
Fadhil kembali ke Klinik dan membawa 5 porsi ayam geprek yang diabeli di restoran
" Makanlah, aku membeli ayam geprek berbagai level untukmu " ucap Fadhil
" ??? " tatapan Dewi penuh tanda tanya
" Kamu mau makan level berapa? 1 ? 2 ? 3 ? 4 ? atau 5 ? " ucap Fadhil mengangkat box pada masing masing level
" Mas, kenapa harus membeli sebanyak ini ? " ucap Dewi
" Karena aku juga mau mencobanya " ucap Fadhil
" Hesti juga mau ikut nyobain kalau gitu " ucap Hesti
" Tadi kan kita belum sempat makan " ucap Hesti
Seketika Dewi teringat kejadian di resto hingga terjadi sebuah insiden hingga mereka berada di klinik ini dan melewatkan makan malam mereka, Dewi merasa bersalah.
" Maafkan Dewi " ucap Dewi sendu
Tiba tiba semua menatap ke arah Dewi yang kembali bersedih
" Gak papa sayang, kamu gak salah. Sekarang kita pulang dulu, nanti kita makan di rumah saja " ucap bunda
" Jangan sedih ! keselamatanmu lebih penting dari rasa lapar di perut kami yang masih bisa kami tahan ini " ucap Hesti
Dewi tersenyum melihat kekuatiran dan ketulusan Hesti saat berucap
" Terima kasih, kalian selalu ada buat Dewi " ucap Dewi
" Sama sama, kita ini keluarga. saat ini dan selamanya akan saling menolong " ucap Hesti
Mereka pergi dari klinik setelah berpamitan dengan Vano dan juga orang tuanya. Fadhil janji besok akan kembali kesini menjenguk Vano.
Sampai di rumah mereka menuju ruang makan untuk menikmati makan malam yang sudah sangat terlambat karena waktu menunjukkan hampir jam 10 malam.
Mereka makan dalam diam. Dewi terlihat seperti trauma meski terlihat lahap menyantap makanannya. Sementara Fadhil yang terlihat banyak sekali beban pikiran sesekali melirik ke arah Dewi. 20 menit kemudian saat jam menunjukkan pukul 10 lewat mereka memutuskan beristirahat di kamar masing masing.
Fadhil yang berjalan di depan Dewi berbalik saat Dewi berada di depan kamarnya.
" Jika dia cukup bodoh meninggalkanmu, maka kamu harus cukup pandai melupakannya. Yakinlah ada kisah yang lebih indah yang Allah siapkan untukmu dari yang telah berlalu. Cukup buka hatimu untukku " ucap Fadhil
" Istirahatlah, besok dan seterusnya aku hanya ingin melihat senyum di wajahmu " ucap Fadhil
Dewi mengangguk tanpa berkata apapun, Dia memasuki kamarnya dan merebahkan tubuhnya yang lelah. Tak berapa lama matanya sudah terpejam
__ADS_1
Sampai di kamar, Fadhil membersihkan diri dan melakukan sholat isya' yang belum sempat dia lakukan. Setelah sholat hati Fadhil sedikit lega dan tenang. Dia berpikir akan menghubungi Woro untuk mengabarkan kondisi Dewi. Fadhil mengambil ponsel dan mengirim pesan untuk Woro namun sudah sepuluh menit pesan itu centang satu, tandanya ponsel penerima sedang tidak terhubung ke jaringan internet. Saat dia melihat jam dinding di kamarnya, Fadhil kaget karena jam menunjuk di angka 12 tepat.
" Mungkin Woro sudah tidur " guman Fadhil
Fadhil memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya. Tapi sebelumnya Fadhil sudah mengirimkan beberapa pesan untuk Woro tentang kondisi Dewi.
Fadhil terbangun saat ponselnya tak berhenti berdering. Fadhil melihat jam
" hahhh...baru jam 3 ? Siapa yang telepon jam segini " guman Fadhil
Fadhil mengambil ponselnya dan melihat layar ponsel yang menyala
" Woro ! " guman Fadhil
Fadhil menggeser ikon telepon hijau dan meletakkan ponselnya di telingga kanannya
" Assalmu'alaikum " ucap Fadhil membuka percakapan
" Wa'alaikum salam " jawab Woro
" Ya, gimana Ro ? " tanya Fadhil
" Gimana kondisi Dewi ? " tanya Woro
" Aku akan ke sana pagi ini " ucap Woro
" Kamu gak perlu kuatir berlebihan, aku akan menjaganya " ucap Fadhil
" Lagipula bukannya kamu harus kerja hari ini? siapkan saja semuanya, tak perlu kuatir dengan calon isteriku " ucap Fadhil
" Minggu depan akan ku bawa dia pulang " ucap Fadhil
" Sejak kapan kamu jadi kepedean kayak gini ? " ucap Woro
" Sejak di terima jadi calon adik iparmu oleh calon isteriku hahaha...." ucap Fadhil
" hiiissss...." ucap Woro
" Begitu bahagianya dirimu Dhil, semoga cintamu pada Dewi segera terbalas " guman Woro
" Hmmm....ya baiklah jaga dan lindungi adikku, jauhkan dia dari Bimo ! " ucap Woro
" Siap kakak ipar..!!! " ucap Fadhil
Mereka mengakhiri percakapannya dengan salam. Fadhil bangun dan mengambil air wudhu kemudian sholat tahajjud dilanjutkan sholat istikhoroh seperti hari hari sebelumnya.
__ADS_1
Dewi mengucek matanya saat matahari mulai meninggi dan perutnya terasa lapar.
" hahh jam 8 !!? " ucap Dewi segera bangkit dari ranjang
" kok bisa kesiangan sih " ucap Dewi
Dewi bergegas membersihkan diri di kamar mandi. Bajunya sedikit terkena darah haid karena Dewi lupa mengganti pemba**t saat akan tidur kemarin. Dewipun mencucinya sambil mandi. Tak lama Dewi sudah menyelesaikannya dan berganti pakaian.
Dewi melangkah ke halaman belakang untuk menjemur pakain yang sudah dia bersihkan
" Loohh Mbak Dewi, kenapa bajunya tidak di loundry saja ? " tanya bibi ART
" Gak apa bi, bajunya juga cuman satu. Dewi bisa melakukannya sendiri " ucap Dewi
" Meski hanya satu seharusnya bajunya biar di loundy aja Mbak " ucap Bibi
" Gak apa bi " ucap Dewi
Bibi mengangguk
" Cantik tapi tetap sederhana sikapnya " guman Bibi
" Mbak, ini sarapannya...silahkan di nikmati jangan lupa minum obatnya " ucap bibi
Dewi mengangkat kedua alisnya bertanya dari mana bibi tahu kalau dia harus minum obat untuk saat ini
" Tadi sebelum ke kantor mas Fadhil berpesan seperti itu dan bibi di suruh memastikan mbak Dewi memakan sarapan yang mas Fadhil buatkan. Mas Fadhil juga berpesan kalau beberapa hari ke depan mbak Dewi libur pemotretannya " ucap bibi
Dewi mengangguk dan mulai mengunyah nasi yang ada di piringnya. Fadhil memasak gurami asam manis untuk Dewi. Dewi terlihat menikmati sekali makanan yang di olah Fadhil pagi ini.
" Gurami asam manis bibi mantap rasanya, terima kasih ya bik " ucap Dewi
" Bukan bibik yang masak mbak, tapi Mas Fadhil " ucap bibj
" Apa ?!! " guman Dewi kaget
" Lelaki yang memberikan mawar akan kalah dengan laki laki yang memberikan perhatian dan mahar "
Yang jomblo, smoga cepat di dekatkan jodoh terbaik untukmu...
Yang sudah couple, gandeng pasanganmu dengan kasih sayang, pehatian dan juga pengertian..." Tak ada yang sempurna " karena hakikat berpasangan adalah saling menyempurnakan di dalam kekurangan
Yang single parent semoga tetap kuat dan sabar menghadapi kenyataan hidup karena tak ada single parent yang lepas dari ghibah dan fitnah.
Barokallahuu fiikum...
__ADS_1