apalagi sambil senyum senyum nanti bisa jatuh cinta loh...." ucap Dewi sedikit berbisik
" Astaghfirullah " guman Fadhil dalam hati yan tersadar dirinya sedang mode melamun seketika memalingkan wajahnya ke arah lain
" hahaha....lucu ya, tadi katanya kenyang eh...di makan juga satenya " ucap Fadhil menggoda Dewi mengalihkan pembicaraan
" Ya kan kasihan mas Fadhil sudah repot ngambilin buat Dewi nanti mubazir kalau gak di makan " ucap Dewi
" Mas Fadhil mau? enak loh satenya masih hangat. ni..." ucap Dewi menyodorkan setusuk sate ke tangan Fadhil
" Apa mau Dewi suapin? " goda Dewi mengarahkan sate ke arah mulut Fadhil
" aa...." ucap Dewi membuka mulutnya
Fadhil membuka mulutnya tak sadar terbawa suasana namun belum juga Sate itu sampai di mulutnya di tarik lagi oleh Dewi dan di masukkan dalam mulutnya sendiri
" Enak lo mas satenya, makan sendiri ni gak usah manja minta suapin " ucap Dewi sambil menahan tawa
" Kamu ya godain mas, hati hati loh nanti jatuh cinta " ucap Fadhil
" Hahaha....mau donk jatuh cinta " ucap Dewi
" ini mas cobain deh, satenya beneran enak " ucap Dewi menyodorkan setusuk sate lagi
" Nanti kamu jail lagi, sini aku coba makan sendiri aja " ucap Fadhil
" gak mas, Dewi beneran ni....a' aja " ucap Dewi kembali membuat komando dengan membuka mulutnya.
__ADS_1
Kali ini sate itu sampai di mulut Fadhil dengan bantuan tangan Dewi namun suara seseorang menghentikan sekejap aksi mereka
" Yaaah malah maen suap suapan di sini ! di cariin juga dari tadi ! "