
Saat stand xxx Cell mau tutup, seperti biasa Abing memanggil karyawannya secara bergantian. Waktunya memberi gaji mingguan, bonus, plus uang makan untuk karyawannya karena hari ini weekend di akhir bulan.
Saat giliran Dewi di panggil sang bosh untuk menerima haknya.
" Ini uang makanmu minggu ini " ucap Abing menggeser amplop putih bergaris biru di atas meja depannya ke arah Dewi
" ini gajimu minggu ini " ucap Abing menyodorkan amplop putih polos tanpa garis
" Dan ini bonusmu bulan ini " ucap Abing lagi menyodorkan kembali ke arah Dewi amplop warna coklat
Dewi bersyukur meski baru genap sebulan dia bekerja, dia sudah mendapatkan bonus yang mungkin lebih besar dari gajinya karena terlihat amplop coklat itu lebih tebal dari amplop putih polosnya.
" Alhamdulillah, terima kasih ko " ucap Dewi
" Semoga berkah " ucap Dewi dalam hati
" Ya, sama sama " jawab Abing
" Untuk bulan selanjutnya, sabtu minggu kamu bisa libur " ucap Abing
" Kenapa ko? Biasanya kan cuman minggu aja liburnya " ucap Abing
" Karena Agas pemegang saham 40% menginginkan hal ini, jadi sabtu minggu kamu bisa fokus dengan Sisil " ucap Abing
" hmmm...iya sih, aku juga lelah kalau hari sabtu pulang kerja langsung ke rumah Om Agas " guman Dewi
" Okey Ko, terima kasih " ucap Dewi
.
__ADS_1
.
Sore ini, pulang kerja Dewi menemani Sisil ke mall, Sisil ingin membeli mainan dan baju baru karena baju sisil banyak yang sudah tidak muat. Ya, 2 minggu terakhir sejak bertemu Dewi selera makan Sisil bertambah jadi berat badannya naik 5 kg dalam 2 minggu
" Kak Deo, pilihin baju yang pas buat Sisil ya " ucap Sisil manja
" Iya sayang " ucap Dewi
Mereka masuk di sebuah toko baju anak bermerk di mall itu di temani seorang baby sister dan seorang bodyguard. Agas tidak ikut serta karena masih ada urusan yang harus di selesaikan di kantor sore itu. Sebelumnya Agas sudah memberikan sebuah kartu untuk belanja pada Sisil saat Sisil minta ijin tadi pagi.
Dewi memilihkan beberapa setel baju untuk Sisil dan Sisil begitu terlihat semangat untuk mencobanya.
" Sisil cantik gak kak?" tanya Sisil mencoba baju barunya
" Wah cantik sekali sayang, coba yang ini " ucap Dewi menyodorkan baju berwarna guava pada Sisil
Sisil kembali ke ruang ganti dan mencoba baju yang di berikan Dewi padanya. Setelah itu Sisil kembali ke tempat di mana Dewi menunggunya dengan baju yang berbeda
" Kak Deo " panggil Sisil sambil berjalan bergaya bak model di atas catwalk
Dewi yang tadinya fokus bermain ponsel mengalihkan pandangannya ke arah Sisil
" MasyaAllah cantiknya" ucap Dewi
" Yang cantik siapa kak ? " tanya sisil
" Ya, sisil donk ! Kamu itu udah cantik sayang, apapun yang kamu pakai pasti cantik " ucap Dewi
Dewi mentowel pipi Sisil yang gembul karena gemas dengannya.
__ADS_1
" Hmmm...gak usah di coba semuanya ya. cukup itu saja, nanti sisanya bisa kamu coba di rumah " ucap Dewi
" Siiap kak, kita beli mainan ya habis ini " ucap Sisil semangat
Dewi mengangguk dan tersenyum pada Sisil yang sangat bahagia
" Kita bayar dulu yuk! " ucap Dewi
Dewi menggandeng Sisil, sedangkan beberapa setel baju yang Dewi pilih di bawa sang baby sister di serahkan pada kasir untuk di total.
" Semuanya 5 juta dua ratus ribu rupiah " ucap sang kasir
" hahh ! " ucap Dewi kaget
Dewi hanya memilih 8 stel baju untuk Sisil balita usia 4 tahun yang sedang bersamanya, namun Dewi tank menyangka harganya sampai segitu. Saat Dewi memilihkan baju memang Dewi teledor karena tidak melihat harga di lebelnya lebih dulu.
" Kenapa kak?" tanya Sisil
Dewi berjongkok mesejajarkan kepalanya dengan bocah 4 tahun itu.
" Misalnya kita beli bajunya satu aja gimana? " ucap Dewi
.
.
...Jangan niru tipe pembeli yang nyobain semua baju, akhirnya gak jadi beli.......
...Awas aja !...
__ADS_1