OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
bertemu kembali


__ADS_3

Sabtu pagi Fadhil minta tolong Agus untuk menemaninya membeli ponsel untuk bunda. Ponsel Bunda tak sengaja terjatuh ke dalam bak air dan tak bisa di gunakan lagi.


" Kita ke Mall aja dhil, sambil sidak " ucap Agus


" Sidak siapa? Gayamu kayak gubernur aja " ucap Fadhil


" Sidak Cewek hahaha...." Ucap Agus


" Terserah, yang penting dapat ponsel buat bunda " ucap Fadhil


Fadhil melajukan mobilnya ke mall yang di sebutkan Agus.


" Kita cari stand xxx cell " ucap Agus saat memasuki Mall


" Kenapa mesti xxx cell ? Kenapa gak stand lainnya aja? Bukannya semua stand ponsel menjual berbagai merk ponsel ? " Ucap Fadhil yang semakin tak tahu arah pembicaraan Agus


" Sekalian Sidak Dhil " ucap Agus


Fadhil menatap Agus yang berjalan dengan penuh semangat menuju ke stand yang dia rekomendasikan


" Kamu ingat gak? Cewek baik hati yang menolong nenek di lampu merah? " Tanya Agus


Fadhil mencoba mengingat apa yang dikatakan Fadhil namun hasilnya nool besar. Fadhil belum menemukan cewek yang di maksud Fadhil dalam memorynya.


" Cewek yang aku bilang ter...la...lu... cantik buat seorang Agus dan aku bilang akan kasih cewek itu untukmu saja, aku bakal jodohin kalian " ucap Agus mengingatkan


" Inget gak? " Ucap Agus


Fadhil mengingat memory itu, kata terlalu cantik buat Agus dan akan di jodohkan dengannya membuatnya ingat saat itu. Saat di mana mereka berangkat ke kantor bersama dan Agus melihat cewek itu menolong seorang nenek menyeberang jalan, sedang dirinya sedang asyik dengan ponselnya saat itu.


" Jadi ikut penasaran cewek yang kamu maksud. Bukan apa apa hanya heran saja, seorang Agus sampai segininya berburu cewek " ucap Fadhil


" Aku yakin dia bakal cocok buatmu " ucap Agus dengan semangat


" Ngapain ngejar cewek cuman buat aku, aku gak ada minat " ucap Fadhil


" Seperti yang aku bilang, Dia ter...la...lu... cantik buat Agus, kalau buat kamu pas...Perfect" ucap Agus sambil mengecup jari jempol dan telunjuk kanannya yang menyatu membuat huruf O


" Aku malah gak yakin dia tipe cewek idamanku " ucap Fadhil


" Kita lihat saja nanti " ucap Agus


" Tapi kamu juga mesti ingat, untuk jadi isteri sholihah itu butuh juga seorang suami yang sholeh untuk membimbingnya. Bukan sholehah tiba tiba..." Ucap Agus


" Aku ke toilet dulu, kamu masuk dulu aja ntar aku nyusul " ucap Fadhil saat sudah dekat dengan lokasi stand xxx cell


Fadhil pergi ke toilet meninggalkan Agus di depan stand xxx cell. Sementara Agus memilih masuk ke dalam stand xxx cell dan menunggu Fadhil di sana. Dia memindai semua karyawan yang berseragam di toko itu namun tak juga menemukan orang yang dia cari sampai seorang karyawan menghampirinya


" Ada yang bisa kami bantu pak? " Ucap Sofi


" Hmmm....mau nganter teman beli ponsel, cuman orangnya masih di toilet. Saya boleh tunggu di sini? " ucap Agus


" Tentu saja pak, silahkan duduk di sebelah sana " ucap Sofi


Sementara saat sampai di toilet Fadhil tak sengaja berpapasan dengan seorang cewek yang tak asing namun dengan penampilan yang berbeda.


Fadhil berhenti dan mencoba menatapnya, memastikan apa yang sedang di lihatnya. Sementara cewek yang di tatap tersenyum ramah


" Mas Fadhil " sapa Dewi


" Hmmm....Dewi ? " Tanya Fadhil yang masih tak percaya dengan penampilan Dewi sat ini

__ADS_1


" Iya Mas, ini Dewi " jawab Dewi


" Kamu ? " Tanya Fadhil


" Dewi kerja di sini mas " ucap Dewi


" Oh... " Ucap Fadhil


" Maaf, Dewi harus kembali bekerja mas Fadhil, Dewi permisi dulu" ucap Dewi sambil berjalan kembali ke stand tokonya.


Agus yang terlalu lama menunggu menjadi bosan dan menelepon Fadhil


" Dhil, kamu ke mana aja? " terdengar suara Agus


" Iya, bentar lagi " jawab Fadhil


" Ke toilet mana sih? toilet luar negeri ? " ucap Agus


Fadhil menutup teleponnya, dan menyimpan ponselnya di saku celana. Kemudian Fadhil kembali ke stand xxx cell di mana Agus berada.


" Ke toilet lama banget ! " Ucap Agus saat Fadhil menghampirinya


Fadhil duduk di sebelah Agus yang duduk santai di sofa empuk di dalam stand toko yang sengaja di siapkan untuk pelanggan


" Aku ketemu seseorang " cerita Fadhil


" Kirain pergi ke toilet luar negeri jadi lama nunggu pesawatnya " ucap Agus kesal


Pandangan Fadhil tiba tiba menangkap sesosok yang baru saja bertemu dengannya beberapa menit lalu. Agus mengikuti arah pandang sahabatnya yang terdiam mematung tak menanggapi ucapannya.


" Cewek itu kan yang menolong nenek waktu itu " guman Agus


" Heh ! " Ucap Agus sedikit kencang sambil menutup kedua mata sahabatnya


Fadhil kaget tapi segera beristighfar mengingat kesalahannya terlalu lama menatap wanita yang bukan mahromnya.


" Astaghfirullah hal Adhim " ucap Fadhil lirih


" hahaha " tawa Agus menutup mulutnya melihat kelakuan Fadhil


" Pasti kamu terpesona kan sama dia? Aku tak salah akan menjodohkanmu dengannya " ucap Agus


" Hayuk, pilih ponsel buat bunda " ajak Fadhil mengalihkan topik


Agus mengangguk, berdiri dan berjalan menuju ke arah Dewi, Fadhil mengikuti langkah Agus sambil membalas chat di ponselnya.


" Siang Dik " Sapa Agus


Dewi yang sedang melayani pembeli menengok ke arah suara itu


" Siang pak, bisa Dewi bantu? " ucap Dewi pada Agus


Dewi melihat ke arah Agus dan ternyata di samping Agus ada seseorang yang sudah dia kenal sambil tersenyum ramah.


" Siang, mas Fadhil " sapa Dewi


Fadhil tersenyum, menatap Dewi sekilas dan tatapan mereka bertemu.


" Ternyata sudah saling kenal " guman Agus


" Maaf, Dewi masih melayani Mbak ini. Dewi akan panggilkan teman Dewi dulu " ucap Dewi

__ADS_1


" Eh, gak papa...gak usah repot, kami akan menunggu mbak ini selesai, kayaknya sudah tinggal nota saja kan? " ucap Agus


" Baiklah, silahkan duduk dulu ini katalognya kalau mau lihat dulu " ucap Dewi menyodorkan sebuah katalog.


Dewi kembali melayani pembeli yang tinggal membuatkan nota dan membungkus pesanan. Sementara Agus penasaran dengan Fadhil dan Dewi yang ternyata sudah saling mengenal.


" Kamu kenal dia di mana Dhil " bisik Agus


" Kenal di Cafe, Dewi teman sepupuku Anto " ucap Agus


" Bentar bentar, Dewi temannya Anto kan yang waktu itu kamu cerita.....???" ucap Agus sambil mengingat cerita Fadhil waktu itu


" Dewi mantannya Bimo kan?" ucap Agus


Fadhil mengangguk mengiyakan perkataan Agus


" Jadi dia...." ucap Agus


Agus menggantung ucapannya karna Dewi bertanya pada Fadhil


" Hmmm....apa sudah ada pilihannya mas? " ucap Dewi


" Belum wi, bisa tolong mas? " ucap Fadhil lembut


" Baik mas, ponsel seperti apa yang mas butuhkan " tanya Dewi


" Ponsel buat bunda " ucap Fadhil to the point


Dewi memberikan beberapa pilihan untuk Fadhil, menerangkan keunggulan dan kekurangan masing masing dari dua produk yang di pilihkannya. Fadhil memilih salah satu ponsel yang di pilihkan oleh Dewi yang di rasa cocok untuk bundanya.


" Boleh minta nomer ponselnya Wi? " ucap Agus tiba tiba


Dewi yang sedang membuat nota kuitansi pembelian ponselnya bunda menatap Agus sekilas


" Biar lebih kenal Wi, kamu mau kan berteman dengan kita? " ucap Agus


Dewi tersenyum, dia tak pernah curiga atau keberatan jika pelanggan meminta nomer ponselnya karna bagi Dewi banyak teman banyak rezeki jadi dia tak mempermasalahkannya.


" Tentu saja Kak, banyak teman banyak rezeki kan " ucap Dewi


Agus mengambil ponselnya di saku namun Agus mendapati ponselnya mati.


" Yah, ponselku mati " Ucap Agus


" Dhil, tolong kamu Save dulu nomernya Dewi ya, nanti share ke aku. Ponselku mati ni ! " ucap Agus memperlihatkan ponselnya.


Akhirnya Fadhil bertukar nomer ponsel dengan Dewi berkat ulah Agus yang sengaja mematikan ponselnya sejak memilih ponsel buat bunda.


" Yes ! Berhasil ! " teriak Agus dalam hati


..." Sahabat itu adalah orang yang memikirkan kebahagiaan kita sementara kebahagiaannya sendiri mereka lupakan. Karena bagi mereka senyum seorang sahabat adalah kebahagiannya "...


^^^Koncone di pikir nu Maazzzee....^^^


.......


.......


.......


...Terus dukung Author ya, cuman author pemula masih belajar dan masih banyak yang harus di perbaiki......

__ADS_1


...kritik dan saran yang membangun akan author terima dengan senang hati teriring do'a Jazaakumullahu Khoiron khatsiro.......


__ADS_2