OTW Melupakanmu

OTW Melupakanmu
Masih belum halal


__ADS_3

" Nanti aku cari tahu tentang alasan pemblack listanmu dari pemilik cafe " ucap Fadhil berpura pura tak tahu


" Gak usah kak, nanti merepotkan kakak " ucap Bimo


" Tak masalah " ucap Fadhil


" iya tapi itu masalah buatku " guman Bimo


" Kalau kamu gak merasa salah seharusnya gak usah takut. Tuntut aja kan bisa, uu perlindungan konsumen " ucap Fadhil


" Iya Bim, kenapa gak loe laporkan balik aja ke pihak berwajib" ucap agus


" Gue punya temen pemilik resto juga. Bentar gue telpon dia. Siapa tau bisa bantu " ucap Feri


Feri mengelurkan ponselnya dan mencari kontak yang di maksud hendak menghubungi untuk mencari informasi


Deg


" Wahh, bisa bahaya kalau mereka tahu. Ishhh...kenapa sih waktu itu gue ngelakuin hal itu sama Dewi " guman Bimo


Bimo menggelengkan kepalanya dan memijit pelipisnya yang terasa sedikit pusing


" Eh gak usah brow, thanks. Takut merepotkan kalian semua biar nanti gue cari tahu sendiri " ucap Bimo


Tut tut tut


" Wah, telephonenya gak bisa di hubungi brow " ucap Feri


" Syukurlah..." guman Bimo


" Coba lagi Fer " ucap Agus


Agus mencoba mendial kembali kontak yang di tuju namun tak juga tersambung


" Mungkin Sibuk brow, sudahlah nanti biar aku cari tahu sendiri thanks bantuannya " ucap Bimo


" Gue masuk dulu, ada yang kelupaan " ucap Bimo


Bimo berdiri dan membayar semua makanan yang mereka berempat makan di kasir, kemudian kembali berjalan melewati teman temannya.


" Makan siangnya udah gue bayarin semua, gue duluan ya " pamit Bimo


" Thanks brow, sering sering aja " ucap Agus


" Thanks ya " ucap Feri


Bimo tersenyum dan berjalan meninggalkan ketiganya penuh rasa congkaknya membayar makan siang mereka.


Saat hari menjelang malam, usai maghrib Fadhil menemui Dewi yang sedang membaca Al- Qur'an di musolla


" Hmmm....kamu mau ikut mas? " tanya Fadhil


" Kemana Mas ? " tanya Dewi

__ADS_1


" Makan di cafe kemarin " ucap Fadhil


" Hmmm...Gak deh mas, Dewi di sini saja " ucap Dewi


" Kenapa? Kamu belum makan malam bukan ? " tanya Fadhil


" Belum sih, cuman Dewi lagi males keluar mas" jawab Dewi


" Ya udah, mas gak jadi berangkat. Mau temenin kamu makan di rumah saja " ucap Fadhil


" Gak usah mas, Mas kan udah janjian sama temen temen mas " ucap Dewi


" Aku berangkat kalau kamu mau ikut " ucap Fadhil


" ishhh, ingat mas belum halal ! Gak boleh sering jalan berdua " ucap Dewi


" Awas ya, kalau udah halal ! " ucap Fadhil


" Awas apa mas? " ucap Dewi


" Awas gak bisa jauh jauh ! " ucap Fadhil


" Mau donk ?! hahaha" ucap Dewi sambil tertawa


Fadhil mau kesal tapi pada siapa, nyatanya mereka memang belum halal. Mau tidak datang tapi sudah terlanjur janji.


Akhirnya Fadhil berangkat sendiri namun menjemput Agus lebih dulu di rumahnya. Sebelumnya Fadhil sudah menelephone Agus untuk menunggunya di jalan depan rumah.


Fadhil menghentikan mobilnya, Agus masuk ke dalam mobil Fadhil namun heran melihat wajah sahabatnya tak bersemangat seperti benang kusut.


" Lagi males keluar " jawab Fadhil singkat


" Yaah...kan udah janji sama Feri " ucap Agus


" Makanya tetep berangkat meski aslinya males banget " ucap Fadhil


" Dewi gak kamu ajak? " ucap Agus


" Dewi gak mau ! " ucap Fadhil kesal


" Jangan jangan ??!! " ucap Agus


" Malesnya karena Dewi gak ngikut ? iya gak? " tebak Agus


Fadhil diam tak menjawab tak merespon Agus hanya makin menunjukkan rasa malasnya


" hahaha....jadi karna itu mukamu kucel kayak gini hahaha...." ucap Agus tak henti menertawakan Fadhil


" hahaha....sumpah lucu hahaha.... " ucap Agus


" Memangnya Dewi kenapa gak mau ? " tanya Agus yang masih ingin tertawa namun di tahannya


" Belum halal " ucap Fadhil

__ADS_1


" Hahaha......" Agus tak mampu lagi menahan tawanya


" Sabar Dhil, 4 hari lagi menuju halal " ucap Agus


" Hmmm...." ucap Fadhil


" Loe serius masih mau kasih Dewi kejutan? " ucap Agus


" Iya " jawab Fadhil


" Kalau misal Dewi gak mau loe nikahin besok gimana? " ucap Agus


" Insyaallah mau " ucap Fadhil


" Emang loe udah nanya? " tanya Agus


" Belum sih, kodenya minta di halalin segera masak iya di tolak " ucap Fadhil


" Ya kali aja Dewi bercanda Dhil ! loe yang nanggepin serius " ucap Agus


" Kalau jodoh gak kemana, kalau di tolak berarti Dewi bukan jodohku " ucap Fadhil


" Jumat kita kesana dulu, sesuai rencana " ucap Fadhil


" Loe yakin biarin Dewi pulang sendiri? " ucap Agus


" Nah itu dia, yang masih kepikiran " ucap Fadhil


" Kamu punya ide gak? " ucap Fadhil


" Hmmm...." pikir Agus


" Kamu minta tolong temannya aja buat nemenin pulang, meski naik bus kalau ada teman paling gak lebih aman " ucap Agus


" Gak ! " ucap Fadhil


" Terus? " ucap Agus


" Mauku dia naik mobil biar gak terlalu capek saat tiba di sana " ucap Fadhil


" Ya kalau gitu, minta tolongnya sama yang punya mobil aja " ucap Agus


" Siapa ? " tanya Fadhil


" Om Agas ? " ucap Agus


" hmmm....." ucap Fadhil masih berpikir dengan ide Agus


kira kira di terima gak ya usul Agus ?


enaknya gimana ya ?


Dewi pulang ke rumahnya barengan siapa ?

__ADS_1


Yuuk...ikutin terus ceritanya !


Ada kejutan juga setelah ini


__ADS_2