
Sampai di tempat kos, Dewi masuk kamar dan mendapati mbak Ana yang sedang berbaring memainkan ponselnya
" Assalamu'alaikum mbak " ucap Dewi
" Wa'alaikum salam dik, baru pulang? " ucap mbak Ana
" Iya mbak, di suruh si bosh nganter belanjaan dulu ke rumah pelanggan " ucap Dewi duduk di samping mbak Ana
Dewi membuka paper bag hadiah dari om Agas dan mengeluarkan isinya
" Ponsel baru nih...wis keren adikku satu ni. Baru kerja beberapa hari udah beli ponsel baru " ucap mbak Ana sambil buru buru duduk penasaran
" Dari pelanggan mbak, tadi pelanggan yang aku layani mau beli 10 ponsel, saat aku layani malah beli 11 ponsel eh...satunya malah di kasihkan aku " ucap Dewi bercerita sambil membuka segel ponselnya
" Rezeki nomplok itu dik, ponsel terbaru lagi...wuiihhh....pasti tajir tu pelanggan " ucap mbak Ana
" Sultan mbak, rumahnya saja seperti istana..." ucap Dewi
" Gebet aja wi....hahaha...." ucap mbak Ana
" hahaha....Duda anak satu mbak " ucap Dewi
" Gak papa wi, penting tajir hahaha...." ucap mbak Ana
" hahaha...." tawa Dewi
Dewi memasang nomer lamanya ke ponsel barunya dan tut tut tut
Panggilan Vidio dari nomer baru, Dewi me rejecknya karena nomer yang tidak di kenalnya. Berkali kali panggilan dari nomer yang sama dan Dewi menolaknya. Kemudian
masuk sebuah pesan dari nomer tersebut
" Sudah sampai di tempat kost dengan selamat wi ? "
Dewi membaca pesan dan bertanya dalam hati " siapa ya? " Dewi berpikir, Abing boshnya gak mungkin karna nomer Abing sudah di save olehnya, " Om Agas ! " ucap Dewi dalam hati
" Sudah Om " balas Dewi
Agas tersenyum karen Dewi langsung mengenalinya. Dewi menyimpan nomer om Agas
" Siapa dik? Panik banget " ucap mbak Ana
" Ini mbak om Agas, yang memberi ponsel ini " ucap Dewi
" Cie...cie....gerak cepat tu si Duren hahaha..." goda mbak Ana
" nanya aja mbak, Dewi sudah sampai kost belum? tadi masalahnya Dewi habis nganter ponsel ke rumah om Agas itu " ucap Dewi
Mbak Ana melihat rambut Dewi yang berantakan dan banyak keringat di keningnya
" Mandi dulu sana dik, bau ! " ucap mbak Ana
" Sudah Ashar belum ? " ucap mbak Ana lagi
" Ya Allah, Dewi hampir lupa " ucap Dewi
Dewi meletakkan ponsel barunya dan buru buru keluar kamar untuk mandi, tapi melihat antrian yang masih 3 orang lagi Dewi memutuskan untuk mengambil wudhu dan sholat Ashar lebih dulu. Kalau harus nunggu antrian mandi dulu bisa bisa waktu Ashar keburu habis jadi Dewi putuskan untuk sholt dulu.
Usai sholat Dewi baru mandi. Dengan handuk kecil yang masih melilit di kepala Dewi kembali mengobrol ria dengan mbak Ana teman sekamarnya.
" Menurut mbak, Dewi harus gimana? " ucap Dewi
" Jalani aja dulu dik, sapa tau bisa ngilangin satu nama di hatimu, sang mantan ! " ucap mbak Ana
__ADS_1
" Tapi tetap waspada lo dik, jangan terlalu bebas secara om Agas umurnya sudah matang duda pula jadi bukan tidak mungkin nantinya dia macam macam. semoga saja dia baik " ucap Mbak Ana panjang lebar
" Iya mbak, Dewi sebenarnya juga takut cuma selama ini sikap om Agas sopan sama Dewi mbak" ucap Dewi
Tut tut tut
Ponsel baru Dewi berbunyi lagi, panggilan dari nomer om Agas yang baru tadi di simpannya
" Kok diam saja, angkat wi " ucap mbak Ana
Dewi mengangguk dan menekan tombol hijau, tampak seorang pria dengan wajah yang masih basah dengan air tampak segar di pandang
" Hai wi, bengong aja....baru sadar ya, kalau om ganteng " ucap Agas sambil tertawa
Mbak Ana tertawa tak bersuara sambil menutup mulutnya melihat Dewi masih terbengong kemudian mbak Ana menyadarkan Dewi dengan mencubit pahanya
" Aduh mbak, sakit " ucap Dewi
Mbak Ana melotot dan mengkode Dewi kalau Dia masih terhubung dengan Agas di Vidio Call. Dewi kembali menatap layar ponselnya
" kenapa wi ?" tanya Agas
" Maaf om, ada yang godain Dewi " ucap Dewi
" Siapa yang berani godain kamu?" ucap Agas
" Ini om, teman sekamar Dewi di kost-kostan " ucap Dewi
" Cewek atau Cowok? " ucap Agas
" Cewek lah om, tempat kostku kan khusus cewek " ucap Dewi
" Posesif banget ni Duda tajir " guman Ana dalam hati
" iya mbak, sekalian nitip ya " ucap Dewi
Mbak Ana pergi ke luar untuk membeli makan, karena lewat di belakang Dewi wajah mbak Ana tampak di layar ponsel Agas
" Itu teman sekamarmu kok terlihat mirip sama kamu wi ? " tanya Agas
" Iya om " jawab Dewi
" masih saudara? " ucap om Agas
" Ya Om, saudara ketemu gede hahaha...." jawab Dewi sambil ketawa
Dewi dan Agas mengobrol ringan masih dengan Video Call dan tiba tiba saja saat asyik VC terputus
tut tut tut
" Kenapa ni?" tanya Dewi dalam hati
Dia mengecek sisa kuota dan ternyata tinggal 50 mb saja
" Huffftt...Ponsel mahal gak ada kuota nya....hahaha..." tawa Dewi dalam hati.
Sementara di seberang, Agas kebingungan karena tiba tiba saja VC terputus, Agas coba hubungi kembali namun tetap sama tak terhubung. Agas mencoba menghubungi lewat telepon tanpa aplikasi dan terhubung
" Kenapa VC nya wi? " tanya Agas di seberang
" Hahaha...kena karma om " ucap Dewi
" Karma ? " tanya Agas bingung dengan jawaban Dewi
__ADS_1
" Iya, Karma tadi pagi om ! " ucap Dewi
" Karma apa sih maksudmu wi ? " ucap Agas yang semakin bingung dengan jawaban Dewi
" Tadi pagi om, saat Dewi bantu Om milih ponsel " ucap Dewi
" Ponsel Mahal gak ada kuota...hahaha...." ucap Dewi sambil ketawa
" hahaha.....kirain karma apaan !" ucap Agas
" Pi, temenin maem " ucap seorang anak kecil manja
" hmmm....pasti putrinya om Agas nih " guman Dewi
" Iya sayang bentar ya, Papi tutup teleponnya dulu " ucap Agas
" Wi, udah dulu ya...Selamat istirahat jangan lupa makan " ucap Agas
" Iya Om " jawab Dewi
" See you " ucap Agas menutup sambungan teleponnya.
Dewi menutup telepon dan melihat ke wallpapar dan melihat batre yang terlihat merah, tanda batre habis dan minta di charger. Ponsel barunya belum di charger sam sekali menyadari itu Dewi segera mematikan daya ponselnya kemudian menchargernya dan meletakkannya di atas lemari.
Mbak Ana pulang dari membeli makan malam. Membawa dua bungkus pecel lele, mereka makan bersama dengan di selingi canda ria.
Usai Sholat isya', Dewi merebahkan tubuhnya di kasur, sementara mbak Ana terlihat sibuk berdandan di depan cermin
" Mau nge-date mbak? " tanya Dewi
" Gak, Mas Nono ngajakin mbak ke rumah kakak mbak " ucap Mbak Ana
" Nanti pintunya kunci aja, belum tau mau nginep sana atau pulang nanti jadi lebih baik pintunya kamu kunci " ucap mbak Ana
" iya mbak " jawabku
" Na, Di bawah ada Nono tu !" teriak anak kost kamar sebelah yang barusan dari bawah
" iya mbak " teriak mbak Ana dari dalam kamar
" buruan Na, Nono udah dari tadi " teriaknya lagi
" Biarin aja nunggu mbak, bentar lagi Ana turun " ucap Ana
Jangan kaget atau heran kalau di tempat kost suka denger suara teriakan antar penghuni, itulah cara mereka berinteraksi.
" Mbak berangkat ya dik " pamit mbak Ana
" Iya mbak, hati hati di jalan " ucap Dewi
" hmmm...." ucap mbak Ana menganggukkan kepala dan melangkahkan kaki ke luar kamar
Dewi buru buru berdiri dan mengunci pintu, Dewi ingin segera beristirahat karena badannya terasa lelah, dan benar saja belum ada 5 menit membaringkan badannya Dewi sudah terlelap merajut mimpi. Melupakan Ponsel barunya yang sedang di charger di atas lemari.
.
.
.
Dukung Author ya, cuman author pemula masih belajar dan masih banyak yang harus di perbaiki...
kritik dan saran yang membangun akan author terima dengan senang hati teriring do'a Jazaakumullahu Khoiron khatsiro....
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, n hadiahnya buat author biar semangat nulisnya....